Gatot Sering Curhat soal Sikap Temperamental Holly

Kompas.com - 24/03/2014, 16:56 WIB
Polisi menunjukkan barang bukti yang diduga merupakan foto pernikahan Gatot Supiartono dan Holly Angela Hayu. Barang bukti itu ditunjukkan pada jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (16/10/2013). TRIBUNNEWS/HERUDINPolisi menunjukkan barang bukti yang diduga merupakan foto pernikahan Gatot Supiartono dan Holly Angela Hayu. Barang bukti itu ditunjukkan pada jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (16/10/2013).
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com — Gatot Supiartono, pejabat nonaktif di Badan Pemeriksa Keuangan, kerap mengeluhkan kelakuan istri sirinya, Holly Anggela Hayu (37), kepada sopirnya, Surya Hakim.

Hal ini disampaikan Jaksa Penuntut Umum Agus Kurniawan dalam sidang perdana para eksekutor Holly, yakni Surya Hakim, Abdul Latief, dan Pago Surya Permana, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (24/3/2014).

Holly, kata Gatot, sering bersikap temperamental. Pada suatu hari, Gatot pernah terlambat datang 10 menit ke apartemen Holly di Kalibata. Keduanya pun bertengkar. Holly dikatakan mengusir Gatot dari apartemennya. Saat hendak keluar, Holly menarik kerah baju Gatot sehingga ia terjatuh. 

Holly kemudian menyeret Gatot hingga baju Gatot lepas. Gatot pun meninggalkan apartemen tanpa baju. Ia lalu meminta tolong kepada tukang sampah di depan apartemen untuk mencarikan baju yang seukuran dengannya.

April 2013, dalam perjalanan dari kantor BPK ke Apartemen Kalibata, Gatot bercerita kepada Surya bahwa ia sudah mulai jenuh dengan Holly. Menurut Gatot, selain bertemperamental tinggi, Holly juga terlalu banyak menuntut. Padahal, dia sudah membelikan mobil Honda CRV dan unit apartemen di Kalibata untuk Holly. Holly dikatakan meminta Gatot menceraikan istrinya.

Gatot dan juga tiga eksekutor itu didakwa dengan Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 (1) tentang Pembunuhan Berencana, dengan ancaman maksimal hukuman mati.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Depok Curhat, Pemprov Jabar Minim Intervensi saat Kasus Covid-19 Melonjak di Bodebek

Depok Curhat, Pemprov Jabar Minim Intervensi saat Kasus Covid-19 Melonjak di Bodebek

Megapolitan
Pemilik Bimbel Jualan Pepes Ikan demi 400 Pengajarnya yang Dirumahkan

Pemilik Bimbel Jualan Pepes Ikan demi 400 Pengajarnya yang Dirumahkan

Megapolitan
Dokter yang Jadi Tersangka Praktik Aborsi Ilegal di Raden Saleh Meninggal

Dokter yang Jadi Tersangka Praktik Aborsi Ilegal di Raden Saleh Meninggal

Megapolitan
Walkot Sebut Satu Hotel di Bekasi Sudah Disetujui BNPB Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Walkot Sebut Satu Hotel di Bekasi Sudah Disetujui BNPB Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Megapolitan
5 Wilayah Jakarta Catat Kasus Kematian akibat Covid-19 Lebih dari 100 Orang, Ini Sebarannya

5 Wilayah Jakarta Catat Kasus Kematian akibat Covid-19 Lebih dari 100 Orang, Ini Sebarannya

Megapolitan
Sebelumnya Rp 32 Miliar, KPU Akan Koreksi Batas Maksimal Dana Kampanye Paslon Pilkada Tangsel

Sebelumnya Rp 32 Miliar, KPU Akan Koreksi Batas Maksimal Dana Kampanye Paslon Pilkada Tangsel

Megapolitan
Ridwan Kamil Mau Tinjau Langsung Penanganan Covid-19 Bodebek, Depok: Selama Ini Kami Tunggu-tunggu

Ridwan Kamil Mau Tinjau Langsung Penanganan Covid-19 Bodebek, Depok: Selama Ini Kami Tunggu-tunggu

Megapolitan
Benyamin-Pilar Setor Rp 526 Juta sebagai Dana Awal Kampanye Pilkada Tangsel

Benyamin-Pilar Setor Rp 526 Juta sebagai Dana Awal Kampanye Pilkada Tangsel

Megapolitan
Ridwan Kamil Akan Berkantor di Depok, Gugus Tugas Covid-19 Mengaku Belum Diberi Tahu

Ridwan Kamil Akan Berkantor di Depok, Gugus Tugas Covid-19 Mengaku Belum Diberi Tahu

Megapolitan
Dituntut Tiga Tahun, Lucinta Luna Jalani Sidang Vonis Hari Ini

Dituntut Tiga Tahun, Lucinta Luna Jalani Sidang Vonis Hari Ini

Megapolitan
Ambulans bagi Pasien Covid-19 Gratis, Begini Prosedurnya

Ambulans bagi Pasien Covid-19 Gratis, Begini Prosedurnya

Megapolitan
PSMBK Kota Bogor, Zona Merah, dan Angka Kematian yang Meningkat

PSMBK Kota Bogor, Zona Merah, dan Angka Kematian yang Meningkat

Megapolitan
Anies Klaim Sudah Sediakan 100 Rumah Sakit Rujukan bagi Pasien Covid-19

Anies Klaim Sudah Sediakan 100 Rumah Sakit Rujukan bagi Pasien Covid-19

Megapolitan
5 dari 20 Daerah dengan Kasus Kematian Covid-19 Lebih dari 100 Ada di Jakarta

5 dari 20 Daerah dengan Kasus Kematian Covid-19 Lebih dari 100 Ada di Jakarta

Megapolitan
Anies: Isolasi Mandiri Bisa Dilakukan Sendiri atau Lewat Fasilitas Pemerintah

Anies: Isolasi Mandiri Bisa Dilakukan Sendiri atau Lewat Fasilitas Pemerintah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X