Kompas.com - 31/12/2014, 13:42 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat memberikan keterangan kepada wartawan di depan ruang kerjanya, Balai Kota, DKI Jakarta, Jumat (19/12/2014). KOMPAS.com/Andri Donnal PutraWakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat memberikan keterangan kepada wartawan di depan ruang kerjanya, Balai Kota, DKI Jakarta, Jumat (19/12/2014).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat cukup terkejut mengetahui Dinas Kebersihan DKI membeli mobil penyapu jalan otomatis (street sweeper) dengan harga yang fantastis. Hanya saja, rasa kagetnya itu tidak berlangsung lama. Sebab, setelah mencoba mobil otomatis tersebut, Djarot merasa harga itu pantas untuk sebuah unit street sweeper.

"Cukup canggih dan bagus, operatornya harus dilatih dulu dan tidak boleh sembarangan. Ini mobilnya lebih murah sedikit harganya dari Lamborghini," kata Djarot, seusai mencoba street sweeper, di Lapangan Silang Monas Barat, Jakarta, Rabu (31/12/2014).

Dinas Kebersihan DKI membeli sebanyak 21 unit street sweeper melalui e-katalog LKPP.
Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Saptastri Ediningtyas yang berdiri di samping Djarot pun mengklaim pembelian street sweeper melalui e-katalog hemat sekitar 4 persen. Sebanyak 21 unit street sweeper itu terdiri dari sebanyak 6 mobil street sweeper berukuran besar dan 15 mobil street sweeper berukuran kecil.

Untuk street sweeper berukuran kecil seharga Rp 2,8 miliar per unit. Sehingga total biaya yang dikeluarkan untuk membeli 15 unit street sweeper mencapai Rp 42 miliar. Sedangkan harga satu unit street sweeper berukuran besar seharga Rp 4,2 miliar atau Rp 25 miliar untuk enam unit.
Totalnya, Dinas Kebersihan DKI menghabiskan sebanyak Rp 67 miliar untuk pengadaan 21 unit street sweeper.

Lebih lanjut, Djarot mengatakan street sweeper itu nantinya akan menggantikan tugas para penyapu jalan di jalan-jalan protokol. Ia berharap, street sweeper dapat membantu kerja penyapu jalan. Khususnya membersihkan sisa sampah dari acara yang digelar di jalan protokol.

"Mobil penyapu ini sangat membantu petugas penyapu jalan. Mereka juga aman dan tidak perlu takut kesambar mobil kalau lagi nyapu di jalan," kata Djarot.

Street sweeper berukuran besar berkapasitas tampung 5.000 liter sampah, sedangkan berukuran kecil kapasitas 2.500 liter. Kemampuannya, dapat menyapu sampah sepanjang 15 km jalan per jam. Unit street sweeper ini dilengkapi vakum untuk menghisap sumbatan sampah di saluran air dan pompa tekanan untuk membilas jalan dan trotoar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Koja Berdarah, Ketika 3 Tewas dan Ratusan Luka-Luka dalam Konflik Makam Mbah Priok

Koja Berdarah, Ketika 3 Tewas dan Ratusan Luka-Luka dalam Konflik Makam Mbah Priok

Megapolitan
Cerita Pangdam Jaya Dudung Abdurrachman Shalat Bersama Pedemo hingga Ketika Ambil Keputusan Berisiko

Cerita Pangdam Jaya Dudung Abdurrachman Shalat Bersama Pedemo hingga Ketika Ambil Keputusan Berisiko

Megapolitan
BLT UMKM Wilayah Jakarta Dibuka, Ini Syarat dan Link Pendaftarannya

BLT UMKM Wilayah Jakarta Dibuka, Ini Syarat dan Link Pendaftarannya

Megapolitan
Pertikaian Para Pemuda di Tebet Bermula dari Permusuhan 2 Orang

Pertikaian Para Pemuda di Tebet Bermula dari Permusuhan 2 Orang

Megapolitan
Kasus Penyalahgunaan Narkotika Jeff Smith: Konsumsi Ganja Setelah Lulus SMA dan Barang Bukti 0,52 Gram

Kasus Penyalahgunaan Narkotika Jeff Smith: Konsumsi Ganja Setelah Lulus SMA dan Barang Bukti 0,52 Gram

Megapolitan
Menengok Masjid Raya KH Hasyim Ashari yang Bernuansa Betawi

Menengok Masjid Raya KH Hasyim Ashari yang Bernuansa Betawi

Megapolitan
Kata Para Saksi soal Kerumunan Rizieq Shihab di Megamendung

Kata Para Saksi soal Kerumunan Rizieq Shihab di Megamendung

Megapolitan
Kadinkes DKI: Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Kembali Meningkat

Kadinkes DKI: Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Kembali Meningkat

Megapolitan
Derita Remaja Korban Pemerkosaan Anak Anggota DPRD Bekasi: Dipaksa Layani 5 Pria hingga Terjangkit Penyakit Kelamin

Derita Remaja Korban Pemerkosaan Anak Anggota DPRD Bekasi: Dipaksa Layani 5 Pria hingga Terjangkit Penyakit Kelamin

Megapolitan
Ditangkap Warga, 2 Maling Motor di Ciputat Menangis dan Minta Ampun

Ditangkap Warga, 2 Maling Motor di Ciputat Menangis dan Minta Ampun

Megapolitan
Masjid Istiqlal, Ekspresi Rasa Syukur Kemerdekaan hingga Toleransi

Masjid Istiqlal, Ekspresi Rasa Syukur Kemerdekaan hingga Toleransi

Megapolitan
Alasan Inspektorat Jenderal Kemendagri Panggil Sandi, Pegawai yang Ungkap Dugaan Korupsi di Damkar Depok

Alasan Inspektorat Jenderal Kemendagri Panggil Sandi, Pegawai yang Ungkap Dugaan Korupsi di Damkar Depok

Megapolitan
PPKM Jakarta Kembali Diperpanjang hingga 3 Mei 2021

PPKM Jakarta Kembali Diperpanjang hingga 3 Mei 2021

Megapolitan
Kategori dan Syarat Vaksinasi Covid-19 bagi Pelaku Ekonomi Kreatif di Jakarta

Kategori dan Syarat Vaksinasi Covid-19 bagi Pelaku Ekonomi Kreatif di Jakarta

Megapolitan
Melihat Sosok Mbah Priok yang Makamnya Dikeramatkan Warga Jakarta Utara

Melihat Sosok Mbah Priok yang Makamnya Dikeramatkan Warga Jakarta Utara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X