Kompas.com - 25/07/2013, 12:13 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

TANGERANG, KOMPAS.com — Jelang pengumuman calon wali kota dan wakil wali kota Tangerang, kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Tangerang menjadi sasaran unjuk rasa oleh ratusan demonstran pendukung salah satu kandidat, Arief R Wismansyah-Sachruddin. Demonstrasi dimulai sekitar pukul 10.00 WIB.

Berdasarkan pengamatan Kompas.com, Kamis (25/7/2013), akibat aksi tersebut, Jalan Nyi Mas Melati di depan kantor KPUD Kota Tangerang ditutup. Ratusan polisi dikerahkan untuk pengamanan aksi massa.

Aksi massa tersebut bertujuan mendesak KPUD untuk meloloskan pasangan Arief-Sachruddin menjadi salah satu pasangan calon dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Kota Tangerang 2013 pada Agustus mendatang.

"Kenapa Pak Arief tidak diloloskan? Kita akan mendesak agar KPUD meloloskan Arief-Sachruddin," ujar salah satu orator.

Meski pengumuman belum dilakukan, beredar kabar bahwa pasangan Arief-Sachruddin tidak akan diloloskan oleh KPUD. Hal itu karena Sachruddin yang saat ini masih menjabat sebagai Camat Pinang tidak diizinkan mengundurkan diri oleh Wali Kota Wahidin Halim. Wahidin juga mengajukan surat pengunduran diri dari jabatannya karena ia maju sebagai calon anggota DPR RI melalui Partai Demokrat.

Ada empat bakal calon wali kota dan wakil wali Kota Tangerang. Mereka adalah pasangan Arief-Sachrudin, Dedi Gumelar-Suratno Abu Bakar, Abdul Syukur-Hilmi Fuad, dan Harry Mulya Zein-Iskandar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terjebak Kerumunan Pedemo di DPR, Pengendara Motor Terobos dan Lindas Tanaman di Flyover Ladokgi

Terjebak Kerumunan Pedemo di DPR, Pengendara Motor Terobos dan Lindas Tanaman di Flyover Ladokgi

Megapolitan
Serikat Ojol Ikut Demo di Gedung DPR: Lelah jadi 'Sapi Perah' Aplikator

Serikat Ojol Ikut Demo di Gedung DPR: Lelah jadi 'Sapi Perah' Aplikator

Megapolitan
Anies: Jika Lihat Tindak Kekerasan, Usahakan Langsung Cegah atau Lapor Pihak Berwenang

Anies: Jika Lihat Tindak Kekerasan, Usahakan Langsung Cegah atau Lapor Pihak Berwenang

Megapolitan
Demo Tolak UU Cipta Kerja, Massa Buruh Panjat Gerbang Utama DPR/MPR RI

Demo Tolak UU Cipta Kerja, Massa Buruh Panjat Gerbang Utama DPR/MPR RI

Megapolitan
Sidang Kasus Pengeroyokan Ade Armando Kembali Digelar, 6 Terdakwa Akan Berikan Keterangan

Sidang Kasus Pengeroyokan Ade Armando Kembali Digelar, 6 Terdakwa Akan Berikan Keterangan

Megapolitan
Petugas PPSU yang Aniaya Pacarnya di Bangka Ditahan Polisi

Petugas PPSU yang Aniaya Pacarnya di Bangka Ditahan Polisi

Megapolitan
Pabrik Cat di Jatake Tangerang Terbakar, BPBD: Tidak Ada Korban Jiwa

Pabrik Cat di Jatake Tangerang Terbakar, BPBD: Tidak Ada Korban Jiwa

Megapolitan
Ditendang hingga Ditabrak Petugas PPSU di Kemang, Korban Mengaku Tidak Apa-apa: Itu Calon Suami Saya

Ditendang hingga Ditabrak Petugas PPSU di Kemang, Korban Mengaku Tidak Apa-apa: Itu Calon Suami Saya

Megapolitan
Jalan Kaki dari Bandung, Ketua Serikat Buruh Pingsan di Depan Gedung DPR RI

Jalan Kaki dari Bandung, Ketua Serikat Buruh Pingsan di Depan Gedung DPR RI

Megapolitan
Seorang Pria Ditemukan Meninggal di Bekasi, Diduga karena Sakit

Seorang Pria Ditemukan Meninggal di Bekasi, Diduga karena Sakit

Megapolitan
Ribuan Buruh Demo Tutup Jalan di Depan Gedung DPR, Ini 5 Tuntutannya

Ribuan Buruh Demo Tutup Jalan di Depan Gedung DPR, Ini 5 Tuntutannya

Megapolitan
Petugas PPSU Aniaya Pacarnya, Anies: Tindakan Brutal, Barbar, dan Tak Bisa Ditoleransi

Petugas PPSU Aniaya Pacarnya, Anies: Tindakan Brutal, Barbar, dan Tak Bisa Ditoleransi

Megapolitan
Fraksi PDI-P DPRD DKI: Ada Aksi Intoleransi di 10 Sekolah Negeri, dari Pemaksaan Berjilbab hingga Larangan Pilih Ketua OSIS Beda Agama

Fraksi PDI-P DPRD DKI: Ada Aksi Intoleransi di 10 Sekolah Negeri, dari Pemaksaan Berjilbab hingga Larangan Pilih Ketua OSIS Beda Agama

Megapolitan
Tuntut UU Cipta Kerja Dicabut, Massa Buruh Padati Kawasan Gedung DPR

Tuntut UU Cipta Kerja Dicabut, Massa Buruh Padati Kawasan Gedung DPR

Megapolitan
Polisi Sebut Korban Penganiayaan oleh Petugas PPSU Belum Mau Lakukan Visum

Polisi Sebut Korban Penganiayaan oleh Petugas PPSU Belum Mau Lakukan Visum

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.