Tiga Orang Jadi Tersangka Kasus Tumbangnya Pohon di Kebun Raya Bogor

Kompas.com - 20/03/2015, 14:19 WIB
Kejadian pohon tumbang terjadi beberapa kali di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. Pada tahun 2012 pohon Ritchiea fragrans, pohon tropis dari Afrika, yang ditanam di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, tahun 1920, tumbang akibat diterjang puting beliung, Kamis (12/1/2012) siang. Kebun Raya Bogor hanya memiliki satu koleksi pohon tersebut. KOMPAS/ANTONY LEEKejadian pohon tumbang terjadi beberapa kali di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. Pada tahun 2012 pohon Ritchiea fragrans, pohon tropis dari Afrika, yang ditanam di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, tahun 1920, tumbang akibat diterjang puting beliung, Kamis (12/1/2012) siang. Kebun Raya Bogor hanya memiliki satu koleksi pohon tersebut.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

BOGOR, KOMPAS.com - Polres Bogor Kota telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus tumbangnya pohon damar (Agathis dammara) yang menewaskan tujuh orang pengunjung di Kebun Raya Bogor (KRB), awal Januari lalu. Kepala Polres Bogor Kota, AKBP Irsan, mengatakan, ketiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka adalah BP (petugas lapangan), SN (pengawas KRB), dan IA (Kepala Sub Bagian).

"Tiga orang tersebut dianggap paling bertanggung jawab dalam peristiwa tumbangnya pohon damar setinggi 5 meter yang menimpa rombongan pengunjung KRB pada awal Januari lalu," ucap Irsan, Jumat (20/3/2015).

Penetapan tersangka tersebut, kata Irsan, berdasarkan proses penyidikan dengan meminta keterangan kepada 12 saksi, dua orang saksi ahli dari IPB, dan olah tempat kejadian perkara. Berkas perkara pun sudah selesai dan tinggal diserahkan kepada pihak kejaksaan.

"Polisi melihat bila ketiga tersangka itu lalai melakukan pengawasan dan pemeliharaan terhadap pohon-pohon yang dianggap rawan tumbang. Untuk diketahui, peristiwa tumbangnya pohon damar raksasa di Kebun Raya Bogor terjadi pada Minggu (11/1/2015) sekitar pukul 10.00 WIB.

Mereka yang menjadi korban merupakan karyawan PT Asalta Mandiri Agung. Mereka datang ke Kebun Raya Bogor menghadiri acara silaturahmi sekaligus diskusi tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

Saat kejadian, mereka sedang berkumpul tepat di bawah pohon yang tumbang itu. Korban tewas dalam peristiwa itu adalah, Saefulloh (43), Sarijo (40), Supriyono (32), Suryana (43), Rizki (25), Ahmad Saefullah (43), dan Nur Ali (52).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tangkap 7 Pengeroyok Pemuda hingga Tewas di Teluknaga, 4 di Antaranya Masih di Bawah Umur

Polisi Tangkap 7 Pengeroyok Pemuda hingga Tewas di Teluknaga, 4 di Antaranya Masih di Bawah Umur

Megapolitan
Tetap Bisa Lihat Babi meski Tidak Telanjang, Saksi Perkara Hoaks Babi Ngepet Sempat Ragu

Tetap Bisa Lihat Babi meski Tidak Telanjang, Saksi Perkara Hoaks Babi Ngepet Sempat Ragu

Megapolitan
RSUD Kabupaten Tangerang Perkuat Strategi Hadapi Potensi Gelombang Ketiga Covid-19

RSUD Kabupaten Tangerang Perkuat Strategi Hadapi Potensi Gelombang Ketiga Covid-19

Megapolitan
Ingin Interpelasi Anies soal Formula E, PSI: Apa Starling dan Tukang Mi Ayam Bisa Jualan di Sana?

Ingin Interpelasi Anies soal Formula E, PSI: Apa Starling dan Tukang Mi Ayam Bisa Jualan di Sana?

Megapolitan
Soal Izin Acara Besar, Wali Kota Tangerang: Tunggu Arahan Pemerintah Pusat agar Seragam

Soal Izin Acara Besar, Wali Kota Tangerang: Tunggu Arahan Pemerintah Pusat agar Seragam

Megapolitan
Wajah Baru Kawasan Stasiun Tebet: Dulu Kumuh, Sekarang Lebih Nyaman

Wajah Baru Kawasan Stasiun Tebet: Dulu Kumuh, Sekarang Lebih Nyaman

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Serahkan Tindak Lanjut Penyegelan 6 TPS Ilegal ke KLHK

Wali Kota Tangerang Serahkan Tindak Lanjut Penyegelan 6 TPS Ilegal ke KLHK

Megapolitan
Sebut Harga Tiket Formula E Setara Dua Bansos, Anggota PSI: Kita Harus Puasa untuk Bisa Nonton?

Sebut Harga Tiket Formula E Setara Dua Bansos, Anggota PSI: Kita Harus Puasa untuk Bisa Nonton?

Megapolitan
Sidang Hoaks Babi Ngepet di Depok, Dua Saksi Kunci Mengaku Tak Tahu Skenario

Sidang Hoaks Babi Ngepet di Depok, Dua Saksi Kunci Mengaku Tak Tahu Skenario

Megapolitan
Dituding Bikin Parlemen Jalanan karena Mangkir Rapat Paripurna Interpelasi Formula E, Ini Kata M Taufik

Dituding Bikin Parlemen Jalanan karena Mangkir Rapat Paripurna Interpelasi Formula E, Ini Kata M Taufik

Megapolitan
Polisi: Pria di Tangerang Sudah Diintai 4 Hari Sebelum Ditembak

Polisi: Pria di Tangerang Sudah Diintai 4 Hari Sebelum Ditembak

Megapolitan
Polisi Pastikan Pria yang Tewas Ditembak di Tangerang Bukan Ustaz

Polisi Pastikan Pria yang Tewas Ditembak di Tangerang Bukan Ustaz

Megapolitan
Polisi Selidiki Asal Senjata Api yang Digunakan Pelaku buat Tembak Pria di Tangerang

Polisi Selidiki Asal Senjata Api yang Digunakan Pelaku buat Tembak Pria di Tangerang

Megapolitan
Tetap Gelar Rapat Paripurna Interpelasi Formula E walau Tak Kuorum, Ini Kata Ketua DPRD DKI

Tetap Gelar Rapat Paripurna Interpelasi Formula E walau Tak Kuorum, Ini Kata Ketua DPRD DKI

Megapolitan
Badan Kehormatan Belum Berencana Panggil Ketua DPRD DKI atas Dugaan Menyalahi Tatib

Badan Kehormatan Belum Berencana Panggil Ketua DPRD DKI atas Dugaan Menyalahi Tatib

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.