Kompas.com - 05/02/2015, 18:42 WIB
Kepadatan permukiman penduduk berlatar belakang gedung bertingkat terlihat dari ketinggian di Jakarta, Senin (12/12/2011). KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHIKepadatan permukiman penduduk berlatar belakang gedung bertingkat terlihat dari ketinggian di Jakarta, Senin (12/12/2011).
Penulis Jessi Carina
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Indeks kebahagiaan juga dapat diukur dari tingkat pendidikan seseorang. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta menyimpulkan, penduduk yang memiliki tingkat pendidikan paling rendah adalah yang paling tidak bahagia.

"Penduduk yang tidak pernah sekolah mempunyai indeks kebahagiaan yang paling rendah," ujar Kepala Bidang Statistik Sosial BPS DKI Jakarta Sri Santo Budi di Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2015).

Poin kebahagiaan yang didapat untuk warga Jakarta yang tidak atau belum pernah sekolah adalah 63,99 poin. [Baca: Di Jakarta, Semakin Tua Kian Bahagia]

Poin kebahagiaan pun meningkat seiring tingginya tingkat pendidikan warga. Warga yang berkesempatan mengenyam perguruan tinggi mendapat poin kebahagiaan yang relatif tinggi.

Warga berpendidikan diploma memiliki poin kebahagiaan sebesar 72,70. Warga berpendidikan S-1 memiliki poin kebahagiaan sebesar 76,85.

Sementara itu, warga berpendidikan S-2 atau S-3 memiliki poin sebesar 79,78. Hal ini diduga terkait dengan tingkat pendapatan rumah tangga seseorang.

Semakin tinggi pendidikan dinilai berpotensi untuk mendapat pekerjaan yang lebih baik. BPS DKI Jakarta juga mencatat, semakin tinggi tingkat pendapatan, warga semakin bahagia.

Warga yang berpenghasilan di bawah Rp 1,8 juta per bulan dinilai memiliki tingkat kebahagiaan paling rendah.

Sementara itu, tingkat kebahagiaan paling tinggi berdasarkan pendapatan dimiliki oleh warga yang memiliki penghasilan di atas Rp 7,2 juta per bulan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadwal Shalat dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, Selasa 20 April 2021

Jadwal Shalat dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, Selasa 20 April 2021

Megapolitan
Jadi Syarat Perjalanan Udara dan Laut, Berikut Cara Mengisi e-HAC

Jadi Syarat Perjalanan Udara dan Laut, Berikut Cara Mengisi e-HAC

Megapolitan
Link Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 untuk Industri Ekonomi Kreatif di Jakarta

Link Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 untuk Industri Ekonomi Kreatif di Jakarta

Megapolitan
Takut Dikeroyok, Seorang Debt Collector Menceburkan Diri ke Kali Ciliwung

Takut Dikeroyok, Seorang Debt Collector Menceburkan Diri ke Kali Ciliwung

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi, 20 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi, 20 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 20 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 20 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Depok Hari Ini, 20 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Depok Hari Ini, 20 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, Selasa 20 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, Selasa 20 April 2021

Megapolitan
Soal Tewasnya Tahanan Polres Tangsel, Komnas HAM Masih Perlu Dokumen Pelengkap

Soal Tewasnya Tahanan Polres Tangsel, Komnas HAM Masih Perlu Dokumen Pelengkap

Megapolitan
Kronologi Remaja yang Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi Juga Dijual, Awalnya Diiming-imingi Pekerjaan

Kronologi Remaja yang Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi Juga Dijual, Awalnya Diiming-imingi Pekerjaan

Megapolitan
[Update 19 April]: Bertambah 973, Covid-19 di Jakarta Tembus 400.048 Kasus

[Update 19 April]: Bertambah 973, Covid-19 di Jakarta Tembus 400.048 Kasus

Megapolitan
Penjaga Sedang Shalat Tarawih, Motor Milik Penghuni Rumah Kos di Setiabudi Digasak Maling

Penjaga Sedang Shalat Tarawih, Motor Milik Penghuni Rumah Kos di Setiabudi Digasak Maling

Megapolitan
Rizieq Shihab Tanya ke Saksi: Massa Megamendung Sambut Saya dengan Benci atau Cinta?

Rizieq Shihab Tanya ke Saksi: Massa Megamendung Sambut Saya dengan Benci atau Cinta?

Megapolitan
Tinjau Korban Kebakaran di Taman Sari, Anies Sebut 130 Rumah Ludes Terbakar

Tinjau Korban Kebakaran di Taman Sari, Anies Sebut 130 Rumah Ludes Terbakar

Megapolitan
Sandiaga Uno: Mudik Enggak Boleh, Wisata Diperbolehkan dengan Protokol Kesehatan

Sandiaga Uno: Mudik Enggak Boleh, Wisata Diperbolehkan dengan Protokol Kesehatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X