Gara-gara Tak Terdaftar, 5 Orang Dijaring dalam Inspeksi Rumah Kos

Kompas.com - 21/04/2015, 19:05 WIB
Kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (16/4). Dalam 10 tahun terakhir, Tebet tumbuh sebagai salah satu pusat kuliner dan bisnis. Hal ini memicu munculnya tempat-tempat usaha dan rumah kos berikut segala ekses sosialnya. KOMPAS/RADITYA HELABUMIKawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (16/4). Dalam 10 tahun terakhir, Tebet tumbuh sebagai salah satu pusat kuliner dan bisnis. Hal ini memicu munculnya tempat-tempat usaha dan rumah kos berikut segala ekses sosialnya.
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com — Lima orang dijaring petugas Kecamatan Tebet yang menggelar inspeksi di kawasan rumah kos di Jalan Tebet Utara, Selasa (21/4/2015). Lima penghuni rumah kos "de'Kost" ini diketahui tidak melaporkan identitas kepada pemilik rumah kos.

Saat ini, petugas telah menahan KTP mereka. Mereka akan menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena melanggar Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.

"Ada lima yang ditegur dan dipanggil sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena memiliki KTP daerah dan belum lapor diri," sebut Kepala Satpol PP Tebet Asromadian, Selasa.

Jika terbukti bersalah, lima orang itu terancam sanksi pidana penjara hingga dua bulan dan denda antara Rp 100.000 dan Rp 2 juta.

Menurut Asromadian, seharusnya pemilik rumah kos selalu melaporkan data penghuni yang indekos secara periodik. Para ketua RT juga seharusnya melakukan pengecekan terhadap tamu-tamu yang tidak dikenal.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terdampak Pandemi, 50 Persen Musisi di Kota Bekasi Banting Setir Jadi Kurir hingga Sopir Ojol

Terdampak Pandemi, 50 Persen Musisi di Kota Bekasi Banting Setir Jadi Kurir hingga Sopir Ojol

Megapolitan
Eks Polisi Ditangkap, Menipu Modus Bisa Pinjamkan Rp 3 Miliar dari Bank Dunia

Eks Polisi Ditangkap, Menipu Modus Bisa Pinjamkan Rp 3 Miliar dari Bank Dunia

Megapolitan
Warga Korban Banjir Banding, Pemprov DKI Siap Menghadapi

Warga Korban Banjir Banding, Pemprov DKI Siap Menghadapi

Megapolitan
Pengamat: Anies Cenderung Rugi jika Pilkada Jakarta Digelar 2024

Pengamat: Anies Cenderung Rugi jika Pilkada Jakarta Digelar 2024

Megapolitan
Badut di Masa Pandemi, Hampir Setahun Menganggur hingga Jadi Tukang Las

Badut di Masa Pandemi, Hampir Setahun Menganggur hingga Jadi Tukang Las

Megapolitan
Kalah Saing hingga Omzet Merosot, Puluhan Pengusaha Warteg di Tangerang Gulung Tikar

Kalah Saing hingga Omzet Merosot, Puluhan Pengusaha Warteg di Tangerang Gulung Tikar

Megapolitan
Wajib Uji Emisi Kendaraan di DKI Jakarta, Ini Syarat Lulus, Lokasi, dan Sanksi yang Mengintai

Wajib Uji Emisi Kendaraan di DKI Jakarta, Ini Syarat Lulus, Lokasi, dan Sanksi yang Mengintai

Megapolitan
Bocah 13 Tahun Hanyut Saat Main di Pinggir Sungai Ciliwung

Bocah 13 Tahun Hanyut Saat Main di Pinggir Sungai Ciliwung

Megapolitan
Polisi: Penjual Satwa Dilindungi Untung Rp 1 Juta-Rp 10 Juta Tiap Jual Satu Binatang

Polisi: Penjual Satwa Dilindungi Untung Rp 1 Juta-Rp 10 Juta Tiap Jual Satu Binatang

Megapolitan
Sudinkes Jaksel Klaim Kamar Perawatan Pasien Covid-19 Masih Cukup

Sudinkes Jaksel Klaim Kamar Perawatan Pasien Covid-19 Masih Cukup

Megapolitan
Live Music Dilarang di Kota Bekasi, Para Musisi Gelar Ngamen Online hingga Beralih Profesi

Live Music Dilarang di Kota Bekasi, Para Musisi Gelar Ngamen Online hingga Beralih Profesi

Megapolitan
Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua, Wali Kota Airin: Enggak Ada Gejala Apapun

Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua, Wali Kota Airin: Enggak Ada Gejala Apapun

Megapolitan
Pasar Muamalah di Depok yang Terima Transaksi Dinar dan Dirham Tak Punya Izin

Pasar Muamalah di Depok yang Terima Transaksi Dinar dan Dirham Tak Punya Izin

Megapolitan
F-PKS: Mayoritas Fraksi DPRD DKI Dorong Pilkada Jakarta Digelar 2022

F-PKS: Mayoritas Fraksi DPRD DKI Dorong Pilkada Jakarta Digelar 2022

Megapolitan
Monyet Liar Masuk Kawasan Perumahan Puspitek Tangsel, Warga Resah

Monyet Liar Masuk Kawasan Perumahan Puspitek Tangsel, Warga Resah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X