Berharap Tak Ada Lagi Kecelakaan Maut seperti Dul...

Kompas.com - 11/09/2013, 12:01 WIB
Suasana kediaman Agus Surahman (31) salah salah seorang korban tewas kecelakaan di Km 8 200 Tol Jagorawi pada Minggu (8/9/2013) pukul 00.40 yang melibatkan AQJ, anak Ahmad Dhani. Di hari ketiga masih banyak keluarganya yang datang dari Subang dan Bandung untuk mengucapkan bela sungkawa.
KOMPAS.com / Dian Fath Risalah El AnshariSuasana kediaman Agus Surahman (31) salah salah seorang korban tewas kecelakaan di Km 8 200 Tol Jagorawi pada Minggu (8/9/2013) pukul 00.40 yang melibatkan AQJ, anak Ahmad Dhani. Di hari ketiga masih banyak keluarganya yang datang dari Subang dan Bandung untuk mengucapkan bela sungkawa.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebagian besar keluarga korban kecelakaan maut di Km 8+200 Tol Jagorawi berharap agar kejadian itu menjadi pembelajaran bagi orangtua. Mereka berharap hal itu tak terjadi lagi di kemudian hari.

"Yang penting, ini semua jadi pembelajaran bagi orangtua lain di luar sana supaya lebih mengawasi anak-anaknya. Jangan karena punya banyak uang, diberi fasilitas yang seharusnya belum bisa dia miliki dan gunakan," ujar Kardam Rosadi (55), ayah almarhum Agus Surahman (31), di kediamannya, Sukapura, Jakarta Utara, Selasa, (10/9/2013) sore.

Istri almarhum Komarudin (42), Voni (42), mengatakan, dari awal, mereka memang tidak akan menuntut Ahmad Dhani. Namun, ia sangat lega atas apresiasi dan iktikad baik dari musisi tersebut. Kepada keluarga Komarudin, Dhani menyatakan akan menyantuni janda dan yatim yang ditinggalkan oleh korban tewas kecelakaan maut tersebut.

"Sudah dari awal saya tidak akan menuntut pihak Ahmad Dhani. Proses hukum biar yang berwajib yang menyelesaikannya. Walau dituntut, enggak bakal balik suami saya. Dan Mas Dhani pun beriktikad baik," ujar Voni kepada Kompas.com di kediamannya, Jalan O Gg V, Koja, Jakarta Utara, Selasa siang.

Menurut Voni, Ahmad Dhani sudah bertanggung jawab dengan menanggung biaya penguburan sampai tahlilan suaminya. Dhani pun sudah berjanji memberikan santunan kepada anak-anaknya. Walaupun belum menerima santunan untuk biaya sekolah ketiga anaknya, yaitu Komala Oktaviani (16) kelas II SMK, Nanda Fadila (12) kelas I SMP Negeri 1, Fajar Ardiansyah (10) kelas V SD, Voni sudah merasa lega karena beban yang menjadi pikirannya sedikit berkurang.

Menurut Voni, Dhani akan kembali membicarakan perihal tanggung jawabnya dengan mengumpulkan keluarga korban. Mereka akan membuat kesepakatan lanjutan dan hal ini akan diurus oleh pihak manajemen dan sekretaris Dhani.

Voni menambahkan, tanggung jawab Dhani itu tidak hanya untuk setahun atau dua tahun ke depan. "Bentuk santunan belum diberikan pihak Dhani menjanjikan apa yang nanti diminta pihak keluarga korban. Santunannya jenjangnya sampai kuliah, tiga-tiganya," ujar Voni.

Hal senada juga diungkapkan oleh keluarga almarhum Nurmansyah (31). Mereka merasa lega dengan kedatangan dan janji dari Ahmad Dhani untuk menyekolahkan anak Nurmansyah, Muhammad Rizki (2), hingga selesai. Meski demikian, keluarga korban tetap akan mengawasi proses hukum yang dilakukan polisi atas kasus ini.

"Tim kuasa hukum akan tetap memantau proses hukum sebagaimana jalannya," ujar Ramdhan Alamsyah, kuasa hukum keluarga Nurmansyah, Senin (9/9/2013).

Ketiga keluarga korban berharap agar kasus ini menjadi pembelajaran bagi para orangtua agar memantau anak mereka dalam berkendara. Mereka berharap kejadian serupa tak terjadi kembali.

Enam orang tewas dalam kecelakaan maut di Tol Jagorawi, Minggu dini hari. Mobil Daihatsu Gran Max yang mereka tumpangi bertabrakan dengan mobil Mitsubishi Lancer EX yang dikemudikan Dul.

Mobil Lancer bernomor polisi B 80 SAL tersebut melaju dari arah Bogor menuju Jakarta dan kehilangan kendali sehingga menabrak pagar pembatas dan berpindah jalur ke arah Jakarta menuju Bogor. Mobil itu kemudian menghantam mobil Daihatsu Gran Max B 1349 TFM dan Avanza B 1882, yang melaju dari arah Jakarta menuju Bogor.

Dalam peristiwa tersebut enam orang meninggal dunia dan sebelas orang luka-luka. Enam orang penumpang Gran Max, yaitu Agus Surahman (31), Agus Wahyudi Hartono (40), Rizki Aditya Santoso (20), Komaruddin (42), Nurmansyah, dan Agus Komara (45) tewas. Adapun korban luka berat berjumlah sembilan orang, yaitu Dul (13), Zulheri (44), Abdul Qodir Mufti (17), Robi Anjar, Roejo Widodo (30), Pardumuan Sinaga (35), Noval Samudra (14), Nugroho Brury Laksono (34), dan Wahyudi (35). Korban luka saat ini dirawat di RS Meilia Cibubur dan RS Mitra Keluarga Cibubur.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rizieq Shihab Minta Maaf, Janji Tidak Buat Kerumunan Lagi Selama Pandemi Covid-19

Rizieq Shihab Minta Maaf, Janji Tidak Buat Kerumunan Lagi Selama Pandemi Covid-19

Megapolitan
Fasilitasi Pasien Karantina, Rumah Lawan Covid-19 Siapkan Ruang Khusus Pencoblosan Pilkada Tangsel

Fasilitasi Pasien Karantina, Rumah Lawan Covid-19 Siapkan Ruang Khusus Pencoblosan Pilkada Tangsel

Megapolitan
124 Jiwa Mengungsi karena Kebakaran di Angke Selasa Sore

124 Jiwa Mengungsi karena Kebakaran di Angke Selasa Sore

Megapolitan
Viral Surat Hasil Swab Positif Covid-19, Rizieq Shihab Akui Sedang Isolasi Mandiri

Viral Surat Hasil Swab Positif Covid-19, Rizieq Shihab Akui Sedang Isolasi Mandiri

Megapolitan
Asrama Mahasiswa dan Pusat Studi Jepang UI Dibidik Jadi Tempat Isolasi OTG Covid-19 di Depok

Asrama Mahasiswa dan Pusat Studi Jepang UI Dibidik Jadi Tempat Isolasi OTG Covid-19 di Depok

Megapolitan
2 Kantong Parkir Disiapkan untuk Kendaraan Warga yang Terkena Banjir Pejagalan

2 Kantong Parkir Disiapkan untuk Kendaraan Warga yang Terkena Banjir Pejagalan

Megapolitan
Libur Akhir Tahun Dipangkas, Wali Kota Bekasi: Lebih Baik Diam di Rumah

Libur Akhir Tahun Dipangkas, Wali Kota Bekasi: Lebih Baik Diam di Rumah

Megapolitan
Jelang Pilkada 2020, Rumah Lawan Covid-19 Mulai Data Pasien Ber-KTP Tangsel

Jelang Pilkada 2020, Rumah Lawan Covid-19 Mulai Data Pasien Ber-KTP Tangsel

Megapolitan
Blok Makam Khusus Jenazah Covid-19 Muslim di di TPU Pondok Ranggon Penuh, Berikut Alternatifnya

Blok Makam Khusus Jenazah Covid-19 Muslim di di TPU Pondok Ranggon Penuh, Berikut Alternatifnya

Megapolitan
Saat Reuni 212, Rizieq Shihab Minta Maaf Telah Timbulkan Kerumunan

Saat Reuni 212, Rizieq Shihab Minta Maaf Telah Timbulkan Kerumunan

Megapolitan
Ridwan Kamil: Situ di Depok Jarang Termanfaatkan Maksimal

Ridwan Kamil: Situ di Depok Jarang Termanfaatkan Maksimal

Megapolitan
Pemilik Rumah di Kamar, Pencuri Nekat Ambil 2 Ponsel di Pejaten Barat

Pemilik Rumah di Kamar, Pencuri Nekat Ambil 2 Ponsel di Pejaten Barat

Megapolitan
Serang Lawan dengan Air Keras dan Celurit, Empat Pemuda Geng Garjok di Kedoya Ditangkap

Serang Lawan dengan Air Keras dan Celurit, Empat Pemuda Geng Garjok di Kedoya Ditangkap

Megapolitan
Ini Rekayasa Lalu Lintas Selama Uji Coba Underpass Senen Extension

Ini Rekayasa Lalu Lintas Selama Uji Coba Underpass Senen Extension

Megapolitan
Bayi Meninggal Saat Dibawa Mengemis di Kota Bekasi, Dinsos: Ibunya ODGJ

Bayi Meninggal Saat Dibawa Mengemis di Kota Bekasi, Dinsos: Ibunya ODGJ

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X