Kompas.com - 26/07/2013, 14:02 WIB
Tumpah ruah pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Kebon Jati, Tanah Abang, Jakarta, Rabu (17/7/2013). Jika selama ini PKL mengeluhkan tidak ada akses menuju Blok G, sehingga enggan direlokasi, dari gambar terlihat keberadaan mereka lah yang justru menghambat akses, utamanya bagi pejalan kaki. ESTU SURYOWATITumpah ruah pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Kebon Jati, Tanah Abang, Jakarta, Rabu (17/7/2013). Jika selama ini PKL mengeluhkan tidak ada akses menuju Blok G, sehingga enggan direlokasi, dari gambar terlihat keberadaan mereka lah yang justru menghambat akses, utamanya bagi pejalan kaki.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Penertiban pedagang kaki lima (PKL) dan rekayasa lalu lintas di kawasan Pasar Tanah Abang seperti tidak berbekas. PKL kembali berdagang di bahu jalan dan kemacetan tetap mengular.

Di Jalan Kebon Jati, para PKL mulai membuka lapaknya sejak jam 09.00. Bahkan, mereka membuka lapak di sebelah mobil Satpol PP dan mobil Dishub. Angkutan umum yang mengetem menambah kesemrawutan di jalan tersebut.

"Tetap macet, tidak ada bedanya," kata Daeng (51), PKL di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Jumat (26/7/2013).

Dari pantauan Kompas.com, lalu lintas dari arah Petamburan terlihat macet. Kemacetan terus mengular sampai pertigaan menuju Stasiun Tanah Abang hingga perempatan Jalan KH Mansyur menuju Karet. Adanya rekayasa lalu lintas hanya memindah titik kemacetan.

"Macetnya dari pertigaan sini (Stasiun Tanah Abang) sampai Pertigaan sebelum Blok B. Ini juga gara-gara masih banyak PKL," tutur Agus Supriyanto (48), sopir M 08 jurusan Tanah Abang-Kota.

PKL Tanah Abang rencananya akan direlokasi ke Pasar Blok G Tanah Abang setelah Lebaran. Sebagian PKL sudah bersiap, seperti Royani (59), PKL di depan Blok G Pasar Tanah Abang. "Nanti habis Lebaran pada pindah ke Blok G, kalau sekarang tanggung," ujar Royani.

Mufdhofa (45), PKL lainnya, justru mengaku tidak tahu apakah dirinya bisa pindah ke Blok G. "Tidak tahu, lihat nanti saja. Kalau memang tidak bisa pindah, rencana mau pulang ke Tegal juga," ujar Mufdhofa yang tidak ber-KTP Jakarta.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jokowi memberi prioritas bagi PKL ber-KTP DKI untuk masuk ke dalam Blok G. Apabila ruangan di Blok G masih tersedia, DKI akan mengundi PKL ber-KTP non-DKI.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dishub Copot Rambu Uji Coba Road Bike Melintas di JLNT Casablanca

Dishub Copot Rambu Uji Coba Road Bike Melintas di JLNT Casablanca

Megapolitan
Petugas Hentikan dan Larang Pesepeda Selain Road Bike Naik ke JLNT Casablanca

Petugas Hentikan dan Larang Pesepeda Selain Road Bike Naik ke JLNT Casablanca

Megapolitan
Warga KTP Non-Jakarta Usia 18 Tahun ke Atas Juga Bisa Divaksin, Beikut Syaratnya...

Warga KTP Non-Jakarta Usia 18 Tahun ke Atas Juga Bisa Divaksin, Beikut Syaratnya...

Megapolitan
Tata Cara Lapor Diri PPDB DKI Jakarta untuk Jalur Prestasi

Tata Cara Lapor Diri PPDB DKI Jakarta untuk Jalur Prestasi

Megapolitan
Covid-19 di Jakarta Melonjak, Ini 25 Kelurahan dengan Kasus Aktif Tertinggi

Covid-19 di Jakarta Melonjak, Ini 25 Kelurahan dengan Kasus Aktif Tertinggi

Megapolitan
Hari Terakhir Uji Coba Lintasan Road Bike JLNT, Banyak Sepeda Lain Melintas

Hari Terakhir Uji Coba Lintasan Road Bike JLNT, Banyak Sepeda Lain Melintas

Megapolitan
Lonjakan Serius Kasus Covid-19 di Jakarta, Lebih dari 2.000 Orang Positif per Harinya

Lonjakan Serius Kasus Covid-19 di Jakarta, Lebih dari 2.000 Orang Positif per Harinya

Megapolitan
Nilai Baru Update di PPDB Jakarta, Cerita Orang Tua Perjuangkan Sekolah Anak Hingga Detik Terakhir

Nilai Baru Update di PPDB Jakarta, Cerita Orang Tua Perjuangkan Sekolah Anak Hingga Detik Terakhir

Megapolitan
Kota Tangerang Catat 67 Kasus Baru Covid-19 Hari Ini

Kota Tangerang Catat 67 Kasus Baru Covid-19 Hari Ini

Megapolitan
Aksi Protes di Hari Terakhir Uji Coba Road Bike Batal, Diganti dengan Diskusi

Aksi Protes di Hari Terakhir Uji Coba Road Bike Batal, Diganti dengan Diskusi

Megapolitan
UPDATE 12 Juni: Tangsel Catat 79 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 12 Juni: Tangsel Catat 79 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
UPDATE 12 Juni: 185 Kasus Baru Covid-19 Ditemukan di Kabupaten Bekasi

UPDATE 12 Juni: 185 Kasus Baru Covid-19 Ditemukan di Kabupaten Bekasi

Megapolitan
UPDATE 12 Juni: Depok Catat 165 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 12 Juni: Depok Catat 165 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
UPDATE 12 Juni: 2.455 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

UPDATE 12 Juni: 2.455 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Ditangkap Polisi, Ini Peran Supervisor Operator Crane dalam Pungli di Tanjung Priok

Ditangkap Polisi, Ini Peran Supervisor Operator Crane dalam Pungli di Tanjung Priok

Megapolitan

Video Rekomendasi

komentar di artikel lainnya
Close Ads X