Batal Beli Mobil Pemadam, Dinas Damkar DKI Kembalikan Rp 500 Miliar

Kompas.com - 19/07/2013, 13:03 WIB
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Subejo. Kurnia Sari AzizaKepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Subejo.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) DKI Jakarta mengembalikan anggaran tidak terserap pada Semester I tahun anggaran 2013 sebesar Rp 500 miliar ke kas daerah.

Kepala Dinas Damkar dan PB DKI Subejo mengatakan, pengembalian anggaran itu dari total anggaran dalam APBD 2013 sebesar Rp 804 miliar. Anggaran yang dikembalikan itu awalnya untuk pengadaan mobil kebakaran.

"Karena dalam pengadaan mobil kebakaran yang harus impor dari Eropa dan Amerika menghadapi kendala, jadi program itu tidak jadi kami laksanakan dan anggarannya kami kembalikan ke kas daerah," kata Subejo di Balaikota Jakarta, Jumat (19/7/2013).

Beberapa waktu lalu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sempat memberikan arahan kepada beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) DKI. Salah satu dinas yang penyerapannya paling rendah adalah Dinas Damkar dan PB DKI. Dinas tersebut hanya menggunakan anggaran sebesar 10,55 persen pada Semester I.

Beberapa dinas yang telah mengembalikan anggaran ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI, antara lain Dinas Pendidikan DKI, Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI, Dinas Pekerjaan Umum DKI, Dinas Pendidikan DKI, dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI.

Dinas Pendidikan mengembalikan anggaran yang tak terserap sebesar Rp 13 miliar. Dinas PU menyerahkan anggaran Rp 200 miliar. Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI memulangkan Rp 150 miliar. Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI mengembalikan Rp 500 miliar dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta mengembalikan anggaran desain gedung opera di Jakarta Timur sebesar Rp 500 juta.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Ramadhan 2021, Anies Ingatkan Warga Jakarta Selalu Taat Protokol Kesehatan

Jelang Ramadhan 2021, Anies Ingatkan Warga Jakarta Selalu Taat Protokol Kesehatan

Megapolitan
UPDATE 11 April: Tambah 21 Kasus di Kota Tangerang, 235 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 11 April: Tambah 21 Kasus di Kota Tangerang, 235 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis 1 untuk Nakes, Lansia dan Pelayan Publik DKI Jakarta Capai 50,9 Persen

Vaksinasi Covid-19 Dosis 1 untuk Nakes, Lansia dan Pelayan Publik DKI Jakarta Capai 50,9 Persen

Megapolitan
UPDATE 11 April: Tambah 1.031 Kasus di Jakarta, 15 Pasien Covid-19 Meninggal

UPDATE 11 April: Tambah 1.031 Kasus di Jakarta, 15 Pasien Covid-19 Meninggal

Megapolitan
Pohon Tumbang di Kebayoran Lama, Dua Rute Transjakarta Dialihkan

Pohon Tumbang di Kebayoran Lama, Dua Rute Transjakarta Dialihkan

Megapolitan
Larangan Mudik, Kepala Terminal Poris: Perusahaan Otobus Lapang Dada

Larangan Mudik, Kepala Terminal Poris: Perusahaan Otobus Lapang Dada

Megapolitan
Panduan Ibadah Ramadhan 2021 di Masjid dengan Protokol Kesehatan

Panduan Ibadah Ramadhan 2021 di Masjid dengan Protokol Kesehatan

Megapolitan
Pohon Tumbang di Jalur Rel, Perjalanan KRL dari Tanah Abang Tak Tersedia

Pohon Tumbang di Jalur Rel, Perjalanan KRL dari Tanah Abang Tak Tersedia

Megapolitan
Pohon Tumbang di Jalur Rel Kebayoran Lama, KRL Tak Bisa Melintas

Pohon Tumbang di Jalur Rel Kebayoran Lama, KRL Tak Bisa Melintas

Megapolitan
Kritik Tugu Sepeda, Anggota DPRD: Pemprov DKI Tak Peka Kebutuhan Pesepeda

Kritik Tugu Sepeda, Anggota DPRD: Pemprov DKI Tak Peka Kebutuhan Pesepeda

Megapolitan
Ajaran Lia Eden Disebut Sesat, Mulai dari Halalkan Babi hingga Izinkan Shalat Dua Bahasa

Ajaran Lia Eden Disebut Sesat, Mulai dari Halalkan Babi hingga Izinkan Shalat Dua Bahasa

Megapolitan
Jenazah Lia Eden Akan Dikremasi

Jenazah Lia Eden Akan Dikremasi

Megapolitan
Lia Eden Meninggal Dunia pada Jumat 9 April 2021

Lia Eden Meninggal Dunia pada Jumat 9 April 2021

Megapolitan
Mengenal Lia Eden yang Mengaku Dapat Wahyu dari Malaikat Jibril

Mengenal Lia Eden yang Mengaku Dapat Wahyu dari Malaikat Jibril

Megapolitan
Seorang Karyawan Curi 14 Ponsel Dari Gerai yang Dia Jaga, Kerugian Korban Capai Rp 100 Juta

Seorang Karyawan Curi 14 Ponsel Dari Gerai yang Dia Jaga, Kerugian Korban Capai Rp 100 Juta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X