Kompas.com - 28/07/2013, 16:51 WIB
Padatnya cara di beberapa gedung membuat banyak mobil diperbolehkan parkir mengunakan dua hingga tiga jalur di sisi kiri badan jalan di jalan Gajah Mada, Jakarta, Selasa (13/11/2012). Hal ini melanggar ketentuan larangan parkir off street yang sebenarnya telat ditetapkan sejak pertengahan tahun 2011.

KOMPAS/LASTI KURNIAPadatnya cara di beberapa gedung membuat banyak mobil diperbolehkan parkir mengunakan dua hingga tiga jalur di sisi kiri badan jalan di jalan Gajah Mada, Jakarta, Selasa (13/11/2012). Hal ini melanggar ketentuan larangan parkir off street yang sebenarnya telat ditetapkan sejak pertengahan tahun 2011.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com – Upaya untuk mengelola parkir secara online tidak mudah. Sebab hal ini terkait dengan keterbatasan petugas Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta serta perangkat lunak yang digunakan. Dari 744 pengelola parkir off street (di luar badan jalan) di Jakarta, saat ini baru ada 80 pengelola yang onlinepenuh. Selebihnya masih menggunakan laporan manual.

"Secara serentak kami berlakukan online dengan perangkat lunak yang sama sejak Februari lalu. Prosesnya sampai pada 80 pengelola, target kami tahun ini semua bisa menggunakan online secara penuh," kata Kepala Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta Iwan Setiawandi, Minggu (28/7) di Jakarta.

Untuk menerapkan sistem online dengan perangkat lunak yang sama, kata Iwan, harus ada pendampingan dari petugas Pelayanan Pajak. Sementara masih banyak pengelola parkir yang menggunakan perangkat lunak berbeda dengan yang akan diberlakukan.

Pemberlaukan sistem online untuk memperkecil kebocoran pendapatan dari sektor perpakirkan. Sistem online dapat mendeteksi keluar masuk kendaraan secara langsung sehingga bisa diketahui jumlah kendaraan yang parkir dan potensi pajak saat itu.

Selama belum menggunakan sistem online, pengelola parkir menghitung sendiri pajak yang diserahkan ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hitungan pajak parkir itu 20 persen dari pendapatan kotor pengelola. Tidak ada yang menjamin akurasi hitungan ini. Potensi kesalahan sangat terbuka karena dilakukan secara manual.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sempat Melarikan Diri, Pelaku Utama Pengeroyokan Anggota TNI AD Ditangkap di Muara Baru

Sempat Melarikan Diri, Pelaku Utama Pengeroyokan Anggota TNI AD Ditangkap di Muara Baru

Megapolitan
Kadin DKI Jakarta Nilai Apindo Tak Perlu Gugat Anies soal Kenaikan UMP

Kadin DKI Jakarta Nilai Apindo Tak Perlu Gugat Anies soal Kenaikan UMP

Megapolitan
Tersangka Kasus Korupsi Damkar Depok Tak Kunjung Ditahan, Begini Perkembangan Kasusnya

Tersangka Kasus Korupsi Damkar Depok Tak Kunjung Ditahan, Begini Perkembangan Kasusnya

Megapolitan
Pemakaman di Cengkareng Langganan Banjir Selama 20 Tahun, Camat: Lokasi di Cekungan

Pemakaman di Cengkareng Langganan Banjir Selama 20 Tahun, Camat: Lokasi di Cekungan

Megapolitan
Pelaku Utama Pengeroyok Anggota TNI di Jakut Ditangkap, Ini Perannya

Pelaku Utama Pengeroyok Anggota TNI di Jakut Ditangkap, Ini Perannya

Megapolitan
93 RT di DKI Jakarta Terendam Banjir, 908 Warga Mengungsi

93 RT di DKI Jakarta Terendam Banjir, 908 Warga Mengungsi

Megapolitan
Kali Bancong di Bekasi Meluap, Dua Kecamatan Terendam Banjir

Kali Bancong di Bekasi Meluap, Dua Kecamatan Terendam Banjir

Megapolitan
Klaim Banjir Jakarta Cepat Surut, Anies: Atas Izin Allah, Kerja Sistematis Membuahkan Hasil!

Klaim Banjir Jakarta Cepat Surut, Anies: Atas Izin Allah, Kerja Sistematis Membuahkan Hasil!

Megapolitan
Lahan Pemakaman di Cengkareng Terendam Banjir, Sering Terjadi Sejak 20 Tahun lalu

Lahan Pemakaman di Cengkareng Terendam Banjir, Sering Terjadi Sejak 20 Tahun lalu

Megapolitan
Pelaku Utama Pengeroyok Anggota TNI AD hingga Tewas di Jakarta Utara Ditangkap

Pelaku Utama Pengeroyok Anggota TNI AD hingga Tewas di Jakarta Utara Ditangkap

Megapolitan
Anggota Polres Jaksel Diperiksa Terkait Kematian Tak Wajar Tahanan Narkoba

Anggota Polres Jaksel Diperiksa Terkait Kematian Tak Wajar Tahanan Narkoba

Megapolitan
Sudah Dilarang Berulang Kali, Pengendara Motor Masih Melintasi 'Flyover' Pesing dan Berujung Kecelakaan

Sudah Dilarang Berulang Kali, Pengendara Motor Masih Melintasi "Flyover" Pesing dan Berujung Kecelakaan

Megapolitan
Bertambah Lagi, Kasus Covid-19 Ditemukan di 43 Sekolah di Jakarta, 72 Orang Terpapar

Bertambah Lagi, Kasus Covid-19 Ditemukan di 43 Sekolah di Jakarta, 72 Orang Terpapar

Megapolitan
Saksi Sentil soal Acara Pembaiatan Anggota ISIS di UIN, Munarman: Saya Tidak Baiat!

Saksi Sentil soal Acara Pembaiatan Anggota ISIS di UIN, Munarman: Saya Tidak Baiat!

Megapolitan
Hasil Tes Covid-19 Massal Belum Keluar, SMAN 6 Jakarta Kembali Tunda PTM

Hasil Tes Covid-19 Massal Belum Keluar, SMAN 6 Jakarta Kembali Tunda PTM

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.