Kompas.com - 11/10/2014, 20:42 WIB
EditorAna Shofiana Syatiri
MADINAH - Maskapai Garuda Indonesia ditegur Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia di Arab Saudi karena jadwal kepulangan tiga kelompok terbang Pondok Gede Jakarta dari Jeddah (Arab Saudi) ke Tanah Air tertunda hingga belasan jam.

"Kami sudah minta penjelasan dari direktur Garuda yang membidangi haji dan general manajer Garuda di sini (Jeddah)," kata Ketua PPIH Daerah Kerja Jeddah, Ahmad Yunus, di Jeddah, di Media Center Haji, Sabtu.

Penerbangan yang tertunda itu adalah Kloter 1, Kloter 2 dan Kloter 3 JKG. Kloter 1 ditunda dari Kamis 9 Oktober menjadi Jumat 10 Oktober. Kloter 2 dari Jumat malam menjadi Sabtu sore, dan Kloter 3 yang seharusnya berangkat Sabtu baru diterbangkan Minggu, 12 Oktober.

Dia mengatakan, alasan pertama Garuda terkait penanganan bagasi yang sangat padat mengingat negara-negara yang memberangkatkan jemaahnya ke tanah suci saat bersamaan juga memulangkan mereka. Alasan kedua, jatah waktunya berubah, dan pihak Garuda Indonesia sudah mengakui kealpaannya terkait proses pemulangan ini.

Yunus meminta Garuda memberitahu lebih awal jika ada penundaan yang lama. Jika diberitahu sejak awal maka penanganan bisa lebih baik, semisal petugas di Mekkah tidak segera mendorong jemaah ke Jeddah.

Karena jadual berubah maka sudah menjadi risiko Garuda Indonesia untuk menyediakan hotel transit dan konsumsi bagi jemaah haji yang akan kembali ke Tanah Air itu.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tertimpa Pohon Tumbang di Kembangan, Sebuah Mobil Rusak Parah

Tertimpa Pohon Tumbang di Kembangan, Sebuah Mobil Rusak Parah

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Depok, 15 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Depok, 15 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Depok, 15 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Depok, 15 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Tangerang Raya, 15 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Tangerang Raya, 15 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bekasi, 15 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bekasi, 15 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Jakarta, 15 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Jakarta, 15 April 2021

Megapolitan
UPDATE 14 April: Ada 23 Kasus Baru Covid-19 dan 1 Pasien Meninggal di Tangsel

UPDATE 14 April: Ada 23 Kasus Baru Covid-19 dan 1 Pasien Meninggal di Tangsel

Megapolitan
Berbagai Hal yang Perlu Diketahui soal SIM Online: Cara Registrasi, Tarif, hingga Tes

Berbagai Hal yang Perlu Diketahui soal SIM Online: Cara Registrasi, Tarif, hingga Tes

Megapolitan
Polisi Tentukan 18 Lokasi Penyekatan Pemudik, Ini Titik-titiknya

Polisi Tentukan 18 Lokasi Penyekatan Pemudik, Ini Titik-titiknya

Megapolitan
Sidang Kasus Tes Usap Palsu Rizieq Shihab Dilanjutkan Rabu Pekan Depan

Sidang Kasus Tes Usap Palsu Rizieq Shihab Dilanjutkan Rabu Pekan Depan

Megapolitan
Hujan Deras Sejak Sore, Pohon Tumbang di Delapan Titik Kawasan Jakarta Barat

Hujan Deras Sejak Sore, Pohon Tumbang di Delapan Titik Kawasan Jakarta Barat

Megapolitan
Jadi Tuan Rumah Porprov Banten 2022, Pemkot Tangerang Mulai Benahi 11 GOR

Jadi Tuan Rumah Porprov Banten 2022, Pemkot Tangerang Mulai Benahi 11 GOR

Megapolitan
UPDATE: Ada 56 Kasus Baru Covid-19 di Kabupaten Bekasi, Jumlah Pasien 577 Orang

UPDATE: Ada 56 Kasus Baru Covid-19 di Kabupaten Bekasi, Jumlah Pasien 577 Orang

Megapolitan
Hujan Es di Bekasi, BMKG Ingatkan Warga Waspada

Hujan Es di Bekasi, BMKG Ingatkan Warga Waspada

Megapolitan
Sejarawan Minta Pemerintah Turun Tangan Selamatkan Rumah Menlu Pertama RI Achmad Soebardjo

Sejarawan Minta Pemerintah Turun Tangan Selamatkan Rumah Menlu Pertama RI Achmad Soebardjo

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X