Ahok Jelaskan Penyebab Penerapan Parkir Meter di Jalan Sabang Tertunda

Kompas.com - 08/09/2014, 22:48 WIB
Jalan H Agus Salim-Sabang, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, menjadi lokasi uji coba meteran parkir yang akan diterapkan Dinas Perhubungan DKI Jakarta mulai September 2014. KOMPAS.com/ADYSTA PRAVITRA RESTUJalan H Agus Salim-Sabang, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, menjadi lokasi uji coba meteran parkir yang akan diterapkan Dinas Perhubungan DKI Jakarta mulai September 2014.
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hingga kini belum menerapkan parkir meter di Jalan Agus Salim-Sabang, Jakarta Pusat.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, mesin parkir meter yang didatangkan dari Swedia baru datang sekitar pekan ketiga bulan September ini. [Baca: Masuk September, Meteran Parkir di Jalan Sabang Belum Dipasang]

"Maunya minggu ini datang (mesinnya). Tetapi telat datang sampai pekan ketiga mungkin," kata Ahok, sapaan Basuki, di Balaikota Jakarta, Senin (8/9/2014).

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Perparkiran Sunardi Sinaga. [Baca: Berapa Kebocoran Pendapatan Parkir di Jalan Sabang]

Seharusnya, kata Sunardi, mesin parkir itu dipasang pada pekan kedua bulan September. Seraya menunggu proses lelang investasi pengelola parkir meter Jalan Sabang, Dishub DKI akan melakukan uji coba.

Uji coba parkir meter ini akan berlangsung selama tiga bulan. "Saya usahakan pekan ketiga bisa dipasang mesinnya. Pemasangan paling lama 2-3 hari di lapangan," kata Sunardi. [Baca: Juru Parkir Belum Paham Operasikan Alat Meteran Parkir di Jalan Sabang]

Nantinya, 11 mesin parkir akan dipasang di Jalan Sabang. Terdiri dari lima unit di sisi kanan dan enam unit di sisi kiri jalan. Kurang lebih enam CCTV akan memantau program Pemprov DKI di Jalan Sabang dengan posisi masing-masing dua unit di tengah dan sisanya di kedua ujung jalan.

Awalnya, pengendara mobil datang dan memasukkan nomor polisi kendaraan. Kemudian, mesin itu akan mengeluarkan struk yang ditempel ke dasbor masing-masing mobil.

Biaya parkir meter sekitar Rp 4.000- Rp 5.000. Biaya ini sifatnya progresif dan berlaku setiap jam. "Biayanya diatur melalui mesin. Cara membayarnya melalui tap kartu, yang saldonya bisa ditop-up di bank atau tempat lain yang ditentukan," kata Sunardi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Kemayoran Berkurang, Kini 4.078 Orang

UPDATE: Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Kemayoran Berkurang, Kini 4.078 Orang

Megapolitan
5 GOR dan Gedung Kesenian di Jakpus Siap Tampung Pasien Covid-19

5 GOR dan Gedung Kesenian di Jakpus Siap Tampung Pasien Covid-19

Megapolitan
Penuhnya TPU untuk Jenazah Pasien Covid-19 dan Lahan Baru di Jakarta...

Penuhnya TPU untuk Jenazah Pasien Covid-19 dan Lahan Baru di Jakarta...

Megapolitan
Petugas TPU Jombang Telah Makamkan 119 Jenazah dengan Menerapkan Protokol Covid-19 sejak Awal Tahun

Petugas TPU Jombang Telah Makamkan 119 Jenazah dengan Menerapkan Protokol Covid-19 sejak Awal Tahun

Megapolitan
Penyelundup 4 Kali Bawa Sabu via Bus dari Palembang ke Jakarta

Penyelundup 4 Kali Bawa Sabu via Bus dari Palembang ke Jakarta

Megapolitan
3.900 Tenaga Kesehatan Kota Bekasi Sudah Divaksin Covid-19

3.900 Tenaga Kesehatan Kota Bekasi Sudah Divaksin Covid-19

Megapolitan
RS Penuh, Pemerintah Belum Bayar Uang Perawatan Pasien Covid-19

RS Penuh, Pemerintah Belum Bayar Uang Perawatan Pasien Covid-19

Megapolitan
Sebaran Pasien Covid-19 Per Kecamatan di Depok, Beji Terbanyak

Sebaran Pasien Covid-19 Per Kecamatan di Depok, Beji Terbanyak

Megapolitan
Seorang Perempuan Tewas Bunuh Diri, Lompat dari Lantai 25 Apartemen di Penjaringan

Seorang Perempuan Tewas Bunuh Diri, Lompat dari Lantai 25 Apartemen di Penjaringan

Megapolitan
Hati-hati, Pidana Mengintai Pembuat hingga Pengguna Surat Tes Covid-19 Palsu

Hati-hati, Pidana Mengintai Pembuat hingga Pengguna Surat Tes Covid-19 Palsu

Megapolitan
KPU Tangsel Siapkan Diri Hadapi Gugatan Kubu Muhamad-Sara

KPU Tangsel Siapkan Diri Hadapi Gugatan Kubu Muhamad-Sara

Megapolitan
Jakarta Punya 4 Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga di Luar JKN

Jakarta Punya 4 Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga di Luar JKN

Megapolitan
Saat Kasus Pemalsuan Hasil Tes PCR Terungkap dan Pelakunya Dibekuk Polisi. . .

Saat Kasus Pemalsuan Hasil Tes PCR Terungkap dan Pelakunya Dibekuk Polisi. . .

Megapolitan
Satu Orang Tewas dalam Pertikaian Anggota Ormas di Bekasi

Satu Orang Tewas dalam Pertikaian Anggota Ormas di Bekasi

Megapolitan
Jakarta Makamkan Sekitar 190 Jenazah Per Hari, Lebih dari Separuh Korban Covid-19

Jakarta Makamkan Sekitar 190 Jenazah Per Hari, Lebih dari Separuh Korban Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X