Ribuan Surat Suara di Tangsel Rusak

Kompas.com - 21/03/2014, 12:32 WIB
KPUD Tangerang Selatan memanfaatkan Gedung Serba Guna Kecamatan Pondok Aren untuk melakukan sortir dan pelipatan surat suara, Jumat (21/3/2014). Yohanes Debrito NeonnubKPUD Tangerang Selatan memanfaatkan Gedung Serba Guna Kecamatan Pondok Aren untuk melakukan sortir dan pelipatan surat suara, Jumat (21/3/2014).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - KPUD Kota Tangerang Selatan mencatat lebih dari 2.000 lembar surat suara pemilu rusak. Penyebabnya karena salah cetak, sobek atau terkena tinta.

"Saat ini sudah lebih dari 2.000 surat suara yang rusak. Kami sudah melaporkan hal ini ke KPUD Banten," kata Sam'ani, anggota Divisi Umum dan Logistik KPUD Tangerang Selatan di Gedung Serba Guna Kecamatan Pondok Aren, Jumat (21/3/2014).

Sam'ani menjelaskan, kerusakan surat suara ini  bisa menghambat proses distribusi logistik pemilu. Bahkan, dikhawatirkan tidak mencukupi jumlah Daftar pemilih Tetap (DPT) Kota Tangerang Selatan yang mencapai 938.242 orang.

"Teorinya kan, jumlah surat suara dicetak sama dengan jumlah DPT plus dua persen sebagai cadangan. Dicetak enggak boleh lebih dan gak boleh kurang. Jadi, bila surat suara banyak yang rusak, maka ini jadi masalah," lanjutnya.

Menurutnya, pihak KPUD Tangsel sudah berkoordinasi dengan KPUD Banten. Masalah ini akan dilaporkan ke KPU Pusat sehingga surat suara yang rusak dapat diganti.

KPUD Tangsel saat ini sedang melakukan proses sortir dan pelipatan kertas suara. Kegiatan ini direncanakan selesai pada 26 Maret 2014 sehingga proses distribusi dapat dilakukan sebelum akhir Maret ini. Untuk itu, KPUD Tangsel berharap masalah ini dapat segera diatasi, sehingga tidak menganggu distribusi dan kurangnya surat suara pada pemilu nantinya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kafe di Bekasi Bandel soal Protokol Kesehatan, Longgarnya Pengawasan Pemkot?

Kafe di Bekasi Bandel soal Protokol Kesehatan, Longgarnya Pengawasan Pemkot?

Megapolitan
Sempat Zona Oranye, Depok Kembali Masuk Zona Merah Covid-19

Sempat Zona Oranye, Depok Kembali Masuk Zona Merah Covid-19

Megapolitan
UPDATE 29 September: Bertambah 130 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 1.275 Pasien Masih Ditangani

UPDATE 29 September: Bertambah 130 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 1.275 Pasien Masih Ditangani

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta dan Bogor Cerah

Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta dan Bogor Cerah

Megapolitan
Kampanye, Benyamin - Pilar Tawarkan Program Kota Lestari di Tangsel

Kampanye, Benyamin - Pilar Tawarkan Program Kota Lestari di Tangsel

Megapolitan
Beri Kelonggaran, Pemkot Bogor Izinkan Unit Usaha Beroperasi hingga Jam 21.00 WIB

Beri Kelonggaran, Pemkot Bogor Izinkan Unit Usaha Beroperasi hingga Jam 21.00 WIB

Megapolitan
Satu Pegawai Positif Covid-19, Kantor Sudinakertrans Jaktim Ditutup Sementara

Satu Pegawai Positif Covid-19, Kantor Sudinakertrans Jaktim Ditutup Sementara

Megapolitan
Dua Kelompok Bentrok di Ciledug, 16 Orang Ditangkap

Dua Kelompok Bentrok di Ciledug, 16 Orang Ditangkap

Megapolitan
UPDATE: Tambah 21 Kasus di Tangsel, 102 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 21 Kasus di Tangsel, 102 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Penampungan Sementara Pedagang Korban Kebakaran Pasar Cempaka Putih Segera Dibangun

Penampungan Sementara Pedagang Korban Kebakaran Pasar Cempaka Putih Segera Dibangun

Megapolitan
Wagub Ariza Sebut Warga Jakarta Semakin Patuh Protokol Kesehatan 2 Pekan Terakhir

Wagub Ariza Sebut Warga Jakarta Semakin Patuh Protokol Kesehatan 2 Pekan Terakhir

Megapolitan
Jokowi Sebut Mini Lockdown Lebih Efektif, Wagub DKI: Sudah Kami Laksanakan

Jokowi Sebut Mini Lockdown Lebih Efektif, Wagub DKI: Sudah Kami Laksanakan

Megapolitan
6 Pedagang Pasar Ciplak Setiabudi Positif Covid-19, Dua Orang Meninggal

6 Pedagang Pasar Ciplak Setiabudi Positif Covid-19, Dua Orang Meninggal

Megapolitan
Pasien Isolasi Graha Wisata Ragunan hanya Bisa Beraktivitas di Kamar

Pasien Isolasi Graha Wisata Ragunan hanya Bisa Beraktivitas di Kamar

Megapolitan
Kota Bogor Zona Merah, Pemkot Perpanjang Masa PSBMK

Kota Bogor Zona Merah, Pemkot Perpanjang Masa PSBMK

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X