Ada Rekayasa Lalin, Kawasan Pasar Tanah Abang Tambah Macet

Kompas.com - 25/07/2013, 10:12 WIB
Lalu lintas di bawah jembatan penghubung Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang lebih tertib, Senin (22/7/2013). Mulai hari ini, kendaraan yang dari arah Pejompongan (selatan) hendak menuju Cideng (utara) maupun sebaliknya, wajib melewati terowongan Tanah Abang. Adapun jalur jalan KH Mas Mansyur hanya diperuntukan bagi kendaraan yang hendak berbelanja dengan belok kiri ke arah Jalan Kebon Jati, ataupunĀ  kendaraan yang hendak putar balik ke arah kanan menuju kawasan Bundaran HI Alsadad RudiLalu lintas di bawah jembatan penghubung Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang lebih tertib, Senin (22/7/2013). Mulai hari ini, kendaraan yang dari arah Pejompongan (selatan) hendak menuju Cideng (utara) maupun sebaliknya, wajib melewati terowongan Tanah Abang. Adapun jalur jalan KH Mas Mansyur hanya diperuntukan bagi kendaraan yang hendak berbelanja dengan belok kiri ke arah Jalan Kebon Jati, ataupunĀ  kendaraan yang hendak putar balik ke arah kanan menuju kawasan Bundaran HI
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejak awal pekan ini, Dinas Perhubungan DKI Jakarta memberlakukan pengalihan arus lalu lintas di kawasan Pasar Tanah Abang dan sekitarnya. Melalui rekayasa itu, diharapkan kemacetan di kawasan tersebut akan terurai.

Tetapi, apa yang terjadi? Kenyataannya di lapangan rekayasa lalu lintas tersebut hanya memindahkan titik kemacetan, bukan mengurainya. Kondisi itu yang dikeluhkan oleh para pengguna jalan.

Pada tahap II, pengalihan difokuskan di persimpangan Jalan KH Mas Mansyur-Jalan Kebon Jati (depan gedung Blok B Pasar Tanah Abang). Dengan demikian, kendaraan dari arah selatan atau Karet dan Jalan Sudirman yang akan menuju gedung Blok A maupun Blok B Pasar Tanah Abang diarahkan berbelok ke kiri ke arah Jalan Kebon Melati untuk selanjutnya menuju Jalan Jati Bunder.

"Rekayasa itu bukannya lancar, tapi cuma mindahin macet," kata Edi (40), sopir bus P-14 trayek Tanjung Priok-Tanah Abang, Rabu (24/7/2013).

Menurut Edi, sejak diberlakukannya rekayasa lalu lintas, titik kemacetan telah terjadi di dekat flyover Jati Baru hingga Stasiun Tanah Abang.

"Sebelum rekayasa, memang sudah macet. Tapi, pas ada rekayasa, malah semakin parah macetnya. Masak mobil bergerak setiap lima menit sekali," keluh Edi.

Hal senada juga diungkap Hendri (24), sopir kopaja S-615 trayek Lebak Bulus-BlokM-Tanah Abang. Menurutnya, kemacetan lalu lintas sudah terjadi mulai dari Jalan KH Mas Mansyur.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dari titik macet ke Pasar Tanah Abang jaraknya sekitar 500 meter. Tapi, untuk mencapai Pasar Tanah Abang, dua jam lebih baru sampai," ungkap Hendri.

Menurut Hendri, kemacetan setelah ada rekayasa lalu lintas semakin bertambah parah. Sebelumnya, dengan jarak yang sama, meski dalam kondisi macet, bisa ditempuh setengah jam, tetapi sekarang bisa 2,5 jam. "Belum mutar dulu di Pasar Tanah Abang," cetusnya.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Sopir Mengantuk, Truk Muatan Bahan Bangunan Terguling di Permata Hijau

Diduga Sopir Mengantuk, Truk Muatan Bahan Bangunan Terguling di Permata Hijau

Megapolitan
Jumlah Pasien Rawat Inap RSDC Wisma Atlet di Kemayoran dan Pademangan Tembus 7.056

Jumlah Pasien Rawat Inap RSDC Wisma Atlet di Kemayoran dan Pademangan Tembus 7.056

Megapolitan
Anies: Kita di Rumah Saja Sabtu-Minggu, Jangan Bepergian

Anies: Kita di Rumah Saja Sabtu-Minggu, Jangan Bepergian

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Depok Tingkatkan WFH Jadi 70 Persen

Kasus Covid-19 Melonjak, Depok Tingkatkan WFH Jadi 70 Persen

Megapolitan
Melintas di JLNT Casablanca Bareng Mobil, Ini Komentar Para Pesepeda Road Bike

Melintas di JLNT Casablanca Bareng Mobil, Ini Komentar Para Pesepeda Road Bike

Megapolitan
Pasien Covid-19 yang Diisolasi di Rusun Nagrak Harus Melalui Rujukan Puskesmas

Pasien Covid-19 yang Diisolasi di Rusun Nagrak Harus Melalui Rujukan Puskesmas

Megapolitan
Cerita Pesepeda Lipat dan MTB yang Diusir Saat Coba Melintasi JLNT Casablanca

Cerita Pesepeda Lipat dan MTB yang Diusir Saat Coba Melintasi JLNT Casablanca

Megapolitan
Rusun Nagrak Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19, Dinkes DKI Siapkan Nakes hingga Poliklinik

Rusun Nagrak Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19, Dinkes DKI Siapkan Nakes hingga Poliklinik

Megapolitan
OJK Bakal Minta Blokir Aplikasi Pinjol Setelah Teror Pria yang Dijadikan Penjamin oleh Teman

OJK Bakal Minta Blokir Aplikasi Pinjol Setelah Teror Pria yang Dijadikan Penjamin oleh Teman

Megapolitan
Sabtu Pagi, Pesepeda Road Bike Melintas Bareng Mobil di JLNT Casablanca

Sabtu Pagi, Pesepeda Road Bike Melintas Bareng Mobil di JLNT Casablanca

Megapolitan
UPDATE: Tambah 988 Kasus di Kota Bekasi, 1.801 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 988 Kasus di Kota Bekasi, 1.801 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Sabtu: Jakarta dan Bodebek Kemungkinan Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG Sabtu: Jakarta dan Bodebek Kemungkinan Hujan

Megapolitan
Pandemi Covid-19 Memburuk, Satgas: Depok Sangat Hati-hati Memutuskan Sekolah Tatap Muka

Pandemi Covid-19 Memburuk, Satgas: Depok Sangat Hati-hati Memutuskan Sekolah Tatap Muka

Megapolitan
Melonjak Lagi, Tambah 511 Kasus di Depok, Sudah 1.000 Pasien Covid-19 Meninggal

Melonjak Lagi, Tambah 511 Kasus di Depok, Sudah 1.000 Pasien Covid-19 Meninggal

Megapolitan
Tinjau Operasi Prokes di Jaksel, Anies: Kita Peringatkan Semua untuk Taati Aturan

Tinjau Operasi Prokes di Jaksel, Anies: Kita Peringatkan Semua untuk Taati Aturan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X