Kompas.com - 22/05/2014, 13:57 WIB
Rumput dan tanaman di sepanjang Jalan Imam Bonjol, mulai Bundaran Taman Suropati hingga di depan kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/5/20114) siang, rusak. Febrian Fachri/Kompas.comRumput dan tanaman di sepanjang Jalan Imam Bonjol, mulai Bundaran Taman Suropati hingga di depan kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/5/20114) siang, rusak.
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta menjanjikan perbaikan taman di median Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, atau tepatnya di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI rampung dalam tiga hari.

Taman itu rusak akibat ulah para simpatisan dua bakal calon presiden dan wakil presiden Indonesia, Joko Widodo-Jusuf Kalla dan Prabowo Subianto-Hatta Radjasa.

Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Nandar Sunandar mengatakan, pihaknya memperbaiki taman sejak Rabu (21/5/2014) kemarin.

"Jadi, targetnya Jumat (23/5/2014) besok, tamannya sudah rapi lagi. Kemarin tamannya sudah dibersihkan dan dicangkul," kata Nandar, saat dihubungi wartawan, di Jakarta, Kamis (22/5/2014).

Pada kesempatan berbeda, Kepala Seksi Jalur Hijau Jalan Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Jauhar Arifin mengatakan kerusakan di taman Jalan Imam Bonjol tidak terlalu parah. Kerusakannya, di bawah 50 meter, karena bentuk taman tersebut memanjang.

Adapun jenis tanaman yang rusak, yakni rumput, tanaman bakung, dan kana. "Simpatisan mungkin terlalu semangat mendukung capres mereka. Jadi tanamannya diinjak-injak," kata Jauhar.

Kendati demikian, Jauhar enggan memberitahu detail biaya perbaikan kerusakan taman Jalan Imam Bonjol. "Tidak semuanya diganti. Sudah biasa itu, yang namanya tambal sulam di taman itu. Intinya, akan kami perbaiki seperti semula," kata Jauhari.

Taman di Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, mengalami kerusakan akibat terinjak ribuan massa yang mengiringi rombongan Jokowi-JK pada Senin (19/5/2014) lalu dan Prabowo-Hatta pada Selasa (20/5/2014) mendaftar sebagai pasangan capres dan cawapres. Banyak simpatisan yang menerobos jalur hijau demi melihat kedua pasang capres itu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengakuan Dokter Kevin Samuel soal Konten TikTok Kontroversial dan Sanksi dari IDI

Pengakuan Dokter Kevin Samuel soal Konten TikTok Kontroversial dan Sanksi dari IDI

Megapolitan
Beragam Pengetatan Aturan Keluar-Masuk Jakarta Jelang dan Usai Lebaran

Beragam Pengetatan Aturan Keluar-Masuk Jakarta Jelang dan Usai Lebaran

Megapolitan
Warga Johar Baru Sering Tawuran, Jembatan 'Disalahkan' dan Harus Ditutup

Warga Johar Baru Sering Tawuran, Jembatan "Disalahkan" dan Harus Ditutup

Megapolitan
Lokasi Tes Genose C19 di Jakarta sebagai Syarat Perjalanan

Lokasi Tes Genose C19 di Jakarta sebagai Syarat Perjalanan

Megapolitan
[Update 22 April]: Kasus Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 23 Pasien

[Update 22 April]: Kasus Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 23 Pasien

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Saat Mako Brimob Diserbu Tahanan Teroris: 5 Polisi dan 1 Napi Tewas

[POPULER JABODETABEK] Saat Mako Brimob Diserbu Tahanan Teroris: 5 Polisi dan 1 Napi Tewas

Megapolitan
Kabupaten Bekasi Catat 35 Kasus Baru Covid-19, Kamis Kemarin

Kabupaten Bekasi Catat 35 Kasus Baru Covid-19, Kamis Kemarin

Megapolitan
Sebuah Mobil Tabrak Pembatas Jalur Sepeda di Sudirman karena Gagal Menyalip

Sebuah Mobil Tabrak Pembatas Jalur Sepeda di Sudirman karena Gagal Menyalip

Megapolitan
KRI Nanggala Hilang Kontak, Keluarga di Depok Berharap Kolonel Harry Selamat

KRI Nanggala Hilang Kontak, Keluarga di Depok Berharap Kolonel Harry Selamat

Megapolitan
Kasus Aktif Covid-19 di Depok Naik Lagi Jadi 1.707 Pasien

Kasus Aktif Covid-19 di Depok Naik Lagi Jadi 1.707 Pasien

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Cerah Berawan

Megapolitan
8 Aturan Warga Jakarta yang Hendak Keluar Kota di Masa Pengetatan dan Larangan Mudik

8 Aturan Warga Jakarta yang Hendak Keluar Kota di Masa Pengetatan dan Larangan Mudik

Megapolitan
'Radhar Panca Dahana Itu 'Orang Gila', Pikirannya Gila, Visioner...'

"Radhar Panca Dahana Itu 'Orang Gila', Pikirannya Gila, Visioner..."

Megapolitan
Buntut Konten Tiktok Persalinan, Majelis Etik IDI Siapkan Fatwa Etika Bermedia Sosial untuk Dokter

Buntut Konten Tiktok Persalinan, Majelis Etik IDI Siapkan Fatwa Etika Bermedia Sosial untuk Dokter

Megapolitan
Teladan dari Radhar Panca Dahana, Tetap Gigih Menafkahi Keluarga meski Badan Sudah Ringkih

Teladan dari Radhar Panca Dahana, Tetap Gigih Menafkahi Keluarga meski Badan Sudah Ringkih

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X