Kompas.com - 03/04/2015, 05:10 WIB
Neil Bantleman, guru Jakarta International School (JIS) yang menjadi terdakwa dalam kasus pelecehan seksual saat menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis,(2/4/2015). Tara MarchelinNeil Bantleman, guru Jakarta International School (JIS) yang menjadi terdakwa dalam kasus pelecehan seksual saat menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis,(2/4/2015).
|
EditorFidel Ali Permana


JAKARTA, KOMPAS.com
- Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengungkapkan beberapa poin yang memberatkan dua terdakwa kasus pelecehan seksual Jakarta International School (JIS) yaitu Neil Bantleman dan Ferdinand Tjiong. Diketahui, terdalat enam pion yang memberatkan kedua terdakwa.

"Terdakwa tidak mengakui perbuatannya. Terdakwa tidak menyesali perbuatannya," ujar Hakim Nur Aslam saat membacakan putusan kasus pelecehan seksual JIS, Kamis, (2/4/2015).

Dalam putusan, Hakim Nur Aslam menjelaskan para terdakwa tidak pernah menyesal atau meminta maaf terkait perbuatan yang telah merusak fisik, psikis, serta masa depan korban. Majelis hakim juga menilai perbuatan terdakwa bukan perbuatan yang pantas seorang pendidik.

Bukan hanya itu, majelis hakim menilai bahwa kedua terdakwa memberikan keterangan berbelit-belit sehingga mempersulit persidangan. Neil dan Ferdinand juga dianggap menyebarkan informasi yang salah pada masyarakat.

"Terdakwa telah melakukan tindakan pembentukan opini dengan memberikan informasi yang salah pada pihak luar secara lisan maupun tertulis, baik sebelum maupun sesudah persidangan," jelas Hakim Nur Aslam di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Padahal, majelis hakim telah menjelaskan pada para terdakwa bahwa persidangan ini terutup untuk umum hingga pembacaan putusan. Majelis hakim juga menilai perbuatan Neil dan Ferdinand telah mencoreng nama baik JIS.

Sebagai informasi, Neil Bantleman dan Ferdinand Tjiong dikenakan hukuman sepuluh tahun penjara dengan denda Rp 100 juta, subsider enam bukan kurungan penjara. Hukuman tersebut mereka peroleh akibat melanggar Pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Periksa 6 Saksi Terkait Dugaan Pengeroyokan Anggota TNI dan Polri di Kebayoran Baru

Polisi Periksa 6 Saksi Terkait Dugaan Pengeroyokan Anggota TNI dan Polri di Kebayoran Baru

Megapolitan
Saksi soal Acara Rizieq Shihab di Megamendung, Banyak yang Tak Pakai Masker dan Tanpa Jaga Jarak

Saksi soal Acara Rizieq Shihab di Megamendung, Banyak yang Tak Pakai Masker dan Tanpa Jaga Jarak

Megapolitan
Saksi: Satgas Covid-19 Berupaya Lakukan Tracing di Ponpes Milik Rizieq Shihab, tetapi Ditolak

Saksi: Satgas Covid-19 Berupaya Lakukan Tracing di Ponpes Milik Rizieq Shihab, tetapi Ditolak

Megapolitan
Pria Gangguan Jiwa Terperangkap di Pembatas Jalur Sepeda Sudirman

Pria Gangguan Jiwa Terperangkap di Pembatas Jalur Sepeda Sudirman

Megapolitan
Cerita Pangdam Jaya Hadapi Mahasiswa Tolak Omibus Law hingga Jadi Imam Shalat Berjemaah

Cerita Pangdam Jaya Hadapi Mahasiswa Tolak Omibus Law hingga Jadi Imam Shalat Berjemaah

Megapolitan
Data IQAIR Senin, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Keempat di Dunia

Data IQAIR Senin, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Keempat di Dunia

Megapolitan
Alasan Mahasiswa dan Dosen UI Belum Mau Kuliah Tatap Muka Semester Depan

Alasan Mahasiswa dan Dosen UI Belum Mau Kuliah Tatap Muka Semester Depan

Megapolitan
Kasatpol PP Kabupaten Bogor Sebut Ketokohan Rizieq di Kasus Kerumunan Megamendung

Kasatpol PP Kabupaten Bogor Sebut Ketokohan Rizieq di Kasus Kerumunan Megamendung

Megapolitan
Saksi: Acara Rizieq di Megamendung yang Memicu Kerumunan Tak Berizin

Saksi: Acara Rizieq di Megamendung yang Memicu Kerumunan Tak Berizin

Megapolitan
Opsi Kuliah Tatap Muka Semester Depan Tak Diminati Mahasiswa dan Dosen UI

Opsi Kuliah Tatap Muka Semester Depan Tak Diminati Mahasiswa dan Dosen UI

Megapolitan
Kuasa Hukum Sebut Wagub DKI Jadi Saksi Sidang Rizieq Shihab Hari Ini

Kuasa Hukum Sebut Wagub DKI Jadi Saksi Sidang Rizieq Shihab Hari Ini

Megapolitan
Kala Anies Disanjung Mantan Wali Kota Toronto Kanada karena Berhasil Pengaruhi PBB dalam 2 Menit

Kala Anies Disanjung Mantan Wali Kota Toronto Kanada karena Berhasil Pengaruhi PBB dalam 2 Menit

Megapolitan
Berikut Isi Lengkap Pidato Anies yang Ditanggapi Positif oleh Sekjen PBB

Berikut Isi Lengkap Pidato Anies yang Ditanggapi Positif oleh Sekjen PBB

Megapolitan
Polda Metro Jaya Razia Knalpot Bising di Sejumlah Titik

Polda Metro Jaya Razia Knalpot Bising di Sejumlah Titik

Megapolitan
Ada Kebakaran di Tamansari, Wagub DKI Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Ada Kebakaran di Tamansari, Wagub DKI Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X