Kompas.com - 30/03/2015, 17:12 WIB
Deretan rumah warga berdiri di bantaran Kali Ciliwung di Kawasan Bidara Cini, Jakarta Timur, Selasa (4/3/2014). Prmprov DKI Jakarta akan membuat sodetan Ciliwung sepanjang 1,27 kilometer yang akan dilakukan mulai kawasan Bidaracina sampai dengan Kali Cipinang yang dihubungkan dengan KBT. Ratusan kepala keluarga (KK) yang bertempat tinggal di jalur pembuatan sodetan Ciliwung menuju Kanal Banjir Timur (KBT) akan direlokasi ke rumah susun. Warta Kota/angga bhagya nugraha ANGGA BHAGYA NUGRAHADeretan rumah warga berdiri di bantaran Kali Ciliwung di Kawasan Bidara Cini, Jakarta Timur, Selasa (4/3/2014). Prmprov DKI Jakarta akan membuat sodetan Ciliwung sepanjang 1,27 kilometer yang akan dilakukan mulai kawasan Bidaracina sampai dengan Kali Cipinang yang dihubungkan dengan KBT. Ratusan kepala keluarga (KK) yang bertempat tinggal di jalur pembuatan sodetan Ciliwung menuju Kanal Banjir Timur (KBT) akan direlokasi ke rumah susun. Warta Kota/angga bhagya nugraha
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com - Warga di bantaran Kali Cipinang di RT 12 RW 06, Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur, merasa dikelabui pihak Satpol PP. Sebab, warga pernah dimintai tanda tangan yang ternyata berujung pada rencana penggusuran.

Menurut Dede alias Ucok (40), warga RT 12 RW 06, seorang warga setempat berinisial J keliling meminta tanda tangan warga sekitar empat hari lalu.

"Jadi itu manipulasi, ibu itu warga sini. Jadi dia minta tanda tangan warga bareng Satpol PP dibilang buat listrik, tetapi setelah itu berjalan barulah kami dikasih surat penggusuran," kata Dede kepada Kompas.com, Senin (30/3/2015).

Menurut Dede, setelah warga tahu kalau tanda tangan itu dipakai terkait masalah penggusuran, pihaknya lantas mengusir petugas Satpol PP. Melalui tanda tangan itu, warga merasa dikelabui karena seolah-olah setuju digusur.

"Jadi baru sebagian diminta tanda tangannya keburu ketahuan. Langsung diusir Satpol PP nya," ujar Dede.

Menurut dia, pihak warga pernah diundang ke Kelurahan Cipinang Besar Selatan terkait masalah ini. Namun, dia menyebut, tidak ada kesepakatan yang terjadi antar warga dengan pihak kelurahan. Sebab, tak ada ganti rugi.

"Penjelasannya enggak jelas, warga seolah-olah dianggap mau direlokasi," ujar Dede.

Masalah tersebut menurutnya sudah pernah dilaporkan kepada pihak kecamatan. Namun, belum ada tanggapan. Sebelumnya, warga di bantaran Kali Cipinang ini berharap pemerintah memberikan ganti rugi atas rencana penggusuran tempat tinggal mereka.

Warga melakukan aksi protes dengan membentangkan spanduk dan mencoret jembatan di atas bendungan KBT Kali Cipinang. Rencana penertiban terkait pembangunan trase sodetan Ciliwung-KBT. Mereka yang terancam terkena gusuran sebanyak 197 kepala keluarga (KK).Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua DPRD DKI Usul Sumur Resapan Jadi Tempat Beternak Lele

Ketua DPRD DKI Usul Sumur Resapan Jadi Tempat Beternak Lele

Megapolitan
Pinjol Ilegal di PIK yang Digerebek Polisi Pekerjakan Anak di Bawah Umur

Pinjol Ilegal di PIK yang Digerebek Polisi Pekerjakan Anak di Bawah Umur

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Selatan Sebut Dua Penyebab Kasus Covid-19 Melonjak

Wali Kota Tangerang Selatan Sebut Dua Penyebab Kasus Covid-19 Melonjak

Megapolitan
Kuasa Hukum Keluarga Kakek 89 Tahun Sebut Pengeroyokan Tak Terkait Kasus Sengketa Tanah

Kuasa Hukum Keluarga Kakek 89 Tahun Sebut Pengeroyokan Tak Terkait Kasus Sengketa Tanah

Megapolitan
Datangi Polres Jakarta Timur, Keluarga Kakek Korban Pengeroyokan Minta Semua Pelaku Ditangkap

Datangi Polres Jakarta Timur, Keluarga Kakek Korban Pengeroyokan Minta Semua Pelaku Ditangkap

Megapolitan
Kronologi Penyitaan 1.847 Pil Ekstasi dari Tiga Lokasi di Jakarta

Kronologi Penyitaan 1.847 Pil Ekstasi dari Tiga Lokasi di Jakarta

Megapolitan
Polisi Sita 1.847 Pil Ekstasi dan 0,2 Gram Sabu, Harganya di Pasar Gelap Capai Rp 1 Miliar

Polisi Sita 1.847 Pil Ekstasi dan 0,2 Gram Sabu, Harganya di Pasar Gelap Capai Rp 1 Miliar

Megapolitan
Pemkot Jaksel Gandeng Kota Kasablanka Gelar Vaksinasi 'Booster', Targetkan 1.000 Penerima Per Hari

Pemkot Jaksel Gandeng Kota Kasablanka Gelar Vaksinasi "Booster", Targetkan 1.000 Penerima Per Hari

Megapolitan
Pengedar Ekstasi Diamankan di Jakarta Barat, Polisi Masih Cari Satu Pelaku Lain

Pengedar Ekstasi Diamankan di Jakarta Barat, Polisi Masih Cari Satu Pelaku Lain

Megapolitan
Trotoar di Cilandak yang Sempat Dibongkar Sudah Diperbaiki

Trotoar di Cilandak yang Sempat Dibongkar Sudah Diperbaiki

Megapolitan
Polisi Tangkap 12 Tersangka Pengedar Obat Keras Ilegal di Bekasi

Polisi Tangkap 12 Tersangka Pengedar Obat Keras Ilegal di Bekasi

Megapolitan
Tangkap Kurir Narkoba yang Bawa 17 Kilogram Ganja di Depok, Polisi Buru Dua Pengendalinya

Tangkap Kurir Narkoba yang Bawa 17 Kilogram Ganja di Depok, Polisi Buru Dua Pengendalinya

Megapolitan
Penyedia Pinjol di PIK Disebut Ancam Martabat Peminjam Saat Tagih Pembayaran

Penyedia Pinjol di PIK Disebut Ancam Martabat Peminjam Saat Tagih Pembayaran

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Ungkit Penebangan Pohon di Monas, Sebut untuk Penuhi Ambisi Balap Formula E

Ketua DPRD DKI Ungkit Penebangan Pohon di Monas, Sebut untuk Penuhi Ambisi Balap Formula E

Megapolitan
Ingin Kembalikan Marwah TMII, Pengelola Tutup SnowBay Waterpark

Ingin Kembalikan Marwah TMII, Pengelola Tutup SnowBay Waterpark

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.