Pengunjung Ragunan Keluhkan Mahalnya Harga Makanan

Kompas.com - 29/07/2014, 15:47 WIB
Pengunjung memanfaatkan area taman untuk makan bersama di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Selasa (29/7/2014). KOMPAS.com/Yohanes de Britho NeonnubPengunjung memanfaatkan area taman untuk makan bersama di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Selasa (29/7/2014).
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com - Para pengunjung Taman Margasatwa Ragunan (TMR) mengeluhnya mahalnya harga makanan di tempat wisata tersebut.

"Di sini satu kerak telur saja harganya Rp 20.000. Kalau bakso semangkok Rp 22.000. Mahal makanya nggak jadi beli," kata Iis, salah satu pengunjung dari Tangerang di TMR, Jakarta, Selasa (29/7/2014).

Iis bersama dua terpaksa menahan lapar. "Nanti makan di luar aja. Di sini mahal," ujarnya lagi.

Hal senada disampaikan Irma yang datang ke Ragunan bersama suami dan dua anaknya. "Saya tahu makanan di sini mahal. Makanya tadi dari rumah bawa makanan," ujarnya.

Irma mengaku belajar dari pengalaman setahun lalu, sehinga dia menyiapkan makanan buat anak dan suaminya. "Kalau bawa makanan sendiri lebih terjamin daripada harus beli," pungkasnya.

Ditemui terpisah, Darso, salah satu pedagang makanan mengaku banyak pengunjung tetap membeli di tempatnya kendati dinilai mahal. "Kalau hari libur gini tetap banyak yang makan di sini. Memang semua harga di sini hampir sama," ujarnya.

Darso menambahkan, biasanya pengunjung yang makan di tempatnya datang sekeluarga atau kawula muda.

Pantauan Kompas.com, banyak pengunjung yanh memanfaatkan area TMR untuk makan bersama. Mereka membawa sendiro bekal tersebut dari rumah.

Baca tentang
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penjelasan Batan Soal Kesamaan Nama Pemilik Radioaktif Caesium-137 di Batan Indah dengan Penjual Jasa Dekontaminasi Online

Penjelasan Batan Soal Kesamaan Nama Pemilik Radioaktif Caesium-137 di Batan Indah dengan Penjual Jasa Dekontaminasi Online

Megapolitan
Pelaku Skimming ATM di Jakarta Utara Mengaku sebagai Warga Brunei dan Kapten Kapal

Pelaku Skimming ATM di Jakarta Utara Mengaku sebagai Warga Brunei dan Kapten Kapal

Megapolitan
Sekda DKI Minta Banjir Dinikmati, Politisi PDI-P: Rumah Dia Harus Kebanjiran Dulu

Sekda DKI Minta Banjir Dinikmati, Politisi PDI-P: Rumah Dia Harus Kebanjiran Dulu

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akan Evaluasi Izin Pendirian Apartemen hingga Gudang

Pemkot Bekasi Akan Evaluasi Izin Pendirian Apartemen hingga Gudang

Megapolitan
Nelayan Masih Beraktivitas di Sekitar Pulau Sebaru

Nelayan Masih Beraktivitas di Sekitar Pulau Sebaru

Megapolitan
Polisi Kesulitan Cari Pencuri Kaca Spion Mobil Quraish Shihab

Polisi Kesulitan Cari Pencuri Kaca Spion Mobil Quraish Shihab

Megapolitan
Polisi Gerebek Gudang Penimbunan dan Produksi Masker Ilegal di Cakung

Polisi Gerebek Gudang Penimbunan dan Produksi Masker Ilegal di Cakung

Megapolitan
68 Personel Kopaska Siaga Amankan Perairan Pulau Sebaru

68 Personel Kopaska Siaga Amankan Perairan Pulau Sebaru

Megapolitan
4 Tersangka Kasus Penipuan dan Skimming ATM di Jakarta Utara Ditangkap

4 Tersangka Kasus Penipuan dan Skimming ATM di Jakarta Utara Ditangkap

Megapolitan
Kisah Ibu Melahirkan di Planetarium, Ditolong Banyak Orang

Kisah Ibu Melahirkan di Planetarium, Ditolong Banyak Orang

Megapolitan
Polres Bandara Soekarno-Hatta Tangkap Penyebar Hoaks Virus Corona

Polres Bandara Soekarno-Hatta Tangkap Penyebar Hoaks Virus Corona

Megapolitan
Longsor di Area Pemakaman Bogor, Belasan Mayat Hilang

Longsor di Area Pemakaman Bogor, Belasan Mayat Hilang

Megapolitan
Pengacara Sopir Taksi Online yang Didakwa Merampok Ungkap Siapa Pelaku Sebenarnya

Pengacara Sopir Taksi Online yang Didakwa Merampok Ungkap Siapa Pelaku Sebenarnya

Megapolitan
Korban Banjir Minta Sekda DKI Tak Permainkan Perasaan Warga, Tak Ada Nikmatnya Kebanjiran

Korban Banjir Minta Sekda DKI Tak Permainkan Perasaan Warga, Tak Ada Nikmatnya Kebanjiran

Megapolitan
Tahun Ini, PT MRT Jakarta akan Bentuk Perusahaan Patungan Bidang TOD dan Ticketing

Tahun Ini, PT MRT Jakarta akan Bentuk Perusahaan Patungan Bidang TOD dan Ticketing

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X