Kompas.com - 31/05/2014, 18:48 WIB
Ilustrasi Jalan Tol: Pertumbuhan Penduduk Picu Konsumsi Energi - Kemacetan pada jam pulang kerja di jalan tol dalam kota Jakarta, Senin (3/3), merupakan salah satu efek tumbuhnya kelas menengah di Indonesia. Bonus demografi yang ditandai pertumbuhan kelas menengah yang mencapai 60 persen jumlah penduduk Indonesia ini menjadi pemicu naiknya konsumsi energi.

Kompas/Iwan Setiyawan (SET)
03-03-2014 IWAN SETIYAWANIlustrasi Jalan Tol: Pertumbuhan Penduduk Picu Konsumsi Energi - Kemacetan pada jam pulang kerja di jalan tol dalam kota Jakarta, Senin (3/3), merupakan salah satu efek tumbuhnya kelas menengah di Indonesia. Bonus demografi yang ditandai pertumbuhan kelas menengah yang mencapai 60 persen jumlah penduduk Indonesia ini menjadi pemicu naiknya konsumsi energi. Kompas/Iwan Setiyawan (SET) 03-03-2014
EditorHindra Liauw
BOGOR, KOMPAS.com — Seksi IIA Jalan Lingkar Bogor (Bogor Ring Road) Ruas Kedung Halang-Kedung Badak diresmikan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto di Bogor, Jumat (30/5). Ruas ini merupakan kelanjutan dari Seksi I ruas Sentul-Kedung Halang. Ke depan akan segera dibangun Ruas Seksi IIB (Kedung Badak-Simpang Yasmin) dan Seksi III (Simpang Yasmin-Dramaga).

”Pembangunan ruas Tol Bogor Ring Road (BRR) ini merupakan bagian dari Master Plan Metropolitan Priority Area (MPA) Wilayah Jabodetabek. Pembangunan tol bertujuan untuk meningkatkan kapasitas jaringan jalan di wilayah Jabodetabek sebagai bagian dari Koridor Ekonomi Jawa dan mendorong pengembangan kawasan pendukung di wilayah Jabodetabek,” kata Djoko.

Dengan peresmian ini, tahap selanjutnya adalah uji kelayakan. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Gani Akman Ghazali mengatakan, PT Marga Sarana Jabar selaku Badan Usaha Jalan Tol harus menyelesaikan beberapa kewajiban.

”Antara lain, mereka harus membereskan jalan nasional yang berada di bawahnya. Saluran air juga harus dibenahi. Selain itu, rambu, marka jalan, dan fasilitas yang lain juga harus ada,” kata Gani.

Menurut Gani, proses pemeriksaan akan berlangsung 1-2 minggu, setelah itu bisa dioperasikan. Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) BRR ditandatangani pada 29 Mei 2006 dan diamandemen pada 8 Agustus 2011 antara pemerintah dan PT Marga Sarana Jabar selaku Badan Usaha Jalan Tol. Jalan Tol BRR Seksi I Ruas Sentul Selatan-Kedung Halang beroperasi sejak November 2009.

”Dengan beroperasinya Seksi IIA Ruas Kedung Halang-Kedung Badak, total panjang Jalan Tol BRR yang telah beroperasi 5,80 km. Saya mengharapkan beroperasinya Jalan Tol BRR Seksi IIA ini dapat memacu dan mempercepat pembangunan jalan tol lain di Indonesia, khususnya Jalan Tol BRR Seksi IIB dan Seksi III,” kata Djoko.

Jalan Tol BRR Seksi IIA ini dibangun dengan konstruksi melayang (elevated) mempergunakan teknologi baru erection span by span untuk meminimalkan gangguan lalu lintas di jalan nasional di bawahnya. ”Teknologi ini perlu dipertimbangkan penggunaannya dalam pembangunan jalan layang di kawasan perkotaan dengan luas lahan yang terbatas dan lalu lintas yang padat,” kata Djoko Kirmanto.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Direktur Utama PT Marga Sarana Jabar M Zahir Siregar mengatakan, total investasi pembangunan Jalan Tol BRR Seksi I dan Seksi IIA sekitar Rp 983 miliar. Rinciannya untuk biaya konstruksi Seksi I Rp 529 miliar dan Seksi IIA Rp 350 miliar.

”Sedangkan biaya pengadaan tanah masing-masing senilai Rp 77 miliar dan Rp 20 miliar. Dalam pembiayaannya, kami mendapat dukungan dari sindikasi perbankan yang terdiri dari Bank Mandiri, BNI, BRI, dan Bank Jabar Banten,” kata Zahir.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian PU Djoko Mursito mengatakan, Jalan Tol BRR dibangun untuk mengimbangi tuntutan pertumbuhan wilayah Bogor yang cepat. ”Salah satu solusi yang dapat menjawab tantangan ini adalah pembangunan Jalan Tol Bogor Ring Road,” tutur Djoko Mursito.

Djoko Mursito menerangkan, jalan tol ini mempunyai panjang total 11 km, untuk ruas Seksi I (Sentul-Kedung Halang) 3,85 km. Ruas Seksi IIA (Kedung Halang-Kedung Badak) 1,95 km, Ruas Seksi IIB (Kedung Badak-Simpang Yasmin) 2 km, dan Seksi III (Simpang Yasmin-Dramaga) 3,2 km. (ARN/BRO)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kadishub Depok Akui Ganjil Genap di Margonda Bikin Sejumlah Jalan Lain Macet

Kadishub Depok Akui Ganjil Genap di Margonda Bikin Sejumlah Jalan Lain Macet

Megapolitan
Uji Coba Ganjil Genap di Margonda Akan Diberlakukan Lagi 11-12 Desember

Uji Coba Ganjil Genap di Margonda Akan Diberlakukan Lagi 11-12 Desember

Megapolitan
Imbas KRL Anjlok di Ciputat, Rute Tanah Abang-Rangkas Bitung Terganggu Selama 6 Jam

Imbas KRL Anjlok di Ciputat, Rute Tanah Abang-Rangkas Bitung Terganggu Selama 6 Jam

Megapolitan
Pemprov DKI Tegur Kontraktor yang Bangun Sumur Resapan di Jalan Lebak Bulus III

Pemprov DKI Tegur Kontraktor yang Bangun Sumur Resapan di Jalan Lebak Bulus III

Megapolitan
Selidiki Penyebab KRL Anjlok di Ciputat, KAI Cek Semua Sarana Prasarana

Selidiki Penyebab KRL Anjlok di Ciputat, KAI Cek Semua Sarana Prasarana

Megapolitan
Dinas SDA DKI: Pembangunan Sumur Resapan Telah Dievaluasi agar Berfungsi Optimal

Dinas SDA DKI: Pembangunan Sumur Resapan Telah Dievaluasi agar Berfungsi Optimal

Megapolitan
Wakil Camat Mampang: Sumur Resapan Telah Teruji Kurangi Genangan atau Banjir

Wakil Camat Mampang: Sumur Resapan Telah Teruji Kurangi Genangan atau Banjir

Megapolitan
16.035 Sumur Resapan Sudah Dibangun di Jakarta, Targetnya 1.150.242

16.035 Sumur Resapan Sudah Dibangun di Jakarta, Targetnya 1.150.242

Megapolitan
Perintah Anies: Sumur Resapan Harus Berfungsi Optimal dan Jangan Membahayakan!

Perintah Anies: Sumur Resapan Harus Berfungsi Optimal dan Jangan Membahayakan!

Megapolitan
KRL Anjlok di Ciputat, Penumpang Sebut Keberangkatan Kereta dari Stasiun Tanah Abang Telat 1 Jam

KRL Anjlok di Ciputat, Penumpang Sebut Keberangkatan Kereta dari Stasiun Tanah Abang Telat 1 Jam

Megapolitan
Anies Instruksikan Anak Buah Evaluasi Pembangunan Sumur Resapan

Anies Instruksikan Anak Buah Evaluasi Pembangunan Sumur Resapan

Megapolitan
DPRD DKI Ancam Coret Anggaran Proyek Sumur Resapan 2 Tahun Berturut-turut

DPRD DKI Ancam Coret Anggaran Proyek Sumur Resapan 2 Tahun Berturut-turut

Megapolitan
Sumur Resapan Ambles, Diaspal, lalu Dilubangi, Komisi D DPRD DKI Curiga Perencanaannya Salah

Sumur Resapan Ambles, Diaspal, lalu Dilubangi, Komisi D DPRD DKI Curiga Perencanaannya Salah

Megapolitan
KRL Anjlok Dievakuasi, Pengendara Sudah Dapat Lewati Pelintasan Sebidang di Ciputat

KRL Anjlok Dievakuasi, Pengendara Sudah Dapat Lewati Pelintasan Sebidang di Ciputat

Megapolitan
Kadishub Depok Akui Banyak Pengemudi Mobil Belum Tahu Penerapan Ganjil Genap di Margonda

Kadishub Depok Akui Banyak Pengemudi Mobil Belum Tahu Penerapan Ganjil Genap di Margonda

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.