Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Polisi Pesta Narkoba di Depok, Pengamat: Harus Dipecat Tidak Hormat

Kompas.com - 25/04/2024, 13:25 WIB
Zintan Prihatini,
Jessi Carina

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat Kepolisian Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto berpendapat, anggota Polda Metro Jaya yang terlibat pesta narkoba harus segera disidang etik dan disanksi berupa pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).

Untuk diketahui, ada empat anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya yang ditangkap karena mengonsumsi narkoba di Cimanggis, Depok.

"Bagi personel Polri yang terlibat dalam kejahatan narkoba, entah sebagai pengguna apalagi pengedar yang harus dilakukan institusi jelas, segera melakukan sidang etik dan memberi sanksi disiplin berat yakni PTDH," kata Bambang saat dihubungi, Rabu (24/4/2024).

Baca juga: Apesnya Anggota Polres Jaktim: Ikut Ditangkap dalam Pesta Narkoba Oknum Polisi, padahal Tengah Antar Mobil Teman

Setelahnya, proses pidana dapat dilakukan kepada anggota Polri tersebut. Menurut Bambang, hukuman pidana dapat disesuaikan dengan perundang-undangan yang berlaku.

"Yang lebih penting, institusi Polri harus segera melakukan sidang etik dan disiplin untuk memberhentikan pelaku dengan tidak hormat atau dipecat. Hal ini penting untuk menjaga marwah institusi," ungkap dia.

Sanksi internal nantinya akan merujuk pada Peraturan Kepolisian (perpol) Nomor 7 tahun 2022 tentang Kode Etik dan Komisi Etik Polri. Kemudian Peraturan Pemerintan (PP) Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri.

"Yang juga mengatur sanksi PTDH bagi anggota Polri yang melakukan pelanggaran disiplin berat, pidana, dan meninggalkan tugas secara berturut-turut selama 30 hari," jelas Bambang.

Baca juga: Ada di Lokasi yang Sama, Anggota Polres Jaktim Mengaku Tak Tahu Rekan Sesama Polisi Pesta Sabu

Atasan langsung harus ditindak

Bambang menilai, kontrol dan pengawasan belum menjadi sebuah sistem yang diterapkan di kepolisian. Hal ini terbukti dengan adanya kasus serupa yang terus berulang.

"Oknum terlibat narkoba memang bersalah, tetapi kalau sistem kontrol dan pengawasannya berjalan, atasan langsung dari oknum-oknum tersebut juga harus ditindak karena tak mampu melakukan pengawasan yang baik," tutur dia.

Ia menyebut, Perpol Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengawasan Melekat sudah seharusnya dilaksanakan dengan konsisten di institusi Polri.

"Bila tidak dilaksanakan, dampaknya penangkapan-penangkapan oknum yang melanggar cenderung insidentil saja, tanpa ada perbaikan sistem," imbuhnya.

Baca juga: Hasil Tes Urine Negatif, Anggota Polres Jaktim Dibebaskan Usai Ditangkap dalam Pesta Narkoba

Sebelumnya diberitakan, lima anggota polisi ditangkap di daerah Cimanggis karena disinyalir menyalahgunakan narkotika, Jumat (19/4/2024).

Empat di antaranya merupakan anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, dan satu anggota Polres Metro Jakarta Timur.

“Benar, ada lima orang,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi, Minggu (21/4/2024).

Kelimanya kemudian diperiksa oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya. Masing-masing anggota yang ditangkap itu yakni Briptu FAR, Briptu I, Brigadir D, Briptu D, dan Brigadir DN.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly memastikan, Brigadir DN yang merupakan anak buahnya, tidak terlibat saat pesta narkoba.

"Anggota kami atas nama DN tidak terlibat dalam pesta atau penggunaan narkoba karena dapat dibuktikan dengan hasil tes urine dengan hasil negatif dari unsur narkoba," sebut Nicolas.

Lantaran tak terbukti menggunakan ataupun mengedarkan narkoba, DN dibebaskan dari penangkapan dan penahanan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Supian Suri Dilaporkan ke Bawaslu Depok Terkait Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN

Supian Suri Dilaporkan ke Bawaslu Depok Terkait Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN

Megapolitan
Pengamat : Ahok Punya Kelebihan Buat Maju Pilkada DKI 2024

Pengamat : Ahok Punya Kelebihan Buat Maju Pilkada DKI 2024

Megapolitan
Pohon Tumbang Timpa Seorang Pengunjung Tebet Eco Park, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Pohon Tumbang Timpa Seorang Pengunjung Tebet Eco Park, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Megapolitan
Kecelakaan Tewaskan Pengendara Motor di Basura Jaktim, Polisi Masih Selidiki

Kecelakaan Tewaskan Pengendara Motor di Basura Jaktim, Polisi Masih Selidiki

Megapolitan
3 ASN Pemkot Ternate Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Narkoba di Jakarta

3 ASN Pemkot Ternate Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Narkoba di Jakarta

Megapolitan
Kronologi Mobil Tabrakan dengan Pikap dan Motor di Depok, Pengemudi Hilang Kendali

Kronologi Mobil Tabrakan dengan Pikap dan Motor di Depok, Pengemudi Hilang Kendali

Megapolitan
Tembak Kaki Pembunuh Imam Mushala, Polisi: Ada Indikasi Melarikan Diri

Tembak Kaki Pembunuh Imam Mushala, Polisi: Ada Indikasi Melarikan Diri

Megapolitan
Toyota Yaris Tabrak Mobil Pikap dan Motor di Depok, 5 Orang Luka-luka

Toyota Yaris Tabrak Mobil Pikap dan Motor di Depok, 5 Orang Luka-luka

Megapolitan
Demi Kelabui Polisi, Galang Cukur Kumis dan Potong Rambut Usai Bunuh Imam Mushala di Kebon Jeruk

Demi Kelabui Polisi, Galang Cukur Kumis dan Potong Rambut Usai Bunuh Imam Mushala di Kebon Jeruk

Megapolitan
Ditusuk Sedalam 19 Cm, Imam Mushala di Kebon Jeruk Meninggal Saat Dirawat di RS

Ditusuk Sedalam 19 Cm, Imam Mushala di Kebon Jeruk Meninggal Saat Dirawat di RS

Megapolitan
Dharma Pongrekun Ikut Pilkada DKI Jalur Independen, Pengamat : Harus Dapat Simpati Warga Buat Menang

Dharma Pongrekun Ikut Pilkada DKI Jalur Independen, Pengamat : Harus Dapat Simpati Warga Buat Menang

Megapolitan
Polisi Periksa 4 Saksi Kasus Tewasnya Rojali, Korban Penganiayaan di Bogor

Polisi Periksa 4 Saksi Kasus Tewasnya Rojali, Korban Penganiayaan di Bogor

Megapolitan
Supaya Nyaman, Pekerja Harap Debu Tebal di Terminal Kontainer Pelabuhan Tanjung Priok Segera Dibersihkan

Supaya Nyaman, Pekerja Harap Debu Tebal di Terminal Kontainer Pelabuhan Tanjung Priok Segera Dibersihkan

Megapolitan
Peremas Payudara Beraksi di Bojonggede, Korbannya Ibu yang Sedang Gandeng Anak

Peremas Payudara Beraksi di Bojonggede, Korbannya Ibu yang Sedang Gandeng Anak

Megapolitan
Pria Tewas Tertabrak Kereta di Bogor Sempat Tulis Surat Wasiat untuk Keluarga

Pria Tewas Tertabrak Kereta di Bogor Sempat Tulis Surat Wasiat untuk Keluarga

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com