Kompas.com - 26/01/2014, 19:50 WIB
Ilustrasi : Pengendara motor menghindari jalan berlubang di Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (7/2/2013) KOMPAS.com/ROBERTUS BELARMINUSIlustrasi : Pengendara motor menghindari jalan berlubang di Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (7/2/2013)
|
EditorFarid Assifa

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo meminta warga untuk bersabar atas perbaikan jalan rusak dan berlubang. Sebab, perbaikan jalan tersebut harus menunggu musim penghujan selesai. Sedangkan, musim hujan di Jakarta diperkirakan baru akan usai pada akhir Februari atau Maret mendatang.

"Ah.. Nantilah tunggu. Kalau masih hujan begini kan percuma," kata Jokowi di Taman Suropati, Jakarta, Minggu (26/1/2014).

Kendati demikian, Jokowi mengharapkan tak ada korban berjatuhan akibat rusaknya jalan di ibu kota. Ia mengakui, permasalahan jalan rusak sulit diatasi sejak dulu. Namun, setelah adanya perjanjian kerja sama pembelian barang melalui e-katalog oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), permasalahan itu menemui titik terang.

Nantinya, semua peralatan yang mendukung upaya perwujudan zero hole di Jakarta akan dibeli melalui e-katalog. Seperti hotmix, mesin, aspal, maupun beton. Melalui penggunaan e-katalog, DKI tak perlu lagi memusingkan permasalahan lelang tender perusahaan mana yang akan menambal sulam jalan tersebut.

"Tapi ya, balik lagi harus menunggu hujannya selesai dulu. Membetulkan aspal enggak ada artinya, karena akan ngelotok lagi," kata Jokowi.

Pada kesempatan berbeda, Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta meminta masyarakat untuk maklum masih banyak jalan berlubang dan rusak di ibu kota. Kepala Dinas PU DKI Jakarta, Manggas Rudy Siahaan membandingkan kualitas jalan Jakarta dengan internasional. Menurut dia, kualitas jalan ibu kota masih rendah, sehingga mudah rusak.

Untuk menanggulangi kerusakan jalan, rencananya secara bertahap semua jalan di Jakarta akan dibeton. Selain karena terendam banjir, jalan rusak sering kali disebabkan oleh beban tonase yang berlebihan. Sehingga jalan tidak mampu menahan beban.

Dinas PU DKI Jakarta pun telah menganggarkan betonisasi jalan dalam APBD DKI 2014. Melalui penggunaan beton, kata Manggas, harganya lebih terjangkau dan kualitas lebih baik dibanding menggunakan hotmix.

"Kadang-kadang secara kasat mata bagus, tapi jalan itu selalu dilintasi oleh kendaraan secara berulang. Intinya, saya minta kepada kawan-kawan di Sudin jangan sampai tunggu jalan rusak dahulu," katanya.

Dinas PU DKI mencatat, jalan rusak di Jakarta Pusat seluas 3.871 m2 atau 0,11 persen dari total luas jalan di wilayah itu, yakni 3,4 juta m2. Wilayah Jakarta Utara mengalami kerusakan jalan terluas, yakni 80.557 m2, atau 2,07 persen dari total 3,9 juta m2 di wilayah tersebut.

Di Jakarta Barat, luas jalan rusak 14.625 m2 atau 0,25 persen dari luas total 5,7 juta m2. Adapun kerusakan di Jakarta Selatan seluas 16.585 m2 atau 0,54 persen dari total 9,1 juta m2. Di Jakarta Timur, luas jalan rusak 24.760 m2 atau 0,38 persen dari total 6,5 juta m2.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, jalan berlubang pasca-banjir masih menyebar di hampir seluruh titik Jakarta. Misalnya Jalan Panjang, Tebet, Abdullah Syafei, Jalan Kebagusan, depan UKI Cawang, Tubagus Angke, Daan Mogot, Tanjung Priok, dan sebagainya.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Beragam Pengetatan Aturan Keluar-Masuk Jakarta Jelang dan Usai Lebaran

Beragam Pengetatan Aturan Keluar-Masuk Jakarta Jelang dan Usai Lebaran

Megapolitan
Warga Johar Baru Sering Tawuran, Jembatan 'Disalahkan' dan Harus Ditutup

Warga Johar Baru Sering Tawuran, Jembatan "Disalahkan" dan Harus Ditutup

Megapolitan
Lokasi Tes Genose C19 di Jakarta sebagai Syarat Perjalanan

Lokasi Tes Genose C19 di Jakarta sebagai Syarat Perjalanan

Megapolitan
[Update 22 April]: Kasus Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 23 Pasien

[Update 22 April]: Kasus Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 23 Pasien

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Saat Mako Brimob Diserbu Tahanan Teroris: 5 Polisi dan 1 Napi Tewas

[POPULER JABODETABEK] Saat Mako Brimob Diserbu Tahanan Teroris: 5 Polisi dan 1 Napi Tewas

Megapolitan
Kabupaten Bekasi Catat 35 Kasus Baru Covid-19, Kamis Kemarin

Kabupaten Bekasi Catat 35 Kasus Baru Covid-19, Kamis Kemarin

Megapolitan
Sebuah Mobil Tabrak Pembatas Jalur Sepeda di Sudirman karena Gagal Menyalip

Sebuah Mobil Tabrak Pembatas Jalur Sepeda di Sudirman karena Gagal Menyalip

Megapolitan
KRI Nanggala Hilang Kontak, Keluarga di Depok Berharap Kolonel Harry Selamat

KRI Nanggala Hilang Kontak, Keluarga di Depok Berharap Kolonel Harry Selamat

Megapolitan
Kasus Aktif Covid-19 di Depok Naik Lagi Jadi 1.707 Pasien

Kasus Aktif Covid-19 di Depok Naik Lagi Jadi 1.707 Pasien

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Cerah Berawan

Megapolitan
8 Aturan Warga Jakarta yang Hendak Keluar Kota di Masa Pengetatan dan Larangan Mudik

8 Aturan Warga Jakarta yang Hendak Keluar Kota di Masa Pengetatan dan Larangan Mudik

Megapolitan
'Radhar Panca Dahana Itu 'Orang Gila', Pikirannya Gila, Visioner...'

"Radhar Panca Dahana Itu 'Orang Gila', Pikirannya Gila, Visioner..."

Megapolitan
Buntut Konten Tiktok Persalinan, Majelis Etik IDI Siapkan Fatwa Etika Bermedia Sosial untuk Dokter

Buntut Konten Tiktok Persalinan, Majelis Etik IDI Siapkan Fatwa Etika Bermedia Sosial untuk Dokter

Megapolitan
Teladan dari Radhar Panca Dahana, Tetap Gigih Menafkahi Keluarga meski Badan Sudah Ringkih

Teladan dari Radhar Panca Dahana, Tetap Gigih Menafkahi Keluarga meski Badan Sudah Ringkih

Megapolitan
Pesona Masjid Asmaul Husna, Rumah Ibadah Berselimut Kaligrafi Kufi di Tangerang...

Pesona Masjid Asmaul Husna, Rumah Ibadah Berselimut Kaligrafi Kufi di Tangerang...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X