Kompas.com - 05/08/2013, 09:06 WIB
Kawasan Jalan Kebon Jati, Tanah Abang, Jakarta Pusat yang kembali semrawut, Senin (22/7/2013) sore. Jelang sore, jalan yang dari sejak pagi steril dari PKL ini, kembali dipenuhi PKL dan parkir liar Alsadad RudiKawasan Jalan Kebon Jati, Tanah Abang, Jakarta Pusat yang kembali semrawut, Senin (22/7/2013) sore. Jelang sore, jalan yang dari sejak pagi steril dari PKL ini, kembali dipenuhi PKL dan parkir liar
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Di wilayah Pasar Tanah Abang, tercatat ada empat RW yang mengelola lapak-lapak PKL dan lahan parkir liar di sekitar Jalan Kebon Jati, antara lain RW 07 di Kelurahan Kebon Kacang, RW 06 di Kelurahan Kampung Bali, serta warga Jatibaru dan Jatibunder.

Cara mengelolanya, warga membuat batas-batas wilayah. Seperti RW 07, Kelurahan Kebon Kacang yang mengelola lahan parkir dan PKL di Jalan KH Mas Mansyur, serta sebagian PKL di Jalan Fachrudin atau Jalan Kebon Jati di samping Blok B Pasar Tanah Abang.

Lalu RW 06, Kelurahan Kampung Bali, mengelola lokasi di sebagian Jalan Fachrudin. Sementara juru parkir mengelola beberapa lokasi yang berada di bawah perusahaan Secure Parking di samping Blok B.

Sementara PKL yang berada di kawasan Jatibunder, Jembatan Tinggi, serta kawasan Bongkaran Tanah Abang, dikelola oleh warga Jatibaru dan Jatibunder.

Kas RW

Ketua RW 07, Kelurahan Kebon Kacang, Agus Firdaus membenarkan bahwa lahan parkir dan sebagian PKL di sekitar Pasar Tanah Abang memang dikelola warganya. Namun, kata Agus, uang itu tidak pernah masuk ke kas RW 07.

Agus mengatakan, perparkiran itu dikelola oleh pemuda-pemuda RW 07 yang berjaga setiap hari dalam dua shift untuk lahan parkir. Begitu juga untuk menjaga lapak PKL. Menurut Agus, uang hasil pengelolaan itu masuk ke kocek masing-masing pemuda yang ikut andil berjaga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Di sini tidak ada istilah bos. Jadi uang hasil parkir semuanya dibagi rata saja di antara mereka," kata Agus kepada Warta Kota. Makanya, Agus tak pernah tahu ada berapa banyak uang yang masuk dari PKL ataupun lahan parkir.

Untuk pedagang baru, hanya perlu bicara ke pengelola, lalu mencari tempat yang masih kosong untuk menaruh lapaknya. Setiap hari, seorang pedagang hanya perlu membayar biaya kebersihan Rp 5.000. Namun, sejumlah pedagang lainnya menyebut bahwa mereka ditarik Rp 400.000 sebulan dan Rp 50.000 per pekan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bela Anies yang Diberi Rapor Merah, Wagub DKI: Tanya Masyarakat, Jakarta Semakin Baik...

Bela Anies yang Diberi Rapor Merah, Wagub DKI: Tanya Masyarakat, Jakarta Semakin Baik...

Megapolitan
Beri Rapor Merah untuk Anies, LBH Sebut Sulit Punya Tempat Tinggal di Jakarta

Beri Rapor Merah untuk Anies, LBH Sebut Sulit Punya Tempat Tinggal di Jakarta

Megapolitan
LBH Jakarta Sebut Pemprov DKI Masih Setengah Hati Tangani Pandemi Covid-19

LBH Jakarta Sebut Pemprov DKI Masih Setengah Hati Tangani Pandemi Covid-19

Megapolitan
Kantor Pinjol Ilegal di Kepala Gading Sepi Saat Digerebek, Ternyata Pegawainya WFH

Kantor Pinjol Ilegal di Kepala Gading Sepi Saat Digerebek, Ternyata Pegawainya WFH

Megapolitan
Polisi Sebut Perusahaan Pinjol Ilegal di Kelapa Gading Ancam Nasabah dengan Gambar Porno

Polisi Sebut Perusahaan Pinjol Ilegal di Kelapa Gading Ancam Nasabah dengan Gambar Porno

Megapolitan
Korsleting Panel Listrik Instalasi AC, Lantai 15 Gedung Wika Terbakar

Korsleting Panel Listrik Instalasi AC, Lantai 15 Gedung Wika Terbakar

Megapolitan
Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Kelapa Gading, Polisi Amankan 4 Karyawan

Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Kelapa Gading, Polisi Amankan 4 Karyawan

Megapolitan
Kondisi Mahasiswa yang Dibanting Polisi Saat Demo: Jauh Lebih Baik, Masih Harus Kontrol Kesehatan

Kondisi Mahasiswa yang Dibanting Polisi Saat Demo: Jauh Lebih Baik, Masih Harus Kontrol Kesehatan

Megapolitan
Polisi Tangkap Penusuk Remaja yang Sedang Pacaran di Tambun Utara

Polisi Tangkap Penusuk Remaja yang Sedang Pacaran di Tambun Utara

Megapolitan
Polisi Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Kelapa Gading, Kelola 4 Aplikasi

Polisi Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Kelapa Gading, Kelola 4 Aplikasi

Megapolitan
Sekolah Tatap Muka di Depok, Satu Siswa SMPN 10 Positif Covid-19

Sekolah Tatap Muka di Depok, Satu Siswa SMPN 10 Positif Covid-19

Megapolitan
Pemprov DKI Siagakan 67 Pompa di Underpass Antisipasi Banjir

Pemprov DKI Siagakan 67 Pompa di Underpass Antisipasi Banjir

Megapolitan
Bamus Betawi Apresiasi Langkah Cepat Polisi Tangkap Pelaku Penghinaan

Bamus Betawi Apresiasi Langkah Cepat Polisi Tangkap Pelaku Penghinaan

Megapolitan
Pemkot Tangsel Berencana Sediakan Bahasa Isyarat di Pusat Pelayanan Publik

Pemkot Tangsel Berencana Sediakan Bahasa Isyarat di Pusat Pelayanan Publik

Megapolitan
Ketua DPRD DKI: Saya Sangat Menantikan Dipanggil Badan Kehormatan

Ketua DPRD DKI: Saya Sangat Menantikan Dipanggil Badan Kehormatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.