Polisi Tak Akan Keluarkan SP3 Sebelum Flo Muncul

Kompas.com - 21/11/2013, 16:16 WIB
Adiguna Sutowo bersama Piyu, menggelar jumpa pers untuk klarifikasi kasus perusakan rumah Adiguna Sutowo, di De Hub Cafe, Thamrin City, Jakarta Pusat, Senin (28/10/2013), Dalam pemberitaan, kasus tersebut membawa-bawa nama isteri Piyu, dalam kesempatan itu keduanya menyatakan itu tidak benar.  Warta Kota/Nur IchsanAdiguna Sutowo bersama Piyu, menggelar jumpa pers untuk klarifikasi kasus perusakan rumah Adiguna Sutowo, di De Hub Cafe, Thamrin City, Jakarta Pusat, Senin (28/10/2013), Dalam pemberitaan, kasus tersebut membawa-bawa nama isteri Piyu, dalam kesempatan itu keduanya menyatakan itu tidak benar.
EditorEko Hendrawan Sofyan

JAKARTA, KOMPAS.com — Vika Dewayani, istri kedua pengusaha Adiguna Sutowo, sudah melakukan pencabutan laporan atas kasus perusakan mobil dan pagar rumahnya di kawasan Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur, yang dilakukan Flo alias Anastasia Florina Limasnax, istri gitaris band Padi, Piyu.

Surat kesepakatan damai antara keluarga Flo dan pihak Vika sudah diterima penyidik kepolisian. Namun, polisi tidak serta-merta menutup dan menghentikan kasus ini, sebelum melakukan pemeriksaan terhadap Flo.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto menuturkan, pihaknya sudah menerima surat kesepakatan damai antara Vika dan pihak keluarga Flo.

Surat kesepakatan damai tersebut, katanya, ditandatangani Vika sebagai pelapor atau korban, beserta kuasa hukumnya, serta pihak keluarga Flo, yakni ayah Flo, Frans Limasnax, ibunda Flo, dan saudara Flo.

"Ada surat kesepakatan damai yang kami terima, Rabu kemarin. Isinya permohonan maaf keluarga Flo kepada Vika dan bersedia mengganti semua kerusakan yang ditimbulkan. Kemudian dari Vika memaafkan. Dari situ semua pihak setuju dan selanjutnya ditindaklanjuti dengan pencabutan laporan di kepolisian," papar Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Kamis (21/11/2013).

Menurut Rikwanto, walaupun ada surat kesepakatan damai yang ditindaklanjuti dengan pencabutan laporan, pihaknya tidak bisa mengeluarkan surat perintah pemberhentian penyidikan (SP3) untuk menghentikan kasus ini, sebelum memeriksa kembali pihak yang berperkara, terutama Flo.

"Ini karena penyidik harus berkeyakinan kalau kesepakatan damai ini benar-benar terjadi tanpa rekayasa atau intimidasi atau hal lainnya," katanya.

Untuk itu, polisi, kata Rikwanto, sudah meminta keluarga Flo untuk menghadirkan Flo agar diperiksa oleh penyidik supaya SP3 bisa diterbitkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saat ini Flo masih tetap tersangka dan tetap kami cari. Namun dengan adanya surat kesepakatan damai, perlakuan padanya akan berbeda saat pemeriksaan nanti, jika Flo hadir," kata Rikwanto.

Ia menjelaskan, kehadiran Flo sangat diperlukan agar upaya damai serta SP3 bisa terealisasi dan terwujud. "Apakah kehadiran Flo nanti karena keluarga yang menghadirkan atau karena penyidik yang mendapatkannya di lapangan, kita lihat nanti," katanya.

Karena itu, kata Rikwanto, untuk sementara walaupun surat kesepakatan damai diterima dan pencabutan laporan dilakukan, penyidik tetap memproses kasusnya karena penyidik belum memiliki keyakinan yang bisa dipertanggungjawabkan bahwa pihak yang berperkara sudah benar-benar damai.

Pemeriksaan terhadap Flo nantinya, kata Rikwanto, bisa saja dihadapkan bersama-sama dengan Vika di depan penyidik ataupun tidak. "Minimal penyidik memeriksa Flo," ujarnya.

Selain itu, kata Rikwanto, pihaknya juga akan memeriksa Vika kembali terkait kesepakatan damai ini pada Senin (25/11/2013).

Kepada Vika, akan ditanyakan sebab musabab dan alasan perdamaian terjadi atau alasan ia mencabut laporan. "Ini untuk memastikan tidak ada intimidasi atau paksaan atau rekayasa. Intinya penyidik mau memastikan bahwa perdamaian datang dari hati yang paling dalam," katanya.

Menurut Rikwanto, awalnya polisi menjadwalkan akan memeriksa Vika, Jumat (22/11/2013). "Namun, kuasa hukumnya minta diundur Senin, dan kami penuhi," ujar Rikwanto.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Babak Baru Pemecatan Viani Limardi, Akan Gugat PSI Rp 1 Triliun

Babak Baru Pemecatan Viani Limardi, Akan Gugat PSI Rp 1 Triliun

Megapolitan
Fakta Pembunuhan Paranormal di Tangerang: Berawal Selingkuh hingga Sewa Pembunuh Bayaran

Fakta Pembunuhan Paranormal di Tangerang: Berawal Selingkuh hingga Sewa Pembunuh Bayaran

Megapolitan
Misteri Kematian Pemuda di Teluknaga, Berawal Dendam Pelaku hingga Pengeroyokan

Misteri Kematian Pemuda di Teluknaga, Berawal Dendam Pelaku hingga Pengeroyokan

Megapolitan
Pemkot Depok Kebut Normalisasi Situ Jatijajar, Bojongsari, dan Pengarengan Jelang Musim Hujan

Pemkot Depok Kebut Normalisasi Situ Jatijajar, Bojongsari, dan Pengarengan Jelang Musim Hujan

Megapolitan
Hampir Semua PAUD di Depok Diklaim Siap Sekolah Tatap Muka

Hampir Semua PAUD di Depok Diklaim Siap Sekolah Tatap Muka

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Rabu: Sebagian Jakarta dan Bodebek Kemungkinan Hujan Jelang Sore

Prakiraan Cuaca BMKG Rabu: Sebagian Jakarta dan Bodebek Kemungkinan Hujan Jelang Sore

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Viani Limardi Tuntut PSI Rp 1 Triliun | Komplotan Perampok Beraksi di Cilandak KKO

[POPULER JABODETABEK] Viani Limardi Tuntut PSI Rp 1 Triliun | Komplotan Perampok Beraksi di Cilandak KKO

Megapolitan
Tak Ditilang, Perempuan di Tangerang Diminta Nomor Telepon Lalu Terus Dihubungi Polisi

Tak Ditilang, Perempuan di Tangerang Diminta Nomor Telepon Lalu Terus Dihubungi Polisi

Megapolitan
UPDATE: Tambah 73 Kasus di Depok, 2 Pasien Covid-19 Meninggal

UPDATE: Tambah 73 Kasus di Depok, 2 Pasien Covid-19 Meninggal

Megapolitan
UPDATE: Tambah 8 Kasus di Kota Tangerang, 94 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 8 Kasus di Kota Tangerang, 94 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Hippindo: Kalau Sertifikasi CHSE Gratis Tanpa biaya, Kami Tak Masalah

Hippindo: Kalau Sertifikasi CHSE Gratis Tanpa biaya, Kami Tak Masalah

Megapolitan
Sidang Hoaks Babi Ngepet di Depok, Saksi Mulanya Tak Tahu Barang yang Diambilnya Babi

Sidang Hoaks Babi Ngepet di Depok, Saksi Mulanya Tak Tahu Barang yang Diambilnya Babi

Megapolitan
ART di Kebon Jeruk Curi Brankas Majikannya Saat Ditinggal ke Luar Negeri

ART di Kebon Jeruk Curi Brankas Majikannya Saat Ditinggal ke Luar Negeri

Megapolitan
UPDATE 28 September: Tambah 15 Kasus Covid-19 dan 10 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 28 September: Tambah 15 Kasus Covid-19 dan 10 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Pengakuan Pencuri Motor di Bekasi: Gaji Rp 2 Juta Kurang buat Kebutuhan Sehari-hari

Pengakuan Pencuri Motor di Bekasi: Gaji Rp 2 Juta Kurang buat Kebutuhan Sehari-hari

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.