Polisi "Sapu" Lagi Preman dan Orang-orang "Nongkrong" di Monas

Kompas.com - 27/06/2014, 06:58 WIB
Monumen Nasional dimandikan oleh PT Kaercher, Kamis (15/5/2014). Tampak dua teknisi asal Jerman sedang menyemprot air panas ke Tugu Monas, setelah 22 tahun tidak dibersihkan. Kompas.com/Kurnia Sari AzizaMonumen Nasional dimandikan oleh PT Kaercher, Kamis (15/5/2014). Tampak dua teknisi asal Jerman sedang menyemprot air panas ke Tugu Monas, setelah 22 tahun tidak dibersihkan.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com - Tim dari Subdit Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menggelar operasi pembersihan preman dan orang-orang yang parkir liar di Monumen Nasional, Jakarta, Kamis (26/6/2014) malam.

"Bersama Pomdam Jaya, pembersihan ini merupakan upaya cipta kondisi agar nantinya kegiatan masyarakat saat bulan suci Ramadan dapat berjalan lancar," ujar Kepala Subdit Jatanras Reskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Herri Heryawan, di lokasi operasi, Kamis malam.

Pantauan Kompas.com, sekitar 20 orang polisi memulai penyisiran dari sisi Silang Monas Barat Daya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat. Terlihat dua truk polisi dan dua mobil Jatanras terlibat operasi tersebut.

Polisi yang bertugas dalam operasi ini mengenakan baju preman tetapi memakai rompi, jaket, dan pelindung badan berwarna hitam dengan tulisan "Jatanras". Mereka tak terlihat membawa senjata, kecuali satu orang petugas yang membawa senapan.

Para petugas menyusuri silang barat daya Monas ke kawasan Ikatan Restoran dan Taman Indonesia (IRTI), kemudian bergeser ke sisi Silang Monas Timur lalu memutar melewati halte Transjakarta Gambir 2 dan 1, sampai akhirnya berhenti di sisi Silang Monas Tenggara.

Beberapa orang terjaring operasi, termasuk pengendara motor yang "nongkrong" di depang Gerbang Monas. "Ada apa ini? Saya di sini enggak ngapa-ngapain, Pak," ujar seorang pria yang didekati polisi saat tengah duduk di motornya.

Pria tersebut terlihat bingung saat ditarik polisi dan diminta naik ke truk polisi. "Saya cuma mau parkir motor. Saya mau nganterin motor temen saya si Adit, Pak. Saya disuruh naik sama polisi, ya saya naik aja. Saya memang sering ke sini, dua minggu sekali," kata dia kepada Kompas.com.

Sekelompok pemuda yang memarkir kendaraan di depan pintu gerbang Monas pun ikut jadi sasaran operasi para polisi. "Hei. Hei. Mau kemana? Sini dulu saya bilangin. Kamu ngapain parkir di situ? Mau ngapain? Mau kabur? Ayo ikut," teriak salah satu polisi.

Tiga orang juga dibawa polisi dari sisi tenggara Silang Monas. Di antaranya adalah seorang pria berbadan kekar yang saat dibawa polisi masih mengenakan helm bergambar Hello Kitty. "Saya cuma parkir. Situ salah tangkap. Saya pengunjung!" ucap pria itu kepada petugas yang membawanya.

"Ya terus kalau pengunjung, ngapain parkir di sini? Udah ikut! Jangan ngelawan! Ikut!" ujar polisi yang membawa pria kekar berhelm Hello Kitty itu. Meski terus berusaha melawan, lelaki itu tetap dibawa naik ke truk polisi.

Herry mengatakan operasi ini menyusur empat lokasi di seputaran Monas yang dinilai rawan menjadi tempat preman beraksi. Lokasi itu adalah patung kuda di perempatan Jalan MH Thamrin, Medan Merdeka Barat, Medan Merdeka Selatan, dan Budi Kemuliaan; kawasan IRTI, Stasiun Gambir, serta pintu timur Monas.

Menurut Herry, ada pembagian kelompok yang selama ini "nongkrong" di seputaran Monas. Selain berdasarkan kepentingan, ujar dia, kelompok-kelompok tersebut juga terbagi berdasarkan daerah asal.

"Operasi seperti ini sudah dua kali dilakukan, yaitu Senin dan Kamis pada minggu lalu. Dari itu kami (Jatanras) sudah mengangkut 37 orang," tambah Herry. Dia pun menyatakan mereka yang terjaring selanjutnya akan mendapat pembinaan.

Bila di antara mereka yang diangkut dalam operasi ini terbukti telah melakukan pelanggaran pidana, ujar Herry, akan diproses hukum. "Untuk tindak pidana akan dikenakan sanksi. Kami akan lanjutkan dengan proses hukum dan penegakan hukum," kata Herry.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 GOR dan Gedung Kesenian di Jakpus Siap Tampung Pasien Covid-19

5 GOR dan Gedung Kesenian di Jakpus Siap Tampung Pasien Covid-19

Megapolitan
Penuhnya TPU untuk Jenazah Pasien Covid-19 dan Lahan Baru di Jakarta...

Penuhnya TPU untuk Jenazah Pasien Covid-19 dan Lahan Baru di Jakarta...

Megapolitan
Petugas TPU Jombang Telah Makamkan 119 Jenazah dengan Menerapkan Protokol Covid-19 sejak Awal Tahun

Petugas TPU Jombang Telah Makamkan 119 Jenazah dengan Menerapkan Protokol Covid-19 sejak Awal Tahun

Megapolitan
Penyelundup 4 Kali Bawa Sabu via Bus dari Palembang ke Jakarta

Penyelundup 4 Kali Bawa Sabu via Bus dari Palembang ke Jakarta

Megapolitan
3.900 Tenaga Kesehatan Kota Bekasi Sudah Divaksin Covid-19

3.900 Tenaga Kesehatan Kota Bekasi Sudah Divaksin Covid-19

Megapolitan
RS Penuh, Pemerintah Belum Bayar Uang Perawatan Pasien Covid-19

RS Penuh, Pemerintah Belum Bayar Uang Perawatan Pasien Covid-19

Megapolitan
Sebaran Pasien Covid-19 Per Kecamatan di Depok, Beji Terbanyak

Sebaran Pasien Covid-19 Per Kecamatan di Depok, Beji Terbanyak

Megapolitan
Seorang Perempuan Tewas Bunuh Diri, Lompat dari Lantai 25 Apartemen di Penjaringan

Seorang Perempuan Tewas Bunuh Diri, Lompat dari Lantai 25 Apartemen di Penjaringan

Megapolitan
Hati-hati, Pidana Mengintai Pembuat hingga Pengguna Surat Tes Covid-19 Palsu

Hati-hati, Pidana Mengintai Pembuat hingga Pengguna Surat Tes Covid-19 Palsu

Megapolitan
KPU Tangsel Siapkan Diri Hadapi Gugatan Kubu Muhamad-Sara

KPU Tangsel Siapkan Diri Hadapi Gugatan Kubu Muhamad-Sara

Megapolitan
Jakarta Punya 4 Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga di Luar JKN

Jakarta Punya 4 Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga di Luar JKN

Megapolitan
Saat Kasus Pemalsuan Hasil Tes PCR Terungkap dan Pelakunya Dibekuk Polisi. . .

Saat Kasus Pemalsuan Hasil Tes PCR Terungkap dan Pelakunya Dibekuk Polisi. . .

Megapolitan
Satu Orang Tewas dalam Pertikaian Anggota Ormas di Bekasi

Satu Orang Tewas dalam Pertikaian Anggota Ormas di Bekasi

Megapolitan
Jakarta Makamkan Sekitar 190 Jenazah Per Hari, Lebih dari Separuh Korban Covid-19

Jakarta Makamkan Sekitar 190 Jenazah Per Hari, Lebih dari Separuh Korban Covid-19

Megapolitan
Pemalsuan Keterangan Hasil Swab Timbulkan Klaster Covid-19 di Pesawat

Pemalsuan Keterangan Hasil Swab Timbulkan Klaster Covid-19 di Pesawat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X