Ketua FPI Depok Sependapat dengan Pemkot Soal Tugu Chastelein

Kompas.com - 08/09/2014, 23:12 WIB
Tugu Chastelein yang ingin dibangun lagi oleh YLCC. Gambar diambil pada Senin (8/9/2014). Kompas.com/Laila RahmawatiTugu Chastelein yang ingin dibangun lagi oleh YLCC. Gambar diambil pada Senin (8/9/2014).
|
EditorPalupi Annisa Auliani
DEPOK, KOMPAS.com - Ketua Front Pembela Islam (FPI) Kota Depok Habib Idrus Al Gadri mendukung langkah Pemerintah Kota Depok yang tak memberi izin Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC) melanjutkan pembangunan Tugu Chastelein.

"Mereka harus menghargai mayoritas warga Depok yang Islam. Saya ingin Pemkot tidak memberi izin," kata Idrus, kepada Kompas.com, Senin (8/9/2014). (Baca: Kutipan Ini, Alasan Pemkot Tak Keluarkan Izin untuk Tugu Chastelein).

Sependapat dengan alasan Pemkot Depok, Idrus khawatir keberadaan tugu tersebut bisa memicu konflik antar-umat beragama di Kota Depok. (Baca: Sebut Isunya Sensitif, Nur Mahmudi Tolak Komentari soal Tugu Chastelein)

"Meskipun tulisan tersebut tidak ada, tetap kita berharap tugu tersebut tidak ada," kata dia yang sudah menyatakan akan maju menjadi salah satu bakal calon dalam Pemilu Wali Kota Depok pada 2015.

Pada bagian tugu ini, terdapat kutipan dari Chastelein yang berbunyi "Mijn intentie is dat te Depok mettertijd een fraale Christenbevolking groele." Menurut Yano Jonathans dari YLCC, kalimat itu memiliki terjemahan, "Harapan saya kelak Depok jadi masyarakat Kristen yang sejahtera."



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sederet Dampak Kerumunan Rizieq Shihab, Pejabat Dicopot hingga Lonjakan Covid-19

Sederet Dampak Kerumunan Rizieq Shihab, Pejabat Dicopot hingga Lonjakan Covid-19

Megapolitan
Dirut RS Ummi Beberkan Alasan Rizieq Shihab Pulang dari RS dan Mengapa Pilih Lewat Pintu Belakang

Dirut RS Ummi Beberkan Alasan Rizieq Shihab Pulang dari RS dan Mengapa Pilih Lewat Pintu Belakang

Megapolitan
Lahan Gedung DPR Depan Stasiun Palmerah Akan Jadi Shelter Bus, Angkot, dan Ojol

Lahan Gedung DPR Depan Stasiun Palmerah Akan Jadi Shelter Bus, Angkot, dan Ojol

Megapolitan
Wagub DKI Positif Covid-19, Kegiatan di Balai Kota Berjalan Normal

Wagub DKI Positif Covid-19, Kegiatan di Balai Kota Berjalan Normal

Megapolitan
Demo Tolak Pembangunan BTB School, Lima Warga Pluit Putri Dilaporkan ke Polisi

Demo Tolak Pembangunan BTB School, Lima Warga Pluit Putri Dilaporkan ke Polisi

Megapolitan
Buntut Kerumunan di Jakarta, Polisi Temukan Unsur Pidana dan Pemeriksaan Rizieq Shihab

Buntut Kerumunan di Jakarta, Polisi Temukan Unsur Pidana dan Pemeriksaan Rizieq Shihab

Megapolitan
Kantor Kelurahan Pejaten Timur Dibuka Lagi Setelah Ditutup karena Ada ASN Positif Covid-19

Kantor Kelurahan Pejaten Timur Dibuka Lagi Setelah Ditutup karena Ada ASN Positif Covid-19

Megapolitan
Wagub DKI Positif Covid-19, Anies Disebut dalam Kondisi Baik

Wagub DKI Positif Covid-19, Anies Disebut dalam Kondisi Baik

Megapolitan
Wagub DKI Positif Covid-19, Gedung B Balai Kota Ditutup Selama 3 Hari

Wagub DKI Positif Covid-19, Gedung B Balai Kota Ditutup Selama 3 Hari

Megapolitan
Pelintasan Sebidang di Jalur KA Palmerah Ditutup Permanen

Pelintasan Sebidang di Jalur KA Palmerah Ditutup Permanen

Megapolitan
Sempat Ditutup, PN Jaksel Kembali Buka Layanan Persidangan dan PTSP

Sempat Ditutup, PN Jaksel Kembali Buka Layanan Persidangan dan PTSP

Megapolitan
DPRD Bekasi: Bayi Meninggal Saat Dibawa Mengemis Dampak dari Data Kemiskinan yang Buruk

DPRD Bekasi: Bayi Meninggal Saat Dibawa Mengemis Dampak dari Data Kemiskinan yang Buruk

Megapolitan
Balita Jadi Pengemis Meninggal Dunia, DPRD: Tak Ada Keterbukaan Data Orang Miskin

Balita Jadi Pengemis Meninggal Dunia, DPRD: Tak Ada Keterbukaan Data Orang Miskin

Megapolitan
Rizieq Belum Pastikan Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Besok

Rizieq Belum Pastikan Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Besok

Megapolitan
Rizieq Shihab Disebut Dites Swab oleh MER-C, Organisasi Apa Itu?

Rizieq Shihab Disebut Dites Swab oleh MER-C, Organisasi Apa Itu?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X