Pekan Depan, Konstruksi Jalan Layang Transjakarta Koridor XIII Dimulai

Kompas.com - 20/02/2015, 09:21 WIB
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Proyek pembangunan jalan layang khusus bus transjakarta Koridor XIII Kapten Tendean - Blok M - Ciledug masih dalam tahap proses pemasangan Boks Girder dan ekspantion Join serta beberapa pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Parapet serta Shelter Bus Transjakarta di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (16/11/2016). Proyek jalan layang sepanjang 9,4 kilometer tersebut merupakan salah satu upaya mengintegrasikan transportasi umum antarwilayah di DKI Jakarta dan sekitarnya. Proyek dijadwalkan selesai pada akhir 2016.

JAKARTA, KOMPAS.com - Proyek pembangunan Jalan Layang khusus bus transjakarta koridor XIII (Ciledug- Kapten Tendean) dimulai pada Maret mendatang. Kepala Bidang Simpang dan Jalan Tak Sebidang Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, menjelaskan, saat ini, pembangunan telah masuk tahap penyesuaian kedalaman tanah oleh kontraktor.  

"Masing-masing kotraktor saat ini tengah mengukur kedalaman tanah untuk melengkapi desain yang akan diserahkan akhir bulan ini, dan desain tersebut nantinya akan kami koreksi. Bagi proyek yang sudah siap, mereka akan mengerjakannya dan awal Maret, kami kira sudah ada (paket) yang dikerjakan," kata Heru, Jumat (20/2/2015).

Pembangunan jalan layang transjakarta terbagi delapan paket, yang masing-masing paket dikerjakan oleh kontraktor yang berbeda. Adapun delapan paket tersebut yakni, paket Tendean (1.000 meter) dikerjakan PT Adhi Karya; paket Santa (1.250 meter) oleh PT Yasa Patrisia Perkasa; paket Trunojoyo (1375 meter) dikerjakan PT Jaya Kontruksi; paket Taman Puring (1.200 meter) dikerjakan PT Hutama Karya; paket Kemayoran Lama (1.300 meter) dikerjakan PT Pembangunan Perumahan; Paket Kostrad (1.400 meter) dikerjakan PT Istaka Karya CO bersama dengan PT Agra Budi. Serta paket Ciledug (1.500 meter) dikerjakan PT Waskita Karya. Sementara paket Seskoal (1.500 meter) akhir bulan ini baru akan dilelang, lantaran akhir tahun lalu ada kesalahan pelelangan.

Kontraktor tujuh paket lainnya telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan Pemprov DKI pada 15 Desember 2014 lalu dengan anggaran tahun jamak sebesar Rp 2,5 triliun. "Proyek jalan layang ditargetkan rampung akhir 2016 mendatang," kata Heru. 

Proyek pembangunan jalan layang sepanjang 9,3 kilometer itu memiliki lebar sebesar 9 meter yang terbagi dua arah dengan ketinggian bervariasi antara 18 hingga 23 meter sesuai dengan letak dan tata ruang kondisi ruas jalan di bawahnya. Jalan layang tersebut juga akan dilengkapi dengan 12 halte transjakarta. Masing-masing paket akan dilengkapi satu-dua halte yang dikerjakan oleh para kontraktor.

Adapun kontraktor paket Tendean akan mengerjakan halte Trans TV, kontraktor paket Santa akan mengerjakan halte Rawa Barat, kontraktor paket Taman Puring akan mengerjakan halte Stasiun MRT, dan kontraktor paket Trunojoyo akan mengerjakan halte Tirtayasa. Sementara untuk pengerjaan dua halte ada di paket Kebayoran Lama (halte Kebayoran Baru dan Taman Puring), paket Seskoal (halte Seskoal dan Carrefour), paket Kostrad (halte Swadarma dan Cipulir) serta paket Adam Malik (halte Kampus Budi Luhur dan JORR W2).

"Jalan layang ini nantinya juga terintegrasi dengan MRT. Misalnya di Sisingamangaraja, nanti ada halte yang bisa terintegrasi dengan MRT. Jalan layang ini dibangun biar warga beralih menggunakan bus transjakarta, karena jalan layang ini jalan layang khusus bus transjakarta," kata Heru.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorAna Shofiana Syatiri
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Megapolitan
Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Megapolitan
Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Megapolitan
Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Megapolitan
Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Megapolitan
SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

Megapolitan
Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Megapolitan
Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Megapolitan
Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Megapolitan
Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

Megapolitan
Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Megapolitan
Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Megapolitan
SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

Megapolitan
Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Megapolitan
Close Ads X