Kompas.com - 15/11/2013, 11:52 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat membuka Lebaran Betawi di Silang Monas, Jakarta, Minggu (1/9/2013). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat membuka Lebaran Betawi di Silang Monas, Jakarta, Minggu (1/9/2013).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Sabar Gorky (45), atlet panjat tebing yang hanya memiliki satu kaki, meminta izin kepad Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk memanjat Monumen Nasional atau Monas, Jakarta pada 8 Desember 2013 mendatang.

Kepada wartawan usai bertemu gubernur, pria yang jadi cacat lantaran kecelakaan kereta api tahun 1990 silam mengatakan, aksi panjat Monas itu merupakan bentuk motivasi dan dukungan bagi seluruh masyarakat, terutama para penyandang disabilitas.

"Saat ini,orang-orang Indonesia sedang krisis. Banyak orang yang sedikit-sedikit terjun payung, tapi tidak pakai peralatan (bunuh diri). Saya mau tunjukan bahwa hidup itu tidak selebar daun kelor dan ada yang diperjuangkan," ujarnya, Jumat (15/11/2013).

Sabar mengatakan, dalam pertemuan sekitar 20 menit dengan Jokowi, sang gubernur mengizinkan ia memanjat tugu setinggi 135 meter tersebut pada waktu yang telah dipersiapkannya.

Untuk bisa mencapai tugu Monas, Sabar telah mempersiapkan sejumlah peralatan. Dia mempersiapkan dua skenario memanjat, yakni teknik jumaring, mendaki dengan satu tali dan rope access system, mendaki dengan dua tali. Masing-masing skenario tetap dilengkapi pengaman (full body harness) atau sabuk pengaman.

Teknik jumaring, Sabar menjelaskan, digunakan untuk satu orang pemanjat. Sedangkan, rope access system digunakan dua pendaki.

Sabar sempat meminta agar Jokowi ikut dalam memanjat Monas bersamanya. Lantas, apa jawaban Jokowi? "Lihat dulu ya. Kalau beliau (Sabar) kan jagonya. Dulu waktu muda bisa saya tapi manjatnya lain," ujar Jokowi sambil tertawa.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tunggu Hasil Analisa Sampel Bangunan SMA 96 Jakarta yang Roboh

Polisi Tunggu Hasil Analisa Sampel Bangunan SMA 96 Jakarta yang Roboh

Megapolitan
Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga

Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga

Megapolitan
Bandar Narkoba yang Tabrak Polisi Ditangkap di Kendal

Bandar Narkoba yang Tabrak Polisi Ditangkap di Kendal

Megapolitan
Mobil Putar Arah Bikin Macet di Jalan Palmerah Utara, Sudinhub Jakbar Akan Tutup dengan Barrier

Mobil Putar Arah Bikin Macet di Jalan Palmerah Utara, Sudinhub Jakbar Akan Tutup dengan Barrier

Megapolitan
Klarifikasi Jakpro soal Penentuan Lokasi Sirkuit Formula E Jakarta

Klarifikasi Jakpro soal Penentuan Lokasi Sirkuit Formula E Jakarta

Megapolitan
Bangunan di Atas Saluran Air Kemang Belum Seluruhnya Dibongkar, Camat Minta Pemilik Tambah Pekerja

Bangunan di Atas Saluran Air Kemang Belum Seluruhnya Dibongkar, Camat Minta Pemilik Tambah Pekerja

Megapolitan
Pemuda Pancasila Akui 16 Tersangka Ricuh Demo di DPR/MPR Anggota Aktif

Pemuda Pancasila Akui 16 Tersangka Ricuh Demo di DPR/MPR Anggota Aktif

Megapolitan
Anies Sebut Formula Pengupahan Saat Ini Tak Cocok untuk Jakarta

Anies Sebut Formula Pengupahan Saat Ini Tak Cocok untuk Jakarta

Megapolitan
PTM Terbatas di Depok Dimulai Lagi Besok

PTM Terbatas di Depok Dimulai Lagi Besok

Megapolitan
Klaster PTM Terbatas di Kota Bogor, 24 Orang Positif Covid-19

Klaster PTM Terbatas di Kota Bogor, 24 Orang Positif Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Hanya 2 dari 30 Kelurahan yang Nihil Kasus

Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Hanya 2 dari 30 Kelurahan yang Nihil Kasus

Megapolitan
LPSK: Kasus Pelecehan Seksual terhadap Anak Naik Tajam, Diduga Efek Pandemi Covid-19

LPSK: Kasus Pelecehan Seksual terhadap Anak Naik Tajam, Diduga Efek Pandemi Covid-19

Megapolitan
Polisi yang Dianiaya Oknum Anggota Pemuda Pancasila Membaik, Segera Pulang

Polisi yang Dianiaya Oknum Anggota Pemuda Pancasila Membaik, Segera Pulang

Megapolitan
Pelecehan Seksual Anak di Depok Marak Terjadi, Tigor: Status Kota Layak Anak Harus Dicabut

Pelecehan Seksual Anak di Depok Marak Terjadi, Tigor: Status Kota Layak Anak Harus Dicabut

Megapolitan
Sisa Seorang Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Sisa Seorang Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.