Kompas.com - 18/10/2013, 11:14 WIB
Polisi menunjukkan barang bukti yang diduga merupakan foto pernikahan Gatot Supiartono dan Holly Angela Hayu. Barang bukti itu ditunjukkan pada jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (16/10/2013). TRIBUNNEWS/HERUDINPolisi menunjukkan barang bukti yang diduga merupakan foto pernikahan Gatot Supiartono dan Holly Angela Hayu. Barang bukti itu ditunjukkan pada jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (16/10/2013).
EditorAna Shofiana Syatiri


JAKARTA, KOMPAS.com —
Afrian Bondjol, kuasa hukum Gatot, mengatakan sangat tidak mungkin Gatot membunuh Holly, istri sirinya sendiri. Terlebih lagi, pernikahan Gatot dengan Holly pada 2011 di Bandung diketahui oleh istri pertamanya.

"Bahkan, Pak Gatot sangat sedih waktu tahu Holly tewas dibunuh," katanya, Jumat (18/10/2013).

Menurut Afrian, begitu tahu Holly meninggal dunia, Gatot langsung mempercepat kepulangannya dari Australia ke Jakarta. Saat itu, Gatot berada di Australia dalam rangka tugasnya sebagai auditor BPK.

"Esoknya Pak Gatot langsung naik penerbangan ke Jakarta. Sampai di Jakarta, dia langsung ke Semarang di mana jenazah Holly dibawa ke sana," katanya.

Namun, kata Afrian, begitu Gatot tiba di Semarang, jenazah Holly sudah dimakamkan. "Pak Gatot akhirnya ke makam dan mendoakan almarhumah," ujarnya.

Afrian menyatakan, kliennya membantah keras menjadi otak pembunuhan Holly. "Pak Gatot mengakui bahwa Surya, sopirnya, dan Holly istri sirinya. Namun, ia membantah dibilang menjadi otak pembunuhan ini atau terlibat dalam pembunuhan ini," kata Afrian.

Sebelumnya, Gatot Supiartono, pejabat eselon I Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), membantah keras dirinya terlibat atau menjadi otak pembunuhan istri sirinya, Holly Angela Hayu Winanti (37). Walaupun begitu, melalui kuasa hukumnya, Gatot menghormati kewenangan penyidik yang menaikkan statusnya dari saksi menjadi tersangka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Warta Kota
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terkait Utang, Pihak Kelurahan Duri Kepa Disebut Tak Berniat Baik

Terkait Utang, Pihak Kelurahan Duri Kepa Disebut Tak Berniat Baik

Megapolitan
Tagih Utang Rp 264,5 Juta, Warga Cibodas 2 Kali Somasi Kelurahan Duri Kepa Sebelum Lapor Polisi

Tagih Utang Rp 264,5 Juta, Warga Cibodas 2 Kali Somasi Kelurahan Duri Kepa Sebelum Lapor Polisi

Megapolitan
Kumpul di Sekitar Istana Negara, Buruh dan Mahasiswa Serukan 13 Tuntutan ke Jokowi

Kumpul di Sekitar Istana Negara, Buruh dan Mahasiswa Serukan 13 Tuntutan ke Jokowi

Megapolitan
Pasien Covid-19 di RSU Tangsel Tersisa 4 Orang, Sejumlah Nakes Pindah Tugas

Pasien Covid-19 di RSU Tangsel Tersisa 4 Orang, Sejumlah Nakes Pindah Tugas

Megapolitan
Ibu Korban Keracunan Nasi Kotak Lapor Polisi, PSI: Kami Kooperatif, Tidak Lari

Ibu Korban Keracunan Nasi Kotak Lapor Polisi, PSI: Kami Kooperatif, Tidak Lari

Megapolitan
Pencuri Kucing Persia di Depok Batal Dituntut ke Pengadilan, Kejari Sebut Keadilan Restoratif

Pencuri Kucing Persia di Depok Batal Dituntut ke Pengadilan, Kejari Sebut Keadilan Restoratif

Megapolitan
Truk Ekspedisi Raib Dicuri di Tanah Abang, 2 Pelaku Ditangkap Saat Kabur ke Indramayu

Truk Ekspedisi Raib Dicuri di Tanah Abang, 2 Pelaku Ditangkap Saat Kabur ke Indramayu

Megapolitan
RSU Tangsel Kian Lengang, Hanya Ada 4 Pasien Covid-19 yang Dirawat

RSU Tangsel Kian Lengang, Hanya Ada 4 Pasien Covid-19 yang Dirawat

Megapolitan
Keluhan Warga soal Parkir di Minimarket, Tukang Parkir Tiba-tiba Muncul Saat Kendaraan Hendak Keluar Saja

Keluhan Warga soal Parkir di Minimarket, Tukang Parkir Tiba-tiba Muncul Saat Kendaraan Hendak Keluar Saja

Megapolitan
Kasus Kabur dari Karantina Naik ke Penyidikan, Rachel Vennya Bakal Diperiksa Polisi Pekan Depan

Kasus Kabur dari Karantina Naik ke Penyidikan, Rachel Vennya Bakal Diperiksa Polisi Pekan Depan

Megapolitan
RS Minta Pemerintah Tak Hanya Turunkan Tarif PCR, tapi Juga Harga Reagen

RS Minta Pemerintah Tak Hanya Turunkan Tarif PCR, tapi Juga Harga Reagen

Megapolitan
Warga Marah Merasa Dipermainkan soal Harga Tes PCR, Ini Jawaban Rumah Sakit

Warga Marah Merasa Dipermainkan soal Harga Tes PCR, Ini Jawaban Rumah Sakit

Megapolitan
Tepergok Tak Berbusana Bareng PSK, 2 Anggota Satpol PP Kota Tangerang Diperiksa Inspektorat

Tepergok Tak Berbusana Bareng PSK, 2 Anggota Satpol PP Kota Tangerang Diperiksa Inspektorat

Megapolitan
YLKI: Mana Mungkin Penumpang Bus Disuruh Bayar Tes PCR yang Lebih Mahal dari Harga Tiket?

YLKI: Mana Mungkin Penumpang Bus Disuruh Bayar Tes PCR yang Lebih Mahal dari Harga Tiket?

Megapolitan
YLKI Pertanyakan Struktur Harga Tes PCR dan Persentase Profit Penyedia Jasa

YLKI Pertanyakan Struktur Harga Tes PCR dan Persentase Profit Penyedia Jasa

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.