Kemendikbud Tolak Ajuan Izin JIS untuk Buka Kembali TK

Kompas.com - 25/05/2014, 12:53 WIB
Andri Joseph <andridonalputra@gmail.com> Andri Joseph
|
EditorFarid Assifa

JAKARTA, KOMPAS.com - Izin penyelenggaraan Taman Kanak-kanak Jakarta International School (JIS) telah dicabut oleh Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (Paudni) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sejak April 2014.

Menurut Dirjen Paudni Lydia Freyani Hawadi, pihak JIS datang mengurus perizinan untuk dapat membuka kembali sekolah pada Agustus 2014 mendatang.

"Jumat (23/5/2014) pagi, dari JIS, Tim Carr dan tiga orang lainnya datang. Mereka meminta bulan Agustus untuk (JIS) dapat dibuka lagi," ujar Lydia, Minggu (25/5/2014).

Dalam kunjungannya ke kantor Kemendikbud, lanjutnya, hadir pula perwakilan dari tiga kedutaan besar, di antaranya kedutaan Inggris, Australia dan Amerika. JIS meminta izin untuk dapat menerima siswa baru kembali.

"Mereka menyebutkan, ada 270 anak TK yang orangtuanya masih ingin bersekolah di JIS," kata Lydia.

Namun, pihak Kemendikbud menolak ajuan itu. Lydia menyatakan tidak akan memberikan izin membuka TK hingga kasus kekerasan seksual yang menimpa salah satu siswanya di dalam sekolah benar-benar selesai. "Penyelesaian harus dalam tindakan konkret," ujarnya.

Selama ini, lanjutnya, JIS seperti tidak menjalankan bukti konkret. Hal itu terlihat bahwa JIS tidak memecat guru dan asisten yang terindikasi lalai membiarkan terjadinya kekerasan seksual yang terjadi berkali-kali di dalam lingkungan sekolah.

"Permintaan dari Dirjen Paudni bahwa Kepsek, guru kelas dan asisten guru dipecat untuk menunjukkan tindakan konkret yayasan terhadap permasalahan kasus kejahatan seksual tersebut," imbuh Lydia.

Hal ini menyusul ditemukannya kekerasan seksual yang menimpa salah satu siswa TK, AK (6) di toilet sekolah. Atas penyelidikan pihak kepolisian, telah ditetapkan 6 orang tersangka kasus ini. Semuanya merupakan petugas kebersihan alih daya sekolah.

Namun, pihak korban melalui kuasa hukumnya OC Kaligis, menduga pelaku bukan hanya petugas kebersihan, melainkan juga pihak lain yang membentuk sindikat kecil kelompok paedofil.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengadu Sejumlah Masalah, Petugas Ambulans Unjuk Rasa di Depan Balai Kota

Mengadu Sejumlah Masalah, Petugas Ambulans Unjuk Rasa di Depan Balai Kota

Megapolitan
Deteksi Banjir, Anies Minta Camat dan Lurah Ketahui Volume Air Hujan dengan Alat Ukur

Deteksi Banjir, Anies Minta Camat dan Lurah Ketahui Volume Air Hujan dengan Alat Ukur

Megapolitan
Ridwan Kamil: Realistis Kondisi Normal dari Pandemi Covid-19 Baru 2022

Ridwan Kamil: Realistis Kondisi Normal dari Pandemi Covid-19 Baru 2022

Megapolitan
Dua Ruas Jalan di Jakarta Barat Rawan Terjadi Kecelakaan, Ini Sebabnya

Dua Ruas Jalan di Jakarta Barat Rawan Terjadi Kecelakaan, Ini Sebabnya

Megapolitan
Pemkot Jaksel Panggil Pengembang Melati Residence, Wali Kota: Dua Kali Tak Hadir

Pemkot Jaksel Panggil Pengembang Melati Residence, Wali Kota: Dua Kali Tak Hadir

Megapolitan
Ridwan Kamil Khawatir Lonjakan Kasus Covid-19 di Jabar Setelah Long Weekend

Ridwan Kamil Khawatir Lonjakan Kasus Covid-19 di Jabar Setelah Long Weekend

Megapolitan
Pembangunan Embung Tegal Alur Ditargetkan Selesai Awal 2021

Pembangunan Embung Tegal Alur Ditargetkan Selesai Awal 2021

Megapolitan
Pemkot Klaim Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Barat Turun Berkat Ronda Keliling

Pemkot Klaim Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Barat Turun Berkat Ronda Keliling

Megapolitan
Lurah Sebut PT Khong Guan Janji Beri Jawaban soal Ganti Rugi Warga Senin Pekan Depan

Lurah Sebut PT Khong Guan Janji Beri Jawaban soal Ganti Rugi Warga Senin Pekan Depan

Megapolitan
Demo Tolak UU Cipta Kerja Usai, Kendaraan Sudah Bisa Melintas

Demo Tolak UU Cipta Kerja Usai, Kendaraan Sudah Bisa Melintas

Megapolitan
8 Dugaan Pelanggaran Kampanye Pilkada Tangsel Dilakukan 2 Paslon

8 Dugaan Pelanggaran Kampanye Pilkada Tangsel Dilakukan 2 Paslon

Megapolitan
Musim Hujan, Pemkot Tangerang Siapkan 709 Petugas Siaga Banjir

Musim Hujan, Pemkot Tangerang Siapkan 709 Petugas Siaga Banjir

Megapolitan
Polda Metro Jaya Bakal Gelar Operasi Zebra 26 Oktober-8 November 2020

Polda Metro Jaya Bakal Gelar Operasi Zebra 26 Oktober-8 November 2020

Megapolitan
UPDATE 21 Oktober: 12.748 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Jakarta, 2.120 Orang Meninggal

UPDATE 21 Oktober: 12.748 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Jakarta, 2.120 Orang Meninggal

Megapolitan
Pengendara Mobil yang Buang Kantong Sampah di Kalimalang Menyerahkan Diri ke Polres Metro Bekasi

Pengendara Mobil yang Buang Kantong Sampah di Kalimalang Menyerahkan Diri ke Polres Metro Bekasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X