Proyek GOR Koja Distop Sementara hingga Penyelidikan Selesai

Kompas.com - 20/09/2013, 16:22 WIB
Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda DKI Ratiyono

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah roboh pada Kamis (19/9/2013) malam, pengerjaan Gelanggang Olahraga (GOR) Koja di Jakarta Utara diberhentikan sementara. Penghentian proyek dilakukan hingga penyelidikan kasus itu selesai.

Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) DKI Jakarta Ratiyono mengatakan, saat ini Kepolisian Resor Jakarta Utara tengah menyelidiki kejadian tersebut. "Dihentikan sementara dan dipasang police line agar barang bukti tidak rusak saat penyelidikan," kata Ratiyono di Balaikota Jakarta, Jumat (20/9/2013).

Untuk membangun gelanggang itu, kata dia, kontraktor bangunan dipilih melalui lelang pengadaan barang dan jasa. Ratiyono lupa nama perusahaan yang memenangkan lelang tender dan bertanggung jawab penuh atas pengerjaan konstruksi itu. Kontraktor itu bertanggung jawab hingga proyek itu selesai pada Desember 2013.

Ratiyono mengatakan, musibah semalam di luar dugaannya. Ia mengatakan, seluruh pihak, mulai dari kontraktor hingga Disorda DKI, harus bertanggung jawab atas peristiwa yang membuat enam korban luka berat tersebut. Ia berharap polisi dapat memeriksa dan menyelidiki kasus ini lebih lanjut hingga diketahui pihak mana yang lalai dalam mengerjakan konstruksi gedung itu.


"Setelah itu, saya berharap pembangunan dapat diteruskan kembali supaya masyarakat Jakarta Utara memiliki stadion yang memang bisa digunakan," kata Ratiyono.

Ratiyono setuju dengan imbauan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, yang menyarankan kewenangan pembangunan gedung diserahkan kepada Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI. Ia merasa lebih berkompeten dalam mengurusi pembinaan atlet maupun olahraga daripada mengurusi tanah, konstruksi, dan pembangunan. Hanya, kata dia, Undang-Undang Pengadaan Tanah berada di bawah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) masing-masing.

Ratiyono menjelaskan bahwa awalnya GOR Koja merupakan balai rakyat satu lantai. Balai rakyat itu dirobohkan, kemudian dibangun ulang menjadi dua lantai. Ia mengklaim, Disorda DKI secara rutin melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap progres pekerjaan proyek melalui rapat mingguan. Rapat mingguan itu dihadiri unsur Disorda DKI, Dinas Perumahan Gedung Pemda DKI, konsultan perencana, konsultan pelaksana, dan konsultan pengawal.

Untuk pembangunan GOR Koja ini, Disorda DKI telah menganggarkan biaya sebanyak Rp 22 miliar pada APBD DKI 2013. GOR Koja itu dibangun di atas lahan 5.526 meter persegi dengan bangunan dua lantai dan lantai mezzanine pada sayap depan dan belakang.

Berdasarkan surat perintah pengerjaan, proyek itu dikerjakan selama 165 hari kalender, terhitung mulai 3 Juli hingga 14 Desember 2013. Saat ini, progres pembangunan GOR Koja sudah sampai 38,5 persen dari bobot perencanaan sebelumnya 24 persen.

Akibat runtuhnya konstruksi itu, enam pekerja pengecoran mengalami luka-luka. Korban bernama Riyanto (19), Ilyas (48), Sulis (25), Kamir (53), Nadiono (27), dan Suwandi (32). Mereka dirawat di Rumah Sakit Pelabuhan, Jakarta Utara. Dua korban lain mengalami luka ringan karena lari dan meloncat. Pelipis dua pekerja itu terkena goresan. Namun, mereka tidak dirawat intensif di rumah sakit dan langsung diperbolehkan pulang. Adapun seluruh biaya pengobatan diambil alih oleh Pemprov DKI Jakarta.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorLaksono Hari Wiwoho
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Melihat Keseruan Lomba Panjat Pinang di Kanal Banjir Timur...

Melihat Keseruan Lomba Panjat Pinang di Kanal Banjir Timur...

Megapolitan
Napak Tilas Sejarah Indonesia Lewat Penjara Bawah Tanah di Museum Sejarah Jakarta

Napak Tilas Sejarah Indonesia Lewat Penjara Bawah Tanah di Museum Sejarah Jakarta

Megapolitan
HUT ke-74 RI, Panjat Pinang Hingga Penampilan Band di KBT Festival

HUT ke-74 RI, Panjat Pinang Hingga Penampilan Band di KBT Festival

Megapolitan
Pawai Warga Sebabkan Lalu Lintas Tersendat di Jalan Jenderal Soekanto, Pondok Kopi

Pawai Warga Sebabkan Lalu Lintas Tersendat di Jalan Jenderal Soekanto, Pondok Kopi

Megapolitan
Bawa Sabu dan Berusaha Kabur, Seorang Wanita Ditangkap Polisi di Cibubur

Bawa Sabu dan Berusaha Kabur, Seorang Wanita Ditangkap Polisi di Cibubur

Megapolitan
Wartawan Diduga Diintimidasi, Polda Metro Jaya Persilakan Lapor ke Propam

Wartawan Diduga Diintimidasi, Polda Metro Jaya Persilakan Lapor ke Propam

Megapolitan
Pembangunan 53 Taman Maju Bersama Ditargetkan Rampung Akhir 2019

Pembangunan 53 Taman Maju Bersama Ditargetkan Rampung Akhir 2019

Megapolitan
Kendalikan Polusi Udara di DKI, Anies Tanam 100.000 Bougenville

Kendalikan Polusi Udara di DKI, Anies Tanam 100.000 Bougenville

Megapolitan
BMKG: Sepanjang Hari ini DKI Cerah Berawan, Kota Tangerang Cerah

BMKG: Sepanjang Hari ini DKI Cerah Berawan, Kota Tangerang Cerah

Megapolitan
Pagi Ini Kualitas Udara Jakarta Terburuk Ketiga di Dunia

Pagi Ini Kualitas Udara Jakarta Terburuk Ketiga di Dunia

Megapolitan
Jatuh Bangun Hardiyanto Kenneth, Minoritas yang Dapat Kepercayaan Jadi Anggota Baru DPRD DKI

Jatuh Bangun Hardiyanto Kenneth, Minoritas yang Dapat Kepercayaan Jadi Anggota Baru DPRD DKI

Megapolitan
Anies Baswedan Terima Penghargaan dari Purna Paskibraka DKI Jakarta

Anies Baswedan Terima Penghargaan dari Purna Paskibraka DKI Jakarta

Megapolitan
Bersamaan dengan Jakarta Fair, Formula E Direncanakan Digelar Juni 2020

Bersamaan dengan Jakarta Fair, Formula E Direncanakan Digelar Juni 2020

Megapolitan
Kisah Penjual Bendera di Tangsel, Berjualan Demi Lihat Merah Putih Berkibar...

Kisah Penjual Bendera di Tangsel, Berjualan Demi Lihat Merah Putih Berkibar...

Megapolitan
Wali Kota Airin: Perjuangan yang Kita Hadapi Saat Ini Berbeda...

Wali Kota Airin: Perjuangan yang Kita Hadapi Saat Ini Berbeda...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X