Intel "Undercover" Disebar Amankan Terminal dan Pelabuhan

Kompas.com - 01/08/2013, 08:56 WIB
Loket tiket bus di Terminal Lebak Bulus tak dipenuhi penumpang pada H-9 sebelum Lebaran. Belum terlihatnya peningkatan pemudik ini diduga karena adanya angkutan mudik gratis. Bus sudah memenuhi terminal tetapi belum bisa jalan karena tidak ada penumpang, Jakarta, Selasa (30/7/2013). KOMPAS.COM/SONYA SUSWANTILoket tiket bus di Terminal Lebak Bulus tak dipenuhi penumpang pada H-9 sebelum Lebaran. Belum terlihatnya peningkatan pemudik ini diduga karena adanya angkutan mudik gratis. Bus sudah memenuhi terminal tetapi belum bisa jalan karena tidak ada penumpang, Jakarta, Selasa (30/7/2013).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Kejahatan dengan modus pembiusan dan pencopetan selalu mengincar para pemudik dengan angkutan umum, seperti di terminal atau pelabuhan. Untuk pengamanan, polisi menurunkan intel dan reserse.

"Kami (polisi) akan menyebar intel dan reserse di terminal-terminal dan pelabuhan. Mereka (intel dan reserse) sifatnya undercover, ya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (31/7/2013).

Dia juga mengimbau para pemudik agar berhati-hati dengan kejahatan bermodus pembiusan. "Menjelang Lebaran, kejahatan bergeser dari pencurian dan perampokan menjadi pencopetan, gendam/hipnotis, dan pembiusan," ujarnya mengingatkan.

Selain itu, kepada para pemudik disarankan supaya pulang ke kampung halaman bersama-sama dengan saudara atau rombongan mudik. Sebab, kata dia, modus pembiusan selalu mengincar pemudik yang sedang sendirian dan terlihat bingung.

Kemudian, polisi juga mengimbau pemudik untuk tidak membawa dan memakai perhiasan yang mencolok dan berlebihan. Yang terpenting adalah pilih kendaraan yang sesuai dengan jurusan daerah para pemudik.

"Buat pemudik, pilih kendaraan yang sesuai sama jurusan. Jangan mau kalau kondektur narik-narik dan maksa suruh masuk ke busnya. Kalau mereka masih maksa, laporkan ke petugas yang ada di lapangan," ujarnya.

Menjelang mudik Lebaran, polisi menurunkan sekitar 8.000 personelnya untuk pengamanan mudik Lebaran. Polisi-polisi tersebut nantinya akan disebar di beberapa titik, seperti terminal, pelabuhan, bandara, dan stasiun.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pro dan Kontra Warga Jakarta Menyikapi Penerapan Tilang ETLE

Pro dan Kontra Warga Jakarta Menyikapi Penerapan Tilang ETLE

Megapolitan
Polisi Duga Komplotan Penganiaya Wartawan Bukan Calo SIM, tetapi Tukang Ojek

Polisi Duga Komplotan Penganiaya Wartawan Bukan Calo SIM, tetapi Tukang Ojek

Megapolitan
Masuk Daftar Pilkada Paling Rawan, Ini Tanggapan KPU Tangsel

Masuk Daftar Pilkada Paling Rawan, Ini Tanggapan KPU Tangsel

Megapolitan
Petinggi Sunda Empire Ditangkap di Tambun Saat Mampir ke Rumah Saudaranya

Petinggi Sunda Empire Ditangkap di Tambun Saat Mampir ke Rumah Saudaranya

Megapolitan
 Tanggapan PKS soal Rencana Koalisi Gerindra dan PDIP untuk Menghadapinya di Pilkada Depok

Tanggapan PKS soal Rencana Koalisi Gerindra dan PDIP untuk Menghadapinya di Pilkada Depok

Megapolitan
Siap Evakuasi WNI dari Wuhan, TNI AU Tinggal Tunggu Perintah

Siap Evakuasi WNI dari Wuhan, TNI AU Tinggal Tunggu Perintah

Megapolitan
Pemindahan Sampah dari TPA Cipayung ke Lulut Nambo Rencananya Dilakukan Juli 2020

Pemindahan Sampah dari TPA Cipayung ke Lulut Nambo Rencananya Dilakukan Juli 2020

Megapolitan
Sebelum Tabrak Gardu Tol Halim, Sopir Sempat Lompat Keluar dari Truk Bersama Anak Kecil

Sebelum Tabrak Gardu Tol Halim, Sopir Sempat Lompat Keluar dari Truk Bersama Anak Kecil

Megapolitan
Pegawai Honorer Dinilai Sangat Membantu, Kadisdukcapil Tangsel Minta Jangan Dihapus

Pegawai Honorer Dinilai Sangat Membantu, Kadisdukcapil Tangsel Minta Jangan Dihapus

Megapolitan
Ramai Virus Corona, Penjualan Masker di Apotek Tangsel Meningkat

Ramai Virus Corona, Penjualan Masker di Apotek Tangsel Meningkat

Megapolitan
PLN: Tiang Roboh di Sawangan Bukan Punya Kita

PLN: Tiang Roboh di Sawangan Bukan Punya Kita

Megapolitan
Angka Kematian Virus Corona Masih Rendah, Warga Diharap Tidak Panik

Angka Kematian Virus Corona Masih Rendah, Warga Diharap Tidak Panik

Megapolitan
Begini Kelengkapan Ruang Isolasi RSPI Sulianti Saroso untuk Pasien Diduga Terinfeksi Corona

Begini Kelengkapan Ruang Isolasi RSPI Sulianti Saroso untuk Pasien Diduga Terinfeksi Corona

Megapolitan
Kisah Soekarno Ditipu Raja dan Ratu Fiktif, Idrus dan Markonah

Kisah Soekarno Ditipu Raja dan Ratu Fiktif, Idrus dan Markonah

Megapolitan
Polisi Sebut Lokasi Pengeroyokan Wartawan Bukan di Area Kantor Satpas SIM Daan Mogot

Polisi Sebut Lokasi Pengeroyokan Wartawan Bukan di Area Kantor Satpas SIM Daan Mogot

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X