Ada Bilik Asmara untuk Freddy dan Vanny, Thurman Diperiksa

Kompas.com - 29/07/2013, 11:23 WIB
Mantan Kepala Lapas Narkotika Cipinang, Thurman Hutapea di Gedung Kompas TV, Sabtu (27/7/2013). Tribunnews/Deodatus S PradiptoMantan Kepala Lapas Narkotika Cipinang, Thurman Hutapea di Gedung Kompas TV, Sabtu (27/7/2013).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Cipinang, Thurman Hutapea, rencananya akan menjalani pemeriksaan di Kemenkum HAM, Senin ini. Pemeriksaan terkait pemberian fasilitas khusus untuk terpidana mati Fredy Budiman (37) dan kekasihnya, Vanny Rossyane (22).

"Belum tahu, tapi rencana (pemeriksaan) hari ini," kata Thurman saat dihubungi Kompas.com, Senin (29/7/2013).

Terkait waktu pemeriksaannya, Thurman mengatakan belum mengetahui secara pasti. Pun mengenai penetapan status dirinya dalam kasus yang kini menyeret namanya tersebut.

"Belum tahu," jawabnya singkat.

Sementara mengenai pengakuan Vanny tentang adanya fasilitas khusus di dalam Lapas Narkotika yang dipimpinnya saat itu, Thurman mengatakan belum memiliki rencana jelas apakah akan melaporkannya ke kepolisian. "Ya, mudah-mudahan," ujarnya.

Saat Kompas.com mencoba menemui Thurman di Lapas Narkotika Cipinang, seorang pegawai lapas di bagian resepsionis menuturkan bahwa Thurman tidak lagi berkantor di sana. Untuk sementara, tugas kalapas dijalankan oleh pelaksana harian M Alisyehbanna

"Pak Ali habis rapat tadi sedang keluar ke Kakanwil. (Mantan Kalapas Thurman) sudah tidak lagi berkantor di sini, terhitung sejak Jumat kemarin," ujar pegawai lapas tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Vanny, wanita yang mengaku sebagai kekasih Freddy, menyebut ada ruang yang dipakainya bertemu dengan Freddy. Ruang itu disebutnya ruang kerja Kepala Lapas (Kalapas) Cipinang. Namun, Thurman Hutape, mantan Kalapas Cipinang, menyebut bahwa pengakuan Vanny itu 1.000 persen tidak benar.

Vanny mempunyai sejumlah foto ruangan yang pernah dipakai untuk berkencan dengan Freddy. Pertemuan Vanny dan Freddy itu dilakukan di sebuah ruangan khusus sejak November 2012 hingga Mei 2013. Hingga kini, kebenaran mengenai ruangan Kalapas yang dipakai Freddy bersama kekasihnya masih menjadi teka-teki.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Kampanye Hitam Pilkades, Polresta Tangerang Turunkan Personel Khusus

Antisipasi Kampanye Hitam Pilkades, Polresta Tangerang Turunkan Personel Khusus

Megapolitan
Dihentikan Karena Lintasi Jalur Sepeda, Pengemudi Ojol Protes ke Petugas Dishub

Dihentikan Karena Lintasi Jalur Sepeda, Pengemudi Ojol Protes ke Petugas Dishub

Megapolitan
Pasar Senen Jaya Blok I dan Blok II Akan Dibangun Kembali

Pasar Senen Jaya Blok I dan Blok II Akan Dibangun Kembali

Megapolitan
 Seribu Alasan Pengendara Motor yang Naik JPO Dekat Sudinhub Jakut...

Seribu Alasan Pengendara Motor yang Naik JPO Dekat Sudinhub Jakut...

Megapolitan
CPNS Pemprov DKI, Dua Formasi Ini Masih Belum Ada Pelamar

CPNS Pemprov DKI, Dua Formasi Ini Masih Belum Ada Pelamar

Megapolitan
Hingga 20 November 2019, 18.876 Orang Daftar CPNS Pemprov DKI

Hingga 20 November 2019, 18.876 Orang Daftar CPNS Pemprov DKI

Megapolitan
Polisi Tetapkan Seorang Tersangka Bentrok FBR dan PP

Polisi Tetapkan Seorang Tersangka Bentrok FBR dan PP

Megapolitan
Jelang Kampanye Pilkades, Kapolresta Tangerang Ancam Bakal Proses Hukum Pelaku Kampanye Hitam

Jelang Kampanye Pilkades, Kapolresta Tangerang Ancam Bakal Proses Hukum Pelaku Kampanye Hitam

Megapolitan
Nunung kepada Majelis Hakim: Saya Sangat Salah dan Menyesali Perbuatan

Nunung kepada Majelis Hakim: Saya Sangat Salah dan Menyesali Perbuatan

Megapolitan
Mikrotrans Jak Lingko 80 Layani Rute Rawa Buaya sampai Rawa Kompeni

Mikrotrans Jak Lingko 80 Layani Rute Rawa Buaya sampai Rawa Kompeni

Megapolitan
Bobol Showroom Motor, Dua Pencuri Ditangkap Polisi

Bobol Showroom Motor, Dua Pencuri Ditangkap Polisi

Megapolitan
Tahun 2019 Sisa 40 Hari, PAD Kota Bekasi Masih Minus Rp 1 Triliun

Tahun 2019 Sisa 40 Hari, PAD Kota Bekasi Masih Minus Rp 1 Triliun

Megapolitan
Setu Sawangan akan Dinormalisasi, Pedagang Pasrah Warungnya Digusur

Setu Sawangan akan Dinormalisasi, Pedagang Pasrah Warungnya Digusur

Megapolitan
Agar Tak Dilintasi Motor, Pejalan Kaki Saran Pasang Penghalang di JPO Dekat Sudinhub Jakut

Agar Tak Dilintasi Motor, Pejalan Kaki Saran Pasang Penghalang di JPO Dekat Sudinhub Jakut

Megapolitan
Wali Kota Bekasi Lebih Dulu Berhitung Sebelum Siapkan APAR di Sekolah-sekolah

Wali Kota Bekasi Lebih Dulu Berhitung Sebelum Siapkan APAR di Sekolah-sekolah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X