Kompas.com - 28/04/2015, 09:53 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat berbincang dan membagikan kartu nama kepada warga bantaran rel kereta api, di samping Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2015). KOMPAS.COM/KURNIA SARI AZIZAGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat berbincang dan membagikan kartu nama kepada warga bantaran rel kereta api, di samping Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2015).
Penulis Jessi Carina
|
EditorGlori K. Wadrianto
JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan ingin mengusahakan pembentukan RT dan RW di apartemen. Hal tersebut ialah supaya Pemerintah Provinsi DKI dapat mengawasi tiap penduduk, termasuk yang tinggal di apartemen.

"Sekarang paling susah soal apartemen-apartemen. Sekarang apartemen enggak ada RT/RW. Kita mau benahi. Bisa enggak bentuk RT dan RW. Apartemen juga punya masalah di PPRS. Nah, itu masih belum ketemu. Kita beresin," ujar Ahok, demikian Basuki biasa disapa, di Balai Kota, Selasa (28/4/2015).

Tidak hanya apartemen, Ahok mengatakan, Pemprov DKI juga akan terus membenahi hunian lain, seperti kos-kosan liar. Ahok mengaku sudah memerintahkan wali kota setempat untuk membongkar kos-kosan yang berdiri di jalur hijau.

Namun, kata Ahok, ada kesulitan yang dialami untuk membongkar hunian-hunian ilegal. Kadang kala, warga yang menempati hunian tersebut justru memiliki sertifikat. "Lucunya, mereka punya sertifikat. Yang punya sertifikat ya harus kita bayar," ujar Ahok.

Saat ini, banyak apartemen yang belum memiliki RT dan RW, salah satunya di Apartemen Kalibata City yang baru-baru ini digemparkan dengan terungkapnya kegiatan prostitusi.

Meski dihuni ribuan orang, Apartemen Kalibata City yang terletak di wilayah Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, ternyata tak memiliki RT dan RW. Akhirnya, warga yang berdomisili di sana masih bergantung pada RT dan RW yang berada di luar apartemen tersebut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Larangan Mudik, Polisi Paksa Putar Balik 1.070 Kendaraan di Tol Cikupa dan Cikarang Barat

Larangan Mudik, Polisi Paksa Putar Balik 1.070 Kendaraan di Tol Cikupa dan Cikarang Barat

Megapolitan
Pohon Tumbang Menimpa Mobil di Jalan Pajajaran Pamulang

Pohon Tumbang Menimpa Mobil di Jalan Pajajaran Pamulang

Megapolitan
Larangan Mudik Lebaran Hari Pertama, Operasional AKAP di Terminal Poris Plawad Dihentikan

Larangan Mudik Lebaran Hari Pertama, Operasional AKAP di Terminal Poris Plawad Dihentikan

Megapolitan
John Kei: Saya Tandatangan BAP karena Anak Saya Ditendang, Ditahan 3 Hari

John Kei: Saya Tandatangan BAP karena Anak Saya Ditendang, Ditahan 3 Hari

Megapolitan
Hari Pertama Larangan Mudik, Ratusan Kendaraan yang Masuk Kota Bogor Diputar Balik

Hari Pertama Larangan Mudik, Ratusan Kendaraan yang Masuk Kota Bogor Diputar Balik

Megapolitan
Dishub DKI: Pergerakan Warga di Kawasan Jabodetabek Tak Perlu SIKM

Dishub DKI: Pergerakan Warga di Kawasan Jabodetabek Tak Perlu SIKM

Megapolitan
Anies ke AHY: Demokrat Melewati Ujian yang Tidak Sederhana

Anies ke AHY: Demokrat Melewati Ujian yang Tidak Sederhana

Megapolitan
Di Persidangan, John Kei Menyatakan Tak Pernah Instruksikan Pembunuhan terhadap Nus Kei

Di Persidangan, John Kei Menyatakan Tak Pernah Instruksikan Pembunuhan terhadap Nus Kei

Megapolitan
Rizieq Shihab kepada Hakim: Saya Sangat Lelah, Semalam Tak Bisa Tidur, Panas Sekali di Penjara

Rizieq Shihab kepada Hakim: Saya Sangat Lelah, Semalam Tak Bisa Tidur, Panas Sekali di Penjara

Megapolitan
John Kei: Dulu Nus Kei Orang yang Paling Saya Percaya

John Kei: Dulu Nus Kei Orang yang Paling Saya Percaya

Megapolitan
Dinkes Tangsel: 2 Warga Terinfeksi Virus Corona Varian B.1.617 di Serpong Telah Sembuh

Dinkes Tangsel: 2 Warga Terinfeksi Virus Corona Varian B.1.617 di Serpong Telah Sembuh

Megapolitan
Jasa Raharja Gelar Mudik Online, Bagi Kuota Internet Rp 150.000 untuk 10.000 Pendaftar

Jasa Raharja Gelar Mudik Online, Bagi Kuota Internet Rp 150.000 untuk 10.000 Pendaftar

Megapolitan
John Kei: Nus Kei Tak Bayar Utang Rp 1 Miliar

John Kei: Nus Kei Tak Bayar Utang Rp 1 Miliar

Megapolitan
Puing Longsor yang Sumbat Kali di Jagakarsa Diangkat, Banjir Mulai Surut

Puing Longsor yang Sumbat Kali di Jagakarsa Diangkat, Banjir Mulai Surut

Megapolitan
Urai Kemacetan, Petugas Pemeriksa Kendaraan di Gerbang Tol Bitung Ditambah

Urai Kemacetan, Petugas Pemeriksa Kendaraan di Gerbang Tol Bitung Ditambah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X