Kompas.com - 03/06/2015, 08:41 WIB
Sejumlah pengunjung di Pesta Rakyat Jakarta (PRJ) Senayan pada Selasa (2/6/2015) sore. Aldo FenalosaSejumlah pengunjung di Pesta Rakyat Jakarta (PRJ) Senayan pada Selasa (2/6/2015) sore.
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Budayawan, Ridwan Saidi, angkat bicara soal ‎Pesta Rakyat Jakarta (PRJ) Senayan yang dibuka seminggu penuh yakni mulai 30 Mei hingga 5 Juni 2015.

Ketika ditemui di areal Pesta Rakyat Jakarta (PRJ) Senayan, Selasa(2/6/2015), Ridwan Saidi yang mengenakan kemeja merah muda itu mengatakan pesta rakyat sangat sepi pengunjung.

"Pengunjungnya enggak rame, padahal ini hari libur kan. Banyakan yang keluar dari sini hanya untuk makan saja, kuliner. Kalau untuk beli busana jarang," ujar Ridwan Saidi.

Menurut dia, Pesta Rakyat Jakarta (PRJ) Senayan tidak ada yang istimewa dan tidak ada bedanya dengan pasar kaget atau pasar malam yang biasa diadakan di kampung-kampung.

"Paling orang ke sini hanya pengen tahu saja, seperti apa. Padahal di sini kalau untuk transportasi lebih mudah tapi pengunjung tetap sepi," ujarnya.

Pelaksanaan PRJ Senayan ini sempat dipertanyakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Basuki mengaku tidak pernah memberi izin pelaksanaan pesta rakyata tersebut. Dia juga mempertanyakan biaya Rp 2 juta yang dikenakan kepada peserta pameran dari UKM.

Izin penyelenggaraan acara tersebut rupanya diberikan oleh Wagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Basuki tidak pernah tahu karena mengaku tidak pernah mendapat laporan dari wakilnya tersebut. (Theresia Felisiani)



Sumber Warta Kota
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Alat Berat Sulit Masuk karena Akses Sempit, Pengangkatan Puing Longsor di Jagakarsa Dikerjakan Manual

Alat Berat Sulit Masuk karena Akses Sempit, Pengangkatan Puing Longsor di Jagakarsa Dikerjakan Manual

Megapolitan
Sanksi untuk ASN DKI yang Nekat Mudik Lebaran, dari Teguran hingga Penurunan Pangkat

Sanksi untuk ASN DKI yang Nekat Mudik Lebaran, dari Teguran hingga Penurunan Pangkat

Megapolitan
Gelap dan Berisiko Longsor Susulan, Puing Rumah di Jagakarsa Belum Diangkat

Gelap dan Berisiko Longsor Susulan, Puing Rumah di Jagakarsa Belum Diangkat

Megapolitan
Longsor di Jagakarsa Rusak Rumah Warga, Tembok Retak dan Lantai Terangkat

Longsor di Jagakarsa Rusak Rumah Warga, Tembok Retak dan Lantai Terangkat

Megapolitan
Catat, Ini Jadwal Terbaru KRL Selama Masa Larangan Mudik 6-17 Mei

Catat, Ini Jadwal Terbaru KRL Selama Masa Larangan Mudik 6-17 Mei

Megapolitan
Sidang Kasus Kerumunan di Petamburan dan Megamendung, Saksi Ahli yang Dibawa Rizieq Shihab Akan Diperiksa

Sidang Kasus Kerumunan di Petamburan dan Megamendung, Saksi Ahli yang Dibawa Rizieq Shihab Akan Diperiksa

Megapolitan
Mudik Resmi Dilarang, Ingat Ada 31 Lokasi Check Point dan Pos Penyekatan di Jabodetabek!

Mudik Resmi Dilarang, Ingat Ada 31 Lokasi Check Point dan Pos Penyekatan di Jabodetabek!

Megapolitan
Kronologi Ditilangnya Pengemudi Pajero 'Jenderal' Kekaisaran Sunda Nusantara, Awalnya karena Pelat Palsu

Kronologi Ditilangnya Pengemudi Pajero "Jenderal" Kekaisaran Sunda Nusantara, Awalnya karena Pelat Palsu

Megapolitan
Konflik Jemaah Dilarang Bermasker di Masjid Bekasi, Pemuda Arogan Jadi 'Duta Masker'

Konflik Jemaah Dilarang Bermasker di Masjid Bekasi, Pemuda Arogan Jadi "Duta Masker"

Megapolitan
Seputar SIKM Jakarta, dari Cara Daftar hingga Syarat Dokumen

Seputar SIKM Jakarta, dari Cara Daftar hingga Syarat Dokumen

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Dokumen Wajib Penumpang Pesawat di Masa Larangan Mudik | Sidang Rizieq

[POPULER JABODETABEK] Dokumen Wajib Penumpang Pesawat di Masa Larangan Mudik | Sidang Rizieq

Megapolitan
Puing Longsoran Sumbat Kali, Ratusan Rumah di Jagakarsa Kebanjiran

Puing Longsoran Sumbat Kali, Ratusan Rumah di Jagakarsa Kebanjiran

Megapolitan
Update 5 Mei: Pasien Covid-19 Depok Berkurang Jadi 1.531 Orang

Update 5 Mei: Pasien Covid-19 Depok Berkurang Jadi 1.531 Orang

Megapolitan
Update 5 Mei: Kota Bekasi Catat 163 Kasus Baru Covid-19

Update 5 Mei: Kota Bekasi Catat 163 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Fondasi Terkikis, Bagian Belakang Rumah di Jagakarsa Longsor dan Timpa Bangunan Warga

Fondasi Terkikis, Bagian Belakang Rumah di Jagakarsa Longsor dan Timpa Bangunan Warga

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X