"Go-Jek Effect" Diharapkan Terus Bermunculan di Jakarta

Kompas.com - 20/06/2015, 06:00 WIB
Pengemudi ojek berbasis aplikasi mobile tengah menunggu panggilan pelanggan di kawasan Jakarta Selatan pada Rabu (10/6/2015) sore. Aldo FenalosaPengemudi ojek berbasis aplikasi mobile tengah menunggu panggilan pelanggan di kawasan Jakarta Selatan pada Rabu (10/6/2015) sore.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Keberadaan wadah-wadah tukang ojek seperti Go-Jek dan Grab Bike mendapat dukungan dari Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta. Sebab, keberadaan wadah tukang ojek membuat warga tertarik menggunakan ojek.

Muaranya tentu saja untuk meningkatkan kesejahteraan para tukang ojek. Hal itu menyontohkan kesuksesan Go-Jek yang dinilai berhasil menjaring minat warga masyarakat untuk menggunakan ojek. Sejauh ini sistem serupa yang muncul setelah mencuatnya Go-Jek adalah Grab Bike.

"Go-Jek itu merupakan wadah saja untuk mengkoordinir ojek-ojek. Daripada ojek-ojek itu tidak terkoordinir, kalau ada wadah yang mengkoordinirnya tentu akan lebih baik," ujar Kepala Bidang Angkutan Darat Emanuel Kristianto kepada Kompas.com, Jumat (19/6/2015).

Meski demikian, Emanuel menyatakan, tujuan pihaknya mendorong agar tukang ojek memiliki wadah tidak berarti Dinas Perhubungan dan Transportasi memberikan izin terhadap sarana transportasi tersebut. Sebab, kata dia, ojek merupakan angkutan yang tidak diatur dalam Undang-undang.

"Dishub selama ini tidak pernah mengeluarkan izin apapun terkait operasional ojek. Kita tidak pernah mengeluarkan izin terhadap ojek karena itu tidak diatur dalam Undang-undang. Dishub hanya melakukan pembinaan," ujar dia.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menengok Dhanagun, Vihara Berusia 3 Abad di Bogor

Menengok Dhanagun, Vihara Berusia 3 Abad di Bogor

Megapolitan
5 Fakta Pencurian Kotak Amal Masjid di Bekasi Utara

5 Fakta Pencurian Kotak Amal Masjid di Bekasi Utara

Megapolitan
Jumat, Jakarta Diprakirakan Hujan dari Pagi sampai Malam

Jumat, Jakarta Diprakirakan Hujan dari Pagi sampai Malam

Megapolitan
Proyek Revitalisasi Monas Molor, Kontraktor: Faktor Cuaca

Proyek Revitalisasi Monas Molor, Kontraktor: Faktor Cuaca

Megapolitan
Mantan Atlet Kayak Khawatir Diberhentikan sebagai Tenaga Honorer di Depok

Mantan Atlet Kayak Khawatir Diberhentikan sebagai Tenaga Honorer di Depok

Megapolitan
Cegah Penyebaran Virus Corona, Lion Air Group Batalkan Penerbangan ke China

Cegah Penyebaran Virus Corona, Lion Air Group Batalkan Penerbangan ke China

Megapolitan
Kronologi Terbongkarnya Praktik Prostitusi Online di Apartemen Kalibata

Kronologi Terbongkarnya Praktik Prostitusi Online di Apartemen Kalibata

Megapolitan
WNA AS Penyelundup Brownies Ganja Ditangkap, Temannya DPO

WNA AS Penyelundup Brownies Ganja Ditangkap, Temannya DPO

Megapolitan
KJRI Toronto Undang Bogor Hadiri Indonesian Summer Festival di Kanada

KJRI Toronto Undang Bogor Hadiri Indonesian Summer Festival di Kanada

Megapolitan
Cegah Banjir, Saluran Penghubung Sulaiman di Makasar Dikuras

Cegah Banjir, Saluran Penghubung Sulaiman di Makasar Dikuras

Megapolitan
Kisah Grup Barongsai Kong Ha Hong, Dilarang Era Orba dan Kini Jadi Juara Dunia

Kisah Grup Barongsai Kong Ha Hong, Dilarang Era Orba dan Kini Jadi Juara Dunia

Megapolitan
Ketua Ormas Goib Bantah Buat Spanduk Tolak Bioskop XXI karena Faktor Ekonomi

Ketua Ormas Goib Bantah Buat Spanduk Tolak Bioskop XXI karena Faktor Ekonomi

Megapolitan
Bikin Surat Pamitan, Dirut Transjakarta yang Mundur Sebut Anies 'Bapak Integrasi'

Bikin Surat Pamitan, Dirut Transjakarta yang Mundur Sebut Anies "Bapak Integrasi"

Megapolitan
Dirut Transjakarta Mundur, Posisinya Digantikan Wakil Ketua DTKJ

Dirut Transjakarta Mundur, Posisinya Digantikan Wakil Ketua DTKJ

Megapolitan
Harga Cabai Rawit Merah di Bogor Tembus Rp 90.000 Per Kilo

Harga Cabai Rawit Merah di Bogor Tembus Rp 90.000 Per Kilo

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X