Kompas.com - 13/09/2013, 09:48 WIB
Petugas Satpol PP saat melakukan penertiban pedagang kaki lima di Pasar Gembrong, Jakarta Timur, Kamis (12/9/2013). Pedagang kaki lima yang nekat berjualan akan dikenakan tindak pidana ringan. KOMPAS.COM/RATIH WINANTI RAHAYUPetugas Satpol PP saat melakukan penertiban pedagang kaki lima di Pasar Gembrong, Jakarta Timur, Kamis (12/9/2013). Pedagang kaki lima yang nekat berjualan akan dikenakan tindak pidana ringan.
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com — Puluhan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pasar Gembrong, Cipinang Besar Utara, Cipinang, Jakarta Timur, tetap nekat berjualan di atas trotoar meskipun sudah diperingatkan dan ditindak. Demi menyalurkan aspirasi mereka, para pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Kaki Lima Pasar Gembrong (PPKLPG) akan menggelar aksi teatrikal sebagai pengemis dan pemulung.

Hal tersebut dilakukan setelah dialog antara pedagang dan Camat Jatinegara serta Wali Kota Jakarta Timur tidak membuahkan hasil positif. Para pedagang mainan, boneka, dan karpet berulang kali ditertibkan.

"Kebijakan relokasi ini akan membuat kami menjadi pengemis dan pemulung. Selepas shalat Jumat nanti, kami berencana mau aksi damai di trotoar di sekitar Pasar Gembrong," kata Ketua PPKLPG Bruri, Jumat (13/9/2013).

Pedagang selimut itu mengatakan, PKL Pasar Gembrong seperti dianaktirikan. Ia mencontohkan penataan kawasan Tanah Abang dan Pasar Minggu yang jauh lebih baik karena para pedagang dipindahkan ke gedung pasar yang tak jauh dari lokasi berdagang sebelumnya. Karena itu, para pedagang di sana tidak khawatir akan kehilangan pelanggan.

PKL Pasar Gembrong menilai tiga lokasi yang disediakan Pemprov DKI dianggap terlalu jauh. Lokasi itu adalah PD Pasar Gembrong Cipinang Besar, PD Pasar Perumnas Klender, dan PD Pasar Sunan Giri. Sebagian besar PKL di Pasar Gembrong merupakan warga yang tinggal di sekitar pasar di Jalan Basuki Rahmat, Jatinegara, Jakarta Timur.

"Para pedagang di sini tinggal di sekitar sini, tapi dipindahkan ke tempat yang lebih jauh. Otomatis perlu pengeluaran buat ongkos, ditambah di pasar yang disediakan itu tidak ada yang beli," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanda Tanya Kasus Penembakan 2 Orang di Exit Tol Bintaro oleh Polantas

Tanda Tanya Kasus Penembakan 2 Orang di Exit Tol Bintaro oleh Polantas

Megapolitan
Bau Pesing dan Becek di JPO Terminal Depok, Warga: Baru Mau Naik, Eh Ada yang Kencing...

Bau Pesing dan Becek di JPO Terminal Depok, Warga: Baru Mau Naik, Eh Ada yang Kencing...

Megapolitan
15 Tahun Berkonflik, Pembangunan GKI Yasmin Bogor Dimulai

15 Tahun Berkonflik, Pembangunan GKI Yasmin Bogor Dimulai

Megapolitan
PPKM Level 2, Pemprov DKI Kurangi Jam Operasional Transportasi Umum

PPKM Level 2, Pemprov DKI Kurangi Jam Operasional Transportasi Umum

Megapolitan
Senin Siang, Terdakwa Kasus Hoaks Babi Ngepet Akan Divonis di PN Depok

Senin Siang, Terdakwa Kasus Hoaks Babi Ngepet Akan Divonis di PN Depok

Megapolitan
Transjakarta: Tak Ada Perubahan Layanan dalam Penghentian Sementara Operasional 229 Bus

Transjakarta: Tak Ada Perubahan Layanan dalam Penghentian Sementara Operasional 229 Bus

Megapolitan
PPKM Level 2, Bus Transjakarta Hanya sampai Pukul 22.30 WIB

PPKM Level 2, Bus Transjakarta Hanya sampai Pukul 22.30 WIB

Megapolitan
UPN Veteran Jakarta Copot Pengurus Menwa Buntut Mahasiswi Meninggal Saat Pembaretan

UPN Veteran Jakarta Copot Pengurus Menwa Buntut Mahasiswi Meninggal Saat Pembaretan

Megapolitan
Proyek Tambal Sulam Sumur Resapan Jakarta dan Instruksi Anies

Proyek Tambal Sulam Sumur Resapan Jakarta dan Instruksi Anies

Megapolitan
UPDATE: Tambah 4 Kasus di Tangsel, 43 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 4 Kasus di Tangsel, 43 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE: Nihil Kasus Baru di Kota Tangerang, 14 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Nihil Kasus Baru di Kota Tangerang, 14 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Senin: Jakarta Hujan Siang-Sore

Prakiraan Cuaca BMKG Senin: Jakarta Hujan Siang-Sore

Megapolitan
Ganjil Genap Depok, Saat Warga Keluhkan Kemacetan di Luar Margonda

Ganjil Genap Depok, Saat Warga Keluhkan Kemacetan di Luar Margonda

Megapolitan
Aturan Masuk Indonesia bagi WNI dan WNA yang Tiba di Bandara Soekarno-Hatta

Aturan Masuk Indonesia bagi WNI dan WNA yang Tiba di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] 29 Sumur Resapan di Lebak Bulus Akan Dilubangi | Uji Coba Ganjil Genap di Depok Timbulkan Kemacetan

[POPULER JABODETABEK] 29 Sumur Resapan di Lebak Bulus Akan Dilubangi | Uji Coba Ganjil Genap di Depok Timbulkan Kemacetan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.