Kompas.com - 20/03/2014, 16:18 WIB
Toko furnitur di Jalan Nausah, Tambun Timur, Bekasi, yang terbakar, Rabu (19/3/2014). KOMPAS.COM/JESSI CARINAToko furnitur di Jalan Nausah, Tambun Timur, Bekasi, yang terbakar, Rabu (19/3/2014).
Penulis Jessi Carina
|
EditorKistyarini

BEKASI, KOMPAS.com
- Tim Pusat Laboratorium dan Forensik (Puslabfor) Polri melakukan olah tempat kejadian perkara toko furnitur di Tambun Utara, Bekasi, yang terbakar,  Kamis (20/3/2014).

"Barang yang diamankan adalah botol plastik dan abu arang. Keduanya ditemukan dalam kamar," ujar Kapolsek Tambun Komisaris Polisi Indra Arya Yudha, di lokasi kejadian. Botol tersebut diduga pernah digunakan sebagai wadah bensin.

Indra mengungkapkan, bau bensin yang kuat tercium dari kamar yang ditempati ketiga korban, masing-masing Sheren (5), Tiffany (3), serta ibu mereka Monalisa. Kamar itu juga penuh abu dan arang sisa kebakaran. Barang yang paling hangus adalah kasur.

"Masih terlalu prematur untuk menyatakan apa dan bagaimana. Kami tunggu hasil dari Puslabfor," ujarnya.

Indra mengungkapkan, polisi sudah meminta keterangan Tjong Kiet Khiong, pemilik toko yang juga suami Monalisa dan ayah Sheren serta Tiffany. Tjong sendiri masih dalam kondisi shock karena kedua putrinya itu meninggal dan istrinya masih kritis akibat kebakaran tersebut.

Seperti diberitakan, ketika kebakaran terjadi, Sheren dan Tiffany berada di rumah bersama Monalisa. Saat itu, suami Monalisa, Tjong Kiet Khiong (38), mengantar dua anak mereka yang lain ke sekolah di Duren Jaya, Bekasi Timur.

Menurut keterangan tetangga, Pangi (45), warga semula tidak mengetahui adanya kejadian itu. "Tahunya waktu pemilik toko buka rolling door, ternyata keluar asap tebal. Dia langsung teriak minta tolong," kata Pangi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sheren dan Tiffany, kata Pangi, dibawa ke puskesmas terdekat, sementara Monalisa dilarikan ke RSUD Bekasi. Namun, kedua bocah itu meninggal sebelum mendapat penanganan medis.

Tadi malam, Monalisa dipindahkan ke RS Kramat Jati. Begitu pun kedua anaknya yang tewas. Jenazahnya berada di RS Kramat Jati untuk diotopsi.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Syarat PCR Buat Naik Kereta, Warga: Enggak Masalah Kalau di Bawah Rp 100.000

Syarat PCR Buat Naik Kereta, Warga: Enggak Masalah Kalau di Bawah Rp 100.000

Megapolitan
Cegah Kecelakaan Kembali Terjadi, Transjakarta Diminta Pastikan Kesehatan Sopir

Cegah Kecelakaan Kembali Terjadi, Transjakarta Diminta Pastikan Kesehatan Sopir

Megapolitan
Depresi karena Sakit, Pria 29 Tahun Berupaya Lompat dari Lantai 4 RS di Menteng

Depresi karena Sakit, Pria 29 Tahun Berupaya Lompat dari Lantai 4 RS di Menteng

Megapolitan
Wacana Wajib Bawa Tes PCR, Penumpang Bus: Jangan Sampai Masyarakat Terbebani

Wacana Wajib Bawa Tes PCR, Penumpang Bus: Jangan Sampai Masyarakat Terbebani

Megapolitan
Korban Tewas Kecelakaan Bus Transjakarta, Baru Antar Lamaran Kerja dan Hendak Menemui Anak

Korban Tewas Kecelakaan Bus Transjakarta, Baru Antar Lamaran Kerja dan Hendak Menemui Anak

Megapolitan
Ditinggal Penghuni Keluar Kota, Rumah di Kompleks Batan Indah Tangsel Kebakaran

Ditinggal Penghuni Keluar Kota, Rumah di Kompleks Batan Indah Tangsel Kebakaran

Megapolitan
Mulai Besok Polisi Sanksi Tilang Pelanggar Ganjil-Genap

Mulai Besok Polisi Sanksi Tilang Pelanggar Ganjil-Genap

Megapolitan
Curanmor di Cengkareng, Pelaku Terekam CCTV Sedang Dorong Motor Curian

Curanmor di Cengkareng, Pelaku Terekam CCTV Sedang Dorong Motor Curian

Megapolitan
Turap Longsor di Tapos Depok Halangi Aliran Kali, 3 RW Terancam Banjir

Turap Longsor di Tapos Depok Halangi Aliran Kali, 3 RW Terancam Banjir

Megapolitan
Polres Pelabuhan Tanjung Priok Kembalikan Mobil Milik Korban Penggelapan

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Kembalikan Mobil Milik Korban Penggelapan

Megapolitan
Hujan Lebat, Jalan DI Panjaitan Tergenang, Arus Lalu Lintas Tersendat

Hujan Lebat, Jalan DI Panjaitan Tergenang, Arus Lalu Lintas Tersendat

Megapolitan
Polisi Tangkap Joki Penjambret Ponsel Milik Pesepeda yang Gowes di Sudirman

Polisi Tangkap Joki Penjambret Ponsel Milik Pesepeda yang Gowes di Sudirman

Megapolitan
Penumpang Moda Transportasi Wajib PCR, PO Bus di Terminal Poris Plawad Berkeberatan

Penumpang Moda Transportasi Wajib PCR, PO Bus di Terminal Poris Plawad Berkeberatan

Megapolitan
KRL Lindas Motor di Tanah Abang, Polisi: Yang Salah 'Pak Ogah'

KRL Lindas Motor di Tanah Abang, Polisi: Yang Salah "Pak Ogah"

Megapolitan
Didatangi Orang Mengaku dari PSI, Ibu Korban Keracunan Nasi Kotak Geram Ditanya Untung Rugi Lapor Polisi

Didatangi Orang Mengaku dari PSI, Ibu Korban Keracunan Nasi Kotak Geram Ditanya Untung Rugi Lapor Polisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.