Ini Hasil Survei Litbang Kompas untuk Dua Tahun "Jakarta Baru"

Kompas.com - 21/10/2014, 07:41 WIB
Penilaian Kondisi DKI Jakarta selama satu tahun terakhir, dalam dua tahun periode kepemimpinan DKI Jakarta di bawah Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama. Infografis ini merupakan hasil survei dari Litbang Kompas yang sebelumnya juga dimuat di Harian Kompas edisi Senin (20/10/2014). KOMPAS/ArdiansyahPenilaian Kondisi DKI Jakarta selama satu tahun terakhir, dalam dua tahun periode kepemimpinan DKI Jakarta di bawah Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama. Infografis ini merupakan hasil survei dari Litbang Kompas yang sebelumnya juga dimuat di Harian Kompas edisi Senin (20/10/2014).
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com - Litbang Kompas menggelar serial survei untuk memantau kinerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak kepemimpinan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama.

Penilaian 100 hari dan setahun setelah pelantikan yang lalu menggunakan survei tatap muka. Kedua survei ini menunjukkan apresiasi positif dari warga Ibu Kota terhadap gerakan pembenahan.

Survei terbaru dilakukan dengan jajak pendapat lewat telepon. Hasilnya, setelah dua tahun berjalan, kinerja pemerintahan Jakarta Baru dianggap semakin baik oleh sebagian besar warga Ibu Kota yang menjadi responden dalam survei ini.

Potret terbaru persepsi publik atas kinerja pemerintahan daerah di Ibu Kota ini digelar pada 16 Agustus 2014 dan 17 Agustus 2014. Sebanyak 716 responden dihubungi lewat telepon, dengan kriteria dipilih secara acak dan berumur minimal 17 tahun.

Para responden dipilih dengan metode pencuplikan sistematis dari buku telepon terbaru dan karenanya dipastikan berdomisili di DKI Jakarta. Tingkat kepercayaan untuk survei ini adalah 95 persen, nirpencuplikan adalah plus-minus 3,7 persen, meski demikian tidak tertutup kemungkinan ada kesalahan di luar pencuplikan.

Litbang Kompas menyatakan dalam laporan hasil surveinya, bahwa data ini tidak dimaksudkan mewakili pendapat seluruh masyarakat di Ibu Kota.

Hasil

Dari survei tersebut, didapatkan hasil masyarakat menyukai perubahan yang dilakukan selama dua tahun pemerintahan Jokowi-Basuki, terutama di bidang kesehatan, birokrasi, dan pendidikan.

Penilaian ini seiring dengan pernyataan 71,4 persen responden yang mengaku puas terhadap kinerja pemerintahan Jakarta Baru. Dibandingkan dengan lainnya, reaksi positif paling banyak diberikan untuk pembaruan di bidang kesehatan.

Hampir 80 persen responden puas terhadap kebijakan kesehatan yang ada. Salah satunya, kemunculan Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang kemudian melebur menjadi satu dengan sistem Jaminan Kesehatan Nasional.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber KOMPAS
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Demokrat dan PKS Bentuk Koalisi Hadapi Pilkada Tangsel 2020

Demokrat dan PKS Bentuk Koalisi Hadapi Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Pak Ogah di Cilincing Bisa Dapat Rp 80.000 Dalam Dua Jam

Pak Ogah di Cilincing Bisa Dapat Rp 80.000 Dalam Dua Jam

Megapolitan
Setelah 16 Jam, Truk Overload yang Terguling di Tol Jakarta-Cikampek Berhasil Dipindahkan

Setelah 16 Jam, Truk Overload yang Terguling di Tol Jakarta-Cikampek Berhasil Dipindahkan

Megapolitan
Pembahasan Anggaran DKI 2020 Dikebut Sebulan

Pembahasan Anggaran DKI 2020 Dikebut Sebulan

Megapolitan
Kantor Wali Kota Jakbar Baru Pasang Foto Jokowi dan Ma'aruf Amin pada Awal November

Kantor Wali Kota Jakbar Baru Pasang Foto Jokowi dan Ma'aruf Amin pada Awal November

Megapolitan
PPP Galang Partai Non-parlemen untuk Bersaing di Pilkada Tangsel 2020

PPP Galang Partai Non-parlemen untuk Bersaing di Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Kadishub Tangsel Diintervensi Saat Tindak Sopir Truk, Benyamin: Sudah Risiko

Kadishub Tangsel Diintervensi Saat Tindak Sopir Truk, Benyamin: Sudah Risiko

Megapolitan
PKS: Syaikhu Siap Tinggalkan DPR Setelah Ditetapkan Jadi Cawagub DKI

PKS: Syaikhu Siap Tinggalkan DPR Setelah Ditetapkan Jadi Cawagub DKI

Megapolitan
Pemasangan Foto Presiden dan Wakil Presiden di Kelurahan dan Kecamatan Jakarta Pusat Rampung Pekan Ini

Pemasangan Foto Presiden dan Wakil Presiden di Kelurahan dan Kecamatan Jakarta Pusat Rampung Pekan Ini

Megapolitan
Warga Keluhkan Suhu Udara Jakarta hingga 37 Derajat Celcius

Warga Keluhkan Suhu Udara Jakarta hingga 37 Derajat Celcius

Megapolitan
Belum Pasang Foto Jokowi-Ma'ruf, Pemkot Jakarta Timur Tunggu Instruksi Pusat

Belum Pasang Foto Jokowi-Ma'ruf, Pemkot Jakarta Timur Tunggu Instruksi Pusat

Megapolitan
Wakil Walkot Jakpus Akui Ada Kelurahan yang Belum Pasang Foto Presiden dan Wapres

Wakil Walkot Jakpus Akui Ada Kelurahan yang Belum Pasang Foto Presiden dan Wapres

Megapolitan
Setelah PDI-P dan PKB, Benyamin Davnie Juga Daftar Bakal Calon Walkot Tangsel ke PPP

Setelah PDI-P dan PKB, Benyamin Davnie Juga Daftar Bakal Calon Walkot Tangsel ke PPP

Megapolitan
Polda Metro Jaya Tegaskan Kasus Ninoy Karundeng Bukan Rekayasa

Polda Metro Jaya Tegaskan Kasus Ninoy Karundeng Bukan Rekayasa

Megapolitan
Satpol PP Razia Indekost di Kalideres

Satpol PP Razia Indekost di Kalideres

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X