Kompas.com - 13/06/2014, 13:39 WIB
Pengacara Guru JIS, Hotman Paris Hutapea mendatangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan Orang Tua murid JIS atas tuduhan pencemaran nama baik, Kamis (12/6/2014) KOMPAS.com / FITRI PRAWITASARIPengacara Guru JIS, Hotman Paris Hutapea mendatangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan Orang Tua murid JIS atas tuduhan pencemaran nama baik, Kamis (12/6/2014)
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com — Kuasa hukum guru Jakarta International School (JIS), Hotman Paris Hutapea, mengatakan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terlalu memublikasi indikasi keterlibatan guru JIS di media. Namun, belum ada pernyataan bahwa KPAI memiliki bukti kuat atas keempat guru JIS tersebut.

"Bukti apa yang KPAI sudah punya? KPAI datang ke stasiun TV bicarakan hal ini seolah-olah terindikasi mereka (guru JIS) terlibat. Sampai hari ini belum ada bukti. Saya juga sudah tantang keluarga si korban apa ada bukti kuat," kata Hotman kepada wartawan, Jumat (13/6/2014).

Hotman mengungkapkan pada salah satu talkshow di media televisi, ia melihat Sekretaris KPAI Erlinda dan Kabag Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto hanya berbicara di hadapan publik.

Menurut Hotman, seharusnya sebelum berbicara di depan publik, mereka mencari bukti dan mengadukan ke pihak berwenang. "Ini merupakan somasi halus. Kita adukan ini untuk mewajibkan lembaga melindungi anak, bukan menjadi seleb di TV," kata Hotman.

Hotman mengatakan menghormati KPAI dan meminta bukti tersebut dikeluarkan. Jika tidak terbukti, Hotman meminta KPAI membersihkan nama guru-guru, seperti Neil Bentlemen dan Elsa Donohue.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pingsan Setelah Ditonjok Sopir Lain, Pengemudi Taksi Tabrak Gerbang Mapolres Jakbar

Pingsan Setelah Ditonjok Sopir Lain, Pengemudi Taksi Tabrak Gerbang Mapolres Jakbar

Megapolitan
Praktik Prostitusi Online Anak di Penginapan Tebet, Warga: Enggak Terpikir Jadi Tempat Open BO

Praktik Prostitusi Online Anak di Penginapan Tebet, Warga: Enggak Terpikir Jadi Tempat Open BO

Megapolitan
Bersikeras Dua Terdakwa Kasus 192 Kg Ganja Divonis Mati, PN Tangerang Resmi Ajukan Banding

Bersikeras Dua Terdakwa Kasus 192 Kg Ganja Divonis Mati, PN Tangerang Resmi Ajukan Banding

Megapolitan
Aturan Perjalanan Pakai Kendaraan Pribadi ke Luar Jakarta Selama Larangan Mudik

Aturan Perjalanan Pakai Kendaraan Pribadi ke Luar Jakarta Selama Larangan Mudik

Megapolitan
KPAI Sebut Guru-guru di Jakarta Kelelahan Mengajar Tatap Muka dan Daring

KPAI Sebut Guru-guru di Jakarta Kelelahan Mengajar Tatap Muka dan Daring

Megapolitan
Semrawut, Kolong Flyover Roxy Akan Ditata Ulang

Semrawut, Kolong Flyover Roxy Akan Ditata Ulang

Megapolitan
Evaluasi Belajar Tatap Muka, Disdik DKI Tegaskan Akan Tutup Sekolah jika Tak Disiplin Protokol Kesehatan

Evaluasi Belajar Tatap Muka, Disdik DKI Tegaskan Akan Tutup Sekolah jika Tak Disiplin Protokol Kesehatan

Megapolitan
Hasil Uji Coba Belajar Tatap Muka, Kadisdik DKI: Sempat Hanya Dihadiri 5 Siswa

Hasil Uji Coba Belajar Tatap Muka, Kadisdik DKI: Sempat Hanya Dihadiri 5 Siswa

Megapolitan
Nurmaya, Perempuan Penderma Nasi Bungkus dan Cerita Kejutan-kejutan yang Mengiringinya

Nurmaya, Perempuan Penderma Nasi Bungkus dan Cerita Kejutan-kejutan yang Mengiringinya

Megapolitan
PSK yang Dianiaya Pelanggan di Apartemen Ciputat Alami 14 Luka Tusuk

PSK yang Dianiaya Pelanggan di Apartemen Ciputat Alami 14 Luka Tusuk

Megapolitan
Aturan Baru Berlaku, Penumpang Bandara Soekarno-Hatta Wajib Tes PCR atau Antigen Sehari Sebelum Berangkat

Aturan Baru Berlaku, Penumpang Bandara Soekarno-Hatta Wajib Tes PCR atau Antigen Sehari Sebelum Berangkat

Megapolitan
Sekuriti Penusuk PSK di Apartemen Ciputat Sudah Siapkan Pisau Sebelum Berkencan

Sekuriti Penusuk PSK di Apartemen Ciputat Sudah Siapkan Pisau Sebelum Berkencan

Megapolitan
Tabrak Beton Pembatas Jalur Sepeda di Sudirman, Mobil Avanza Terguling dan Ringsek

Tabrak Beton Pembatas Jalur Sepeda di Sudirman, Mobil Avanza Terguling dan Ringsek

Megapolitan
Berkaca Kasus Konten TikTok Pembukaan Persalinan, IDI Jaksel Ingatkan Dokter Bijak Bermedsos

Berkaca Kasus Konten TikTok Pembukaan Persalinan, IDI Jaksel Ingatkan Dokter Bijak Bermedsos

Megapolitan
Minibus Tabrak Jalur Sepeda Permanen, Kadishub DKI Sebut Sopir Mengantuk

Minibus Tabrak Jalur Sepeda Permanen, Kadishub DKI Sebut Sopir Mengantuk

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X