Kompas.com - 26/06/2015, 19:37 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana seusai diperiksa di Bareskrim Polri sebagai saksi dugaan perkara korupsi melalui pengadaan printer dan scanner, Senin (15/6/2015). KOMPAS.COM/FABIAN JANUARIUS KUWADOWakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana seusai diperiksa di Bareskrim Polri sebagai saksi dugaan perkara korupsi melalui pengadaan printer dan scanner, Senin (15/6/2015).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua DPW PPP DKI Jakarta Abraham "Lulung" Lunggana merasa yakin bahwa Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama bisa maju dalam perhelatan Pilkada DKI Jakarta tahun 2017. Menurut Lulung, tidak sulit bagi Ahok untuk mengumpulkan 1 juta KTP sebagai syarat untuk maju melalui jalur independen.

Hal yang menjadi fokus saat ini, ujar Lulung, adalah apakah Ahok bisa menang atau tidak. "Persoalannya sekarang Pak Ahok menang atau tidak, itu yang terjadi sekarang," kata Lulung dalam diskusi publik "Menakar Peluang Ahok Maju sebagai Calon Independen", di Jakarta, Jumat (26/6/2015).

Walaupun bisa maju dalam Pilkada, Lulung tidak yakin Ahok bisa memenangi pemilihan. Pasalnya, ia menilai tak ada kemajuan yang didapat oleh Ahok selama memimpin Jakarta. Ia bahkan membantah anggapan yang menyatakan Ahok berhasil memberantas korupsi di lingkungan birokrasi DKI Jakarta.

Menurut Lulung, tujuan Ahok melaporkan dugaan adanya korupsi pada APBD 2014 hanyalah untuk pencitraan semata. "Apa yang dilakukan Ahok bukan semata-mata tulus untuk membongkar kasus korupsi. Pak Ahok terlihat jelas dalam persoalan memberantas korupsi ini mencari pencitraan," ujar Lulung.

Lulung menilai Ahok-lah yang sebenarnya harus bertanggung jawab atas adanya dugaan korupsi dalam APBD DKI Jakarta. Sebab, hal ini terjadi saat Ahok menjabat sebagai pelaksana tugas gubernur. Lulung mencontohkan kasus dugaan korupsi pengadaan alat uninterruptible power supply (UPS). Menurut Lulung, seluruh proses lelang dan belanja barang dilakukan langsung olehnya dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

"Harusnya dia evaluasi dulu bagaimana mungkin UPS bisa terjadi lelang? Itu yang menjadi persoalan," ujar Lulung.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kota Bekasi Catat 131 Kasus Baru Covid-19 pada 18 April

Kota Bekasi Catat 131 Kasus Baru Covid-19 pada 18 April

Megapolitan
Kebakaran di Taman Sari, 1.000 Warga Terdampak, 5 Orang Luka-luka

Kebakaran di Taman Sari, 1.000 Warga Terdampak, 5 Orang Luka-luka

Megapolitan
BMKG: Sebagian Wilayah Jabodetabek Hujan Hari Ini

BMKG: Sebagian Wilayah Jabodetabek Hujan Hari Ini

Megapolitan
Anggota TNI Dikeroyok Hingga Tewas di Kebayoran Baru

Anggota TNI Dikeroyok Hingga Tewas di Kebayoran Baru

Megapolitan
Saat Anak 5 Tahun Keluar dari Pesawat Jatuh Tanpa Menderita Luka dalam Kecelakaan 24 Tahun Lalu

Saat Anak 5 Tahun Keluar dari Pesawat Jatuh Tanpa Menderita Luka dalam Kecelakaan 24 Tahun Lalu

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Depok Hari Ini, 19 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Depok Hari Ini, 19 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, Senin 19 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, Senin 19 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 19 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 19 April 2021

Megapolitan
Pencuri di Jatinegara Buron, Mengaku Polisi dan Tembak Korban Pakai Airsoft Gun

Pencuri di Jatinegara Buron, Mengaku Polisi dan Tembak Korban Pakai Airsoft Gun

Megapolitan
Pembobol Indekos Sekaligus Pembegal di Pulogadung Diamankan Polisi

Pembobol Indekos Sekaligus Pembegal di Pulogadung Diamankan Polisi

Megapolitan
Akhir Pekan Ini, Tidak Ada Lonjakan Penumpang di Stasiun Gambir dan Pasar Senen

Akhir Pekan Ini, Tidak Ada Lonjakan Penumpang di Stasiun Gambir dan Pasar Senen

Megapolitan
Viral Video Pengeroyokan Anggota TNI dan Polri di Jaksel, Satu Tewas

Viral Video Pengeroyokan Anggota TNI dan Polri di Jaksel, Satu Tewas

Megapolitan
UPDATE 18 April: 950 Kasus Baru Covid-19 di DKI

UPDATE 18 April: 950 Kasus Baru Covid-19 di DKI

Megapolitan
UPDATE 18 April: 10.628 Kasus Covid-19 di Tangsel, 554 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 18 April: 10.628 Kasus Covid-19 di Tangsel, 554 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Kasus Tembok Rumah Roboh di Benhil yang Tewaskan 2 Pekerja Berakhir Damai

Kasus Tembok Rumah Roboh di Benhil yang Tewaskan 2 Pekerja Berakhir Damai

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X