Dua Teman Begal yang Dibakar di Pondok Aren Ditangkap di Luar Jakarta

Kompas.com - 03/03/2015, 19:03 WIB
Kanit Reskrim Polsek Pondok Aren, Inspektur Satu Agung S Aji memegang pedang yang digunakan oleh kelompok begal di Pondok Aren, Tangerang Selatan, dini hari tadi. Foto diambil pada Selasa (24/2/2015) siang.

KOMPAS.COM/ANDRI DONNAL PUTERAKanit Reskrim Polsek Pondok Aren, Inspektur Satu Agung S Aji memegang pedang yang digunakan oleh kelompok begal di Pondok Aren, Tangerang Selatan, dini hari tadi. Foto diambil pada Selasa (24/2/2015) siang.
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menangkap dua begal yang melakukan aksinya di Pondok Aren, Tangerang Selatan beberapa waktu lalu. Mereka adalah rekan satu komplotan seorang begal yang tewas dibakar warga.

Kapolsek Pondok Aren Komisaris Polisi Bachtiar Alphonso mengatakan, Polsek Pondok Aren menangkap satu begal berinisial P ditangkap di daerah Jawa Barat. Sementara, satu pelaku lagi ditangkap oleh Polda Metro Jaya.

"Kalau yang satunya inisialnya belum diketahui, yang jelas ditangkapnya di Purwokerto, Jawa Tengah," kata Bachtiar saat dihubungi, Selasa (3/3/2015).

Bachtiar mengatakan, kedua pelaku ditangkap di tempat persembunyiannya. Dengan ditangkapnya dua orang itu, maka tiga orang lagi yang belum dibekuk. [Baca: Terkuak, Identitas Begal yang Dibakar Massa di Pondok Aren]

Ia mengatakan, dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku yang ditangkap, komplotan begal ini diduga terdiri dari enam orang. Padahal, sebelumnya polisi menganalisa pelakunya terdiri dari empat orang. "Semuanya laki-laki. Kami masih melakukan pengejaran terhadap mereka," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, aksi begal yang dilakukan komplotan tersebut dilakukan di Jalan Masjid Baiturohim, Pondok Karya, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Selasa (24/2/2015) dini hari.

Mereka berupaya melukai korbannya dengan menghunuskan sebuah pedang. Namun, aksi tersebut berhasil dipatahkan karena korban yang bernama Sri Astriani (20) berani memegang pedang tersebut.

Pelaku pun jatuh dan dikejar warga sekitar yang mengetahui aksi tersebut. Satu pelaku berhasil ditangkap dan nahas menjadi bulan-bulanan warga.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Suami Bunuh Istri di Duren Sawit: Korban Datang dari Kendal, Minta Cerai lalu Dibekap

Kronologi Suami Bunuh Istri di Duren Sawit: Korban Datang dari Kendal, Minta Cerai lalu Dibekap

Megapolitan
Ketua DPRD Harap Jakarta Bisa seperti New York Saat Tak Lagi Jadi Ibu Kota

Ketua DPRD Harap Jakarta Bisa seperti New York Saat Tak Lagi Jadi Ibu Kota

Megapolitan
Cilandak Masuk 5 Wilayah Mendominasi Omicron, Camat Bilang Data Pusekesmas Hanya Kasus Covid-19

Cilandak Masuk 5 Wilayah Mendominasi Omicron, Camat Bilang Data Pusekesmas Hanya Kasus Covid-19

Megapolitan
Oli Tumpah di Underpass Senen, 6 Pengendara Motor Terjatuh

Oli Tumpah di Underpass Senen, 6 Pengendara Motor Terjatuh

Megapolitan
Kasus Omicron Tersebar di 34 Kecamatan di DKI Jakarta, Ini Daftarnya

Kasus Omicron Tersebar di 34 Kecamatan di DKI Jakarta, Ini Daftarnya

Megapolitan
3 Anggota Keluarga di Pegadungan Jakbar Terpapar Covid-19 Varian Omicron

3 Anggota Keluarga di Pegadungan Jakbar Terpapar Covid-19 Varian Omicron

Megapolitan
Pelarian Pengeroyok Anggota TNI AD hingga Tewas di Jakarta Utara Berakhir, Semua Tersangka Ditangkap

Pelarian Pengeroyok Anggota TNI AD hingga Tewas di Jakarta Utara Berakhir, Semua Tersangka Ditangkap

Megapolitan
Daftar Panjang Kasus Covid-19 di Sekolah dan Bukti Nyata Klaster PTM

Daftar Panjang Kasus Covid-19 di Sekolah dan Bukti Nyata Klaster PTM

Megapolitan
Kasus Omicron Terdeteksi di Kecamatan Mampang, 4 Warga Terpapar

Kasus Omicron Terdeteksi di Kecamatan Mampang, 4 Warga Terpapar

Megapolitan
Ada Kecelakaan Truk di Cilincing, Wilayah Yos Sudarso Tanjung Priok Macet Parah

Ada Kecelakaan Truk di Cilincing, Wilayah Yos Sudarso Tanjung Priok Macet Parah

Megapolitan
Oknum PNS Diduga Ada di Balik Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Kasudin Bina Marga Dipanggil

Oknum PNS Diduga Ada di Balik Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Kasudin Bina Marga Dipanggil

Megapolitan
Pemprov DKI Tegaskan Ganjil Genap Tetap Berlaku di Tengah Desakan Penghapusan Aturan

Pemprov DKI Tegaskan Ganjil Genap Tetap Berlaku di Tengah Desakan Penghapusan Aturan

Megapolitan
Kembali Telan Korban, Awas Jangan Terobos Palang Pelintasan Kereta Api

Kembali Telan Korban, Awas Jangan Terobos Palang Pelintasan Kereta Api

Megapolitan
Jakarta Darurat Omicron, Masyarakat yang Langgar Aturan Pengetatan Mobilitas Akan Disanksi

Jakarta Darurat Omicron, Masyarakat yang Langgar Aturan Pengetatan Mobilitas Akan Disanksi

Megapolitan
Fakta Kuli Cabuli Bocah di Pamulang: Iming-iming Cokelat dan Mengelak Akui Perbuatan

Fakta Kuli Cabuli Bocah di Pamulang: Iming-iming Cokelat dan Mengelak Akui Perbuatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.