Kompas.com - 12/12/2013, 20:08 WIB
Petugas berusaha mengevakuasi korban di lokasi tabrakan kereta rel listrik (KRL) jurusan Serpong-Tanah Abang dengan truk tangki pengangkut BBM di Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2013). Korban tewas mendapatkan santunan hingga Rp 65 juta per orang. KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNAPetugas berusaha mengevakuasi korban di lokasi tabrakan kereta rel listrik (KRL) jurusan Serpong-Tanah Abang dengan truk tangki pengangkut BBM di Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2013). Korban tewas mendapatkan santunan hingga Rp 65 juta per orang.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Pertamina Patra Niaga memberikan bantuan beasiswa pendidikan kepada anak korban kecelakaan tabrakan antara kereta rel listrik (KRL) dan truk tangki BBM milik Pertamina. Bantuan tersebut ditujukan bagi korban yang tak dapat bekerja secara maksimal, tetapi masih memiliki tanggungan anak.

"Pertamina akan memberikan beasiswa pendidikan hingga jenjang universitas bagi putra-putri yang pemberi nafkah utamanya tidak dapat bekerja maksimal," kata Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Ferdy Novianto dalam keterangan yang diterima wartawan, Kamis (12/12/2013).

Selain memberikan beasiswa, Pertamina juga memberikan santunan dukacita kepada korban meninggal dunia sebesar Rp 25 juta bagi masing-masing korban meninggal dunia. Santunan tersebut telah diberikan secara simbolis kepada pihak keluarga almarhum Sofyan Hadi dan Natalie Naibaho di kediaman mereka masing-masing.

Sementara korban yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) menerima santunan sebesar Rp 5 juta. Setidaknya, terdapat 12 korban yang saat ini masih dirawat di RSPP. Bantuan serupa, dikatakan Ferdy, juga diberikan Pertamina kepada korban yang saat ini masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Ia menambahkan, Pertamina menjamin seluruh biaya perawatan pasien hingga mereka keluar dari rumah sakit atau yang harus menjalani rawat jalan. "Kami menyatakan simpati dan belasungkawa atas kejadian kecelakaan yang terjadi pada Senin lalu tersebut," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, tujuh nyawa melayang dalam kecelakaan tersebut. Polisi masih melakukan penyelidikan penyebab terjadinya kecelakaan, apakah palang pintu tersebut sudah tertutup ketika truk melintas, ataukah truk sudah melintas baru palang tertutup.

Polisi telah meminta keterangan dari sejumlah saksi baik dari warga maupun dari penjaga pintu pelintasan kereta. Namun, sampai saat ini, keterangan dari sopir dan kernet truk belum berhasil diperoleh lantaran keduanya masih menjalani perawatan intensif akibat mengalami luka yang cukup serius.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Klaim Angka Kematian Pasien Covid-19 Turun, Begini Faktanya

Pemprov DKI Klaim Angka Kematian Pasien Covid-19 Turun, Begini Faktanya

Megapolitan
Pengemudi BMW Kabur Setelah Isi Bensin Full Tank, Petugas SPBU Ganti Rugi Rp 602.000

Pengemudi BMW Kabur Setelah Isi Bensin Full Tank, Petugas SPBU Ganti Rugi Rp 602.000

Megapolitan
Polisi: Penimbunan Obat Pasien Covid-19 oleh PT ASA atas Motif Ekonomi Direktur dan Komisaris

Polisi: Penimbunan Obat Pasien Covid-19 oleh PT ASA atas Motif Ekonomi Direktur dan Komisaris

Megapolitan
Isi Bensin hingga Full Tank di SPBU Kodam Bintaro, Pengemudi BMW Langsung Kabur Tak Bayar Tagihan

Isi Bensin hingga Full Tank di SPBU Kodam Bintaro, Pengemudi BMW Langsung Kabur Tak Bayar Tagihan

Megapolitan
KAI Daop 1 Batasi Penumpang Kereta Jarak Jauh Usia di Bawah 12 Tahun

KAI Daop 1 Batasi Penumpang Kereta Jarak Jauh Usia di Bawah 12 Tahun

Megapolitan
Jakarta Mulai Vaksinasi Covid-19 Dosis 3 untuk Tenaga Kesehatan

Jakarta Mulai Vaksinasi Covid-19 Dosis 3 untuk Tenaga Kesehatan

Megapolitan
Kasus Penimbunan Obat Covid-19, Direktur dan Komisaris Utama PT ASA Ditetapkan Jadi Tersangka

Kasus Penimbunan Obat Covid-19, Direktur dan Komisaris Utama PT ASA Ditetapkan Jadi Tersangka

Megapolitan
Satgas Covid-19 Tangsel: Kasus Harian Melonjak karena Testing Kian Masif

Satgas Covid-19 Tangsel: Kasus Harian Melonjak karena Testing Kian Masif

Megapolitan
Depot Isi Ulang Oksigen di Setiabudi Kini Makin Sepi, padahal Sempat Gratis

Depot Isi Ulang Oksigen di Setiabudi Kini Makin Sepi, padahal Sempat Gratis

Megapolitan
Selidiki Dugaan Kartel, Polisi Cek Adanya Kesepakatan Harga Antarkrematorium

Selidiki Dugaan Kartel, Polisi Cek Adanya Kesepakatan Harga Antarkrematorium

Megapolitan
Ribuan Kader Dasawisma di Jakpus Dikerahkan Bujuk Warga Ikut Vaksinasi

Ribuan Kader Dasawisma di Jakpus Dikerahkan Bujuk Warga Ikut Vaksinasi

Megapolitan
Kecamatan Kembangan Miliki Tim Pemulasaraan Jenazah Korban Covid-19 di Tiap Kelurahan

Kecamatan Kembangan Miliki Tim Pemulasaraan Jenazah Korban Covid-19 di Tiap Kelurahan

Megapolitan
Pria Beratribut Ojol Curi Spion Mobil di Tebet

Pria Beratribut Ojol Curi Spion Mobil di Tebet

Megapolitan
Polisi: Warga yang Beli Tabung Oksigen dari Facebook ErwanO2 Tolong Lapor, Jangan Digunakan!

Polisi: Warga yang Beli Tabung Oksigen dari Facebook ErwanO2 Tolong Lapor, Jangan Digunakan!

Megapolitan
Pemkot Tangerang Janji Akan Tindak Oknum yang Lakukan Pungli Bansos

Pemkot Tangerang Janji Akan Tindak Oknum yang Lakukan Pungli Bansos

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X