Pengamat: Tokyo Lebih Padat dari Jakarta, tetapi Masih Jadi Kota Layak Huni

Kompas.com - 22/07/2015, 07:08 WIB
Suasana di rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Pulogebang, Jakarta Timur, Jumat (29/5/2015). Kompas.com/Tangguh Sipria RiangSuasana di rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Pulogebang, Jakarta Timur, Jumat (29/5/2015).
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dinilai perlu bekerja ekstra keras untuk meningkatkan standar minimum perkotaan agar kapasitasnya bisa setara dengan kota metropolitan kelas dunia.

Hal itu dikatakan pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga, kepada Kompas.com, Selasa (21/7/2015). Menurut dia, dibandingkan kota-kota besar yang luasnya setara dengan Jakarta di negara lain, daya tampung Jakarta terbilang lebih rendah.

Menurut Joga, Jakarta seharusnya sudah melangkah jauh menjadi kota kelas dunia. Artinya standar pelayanan minimum Jakarta seharusnya bisa setara dengan Tokyo, London, New York, dan Paris.

“Kenapa? Kalau dibandingkan dengan jumlah penduduk, Jakarta belum apa-apa. Pada jam sibuk jumlah penduduk Jakarta 12 juta jiwa, sedangkan Tokyo dan New York bisa sampai 21 juta jiwa. Jadi kalau dengan ukuran kota yang sama, jumlah penduduk mereka bisa dua kali lipat dan mereka bisa sukses dan berkembang,” kata Joga.

Joga tidak sependapat dengan Wakil Ketua DPRD Triwisaksana yang menyebut kepadatan penduduk DKI Jakarta jauh lebih tinggi dibanding Singapura dan Kuala Lumpur. [Baca: "Jakarta Sedang Kepayahan dalam Menampung Hidup 10 Juta Warganya"]

Sani, panggilan Triwisaksana mengatakan kepadatan penduduk Jakarta saat ini 20.000 jiwa per kilometer persegi, sementara Singapura dan Kuala Lumpur hanya 5.000 jiwa per kilometer persegi.

“Enggak apple to apple kalau dibandingkan dengan Singapura. Kita kalau mau, membandingkan dengan Tokyo, London, New York. Dengan kepadatan yang lebih tinggi, bahkan dua kali lipat Jakarta, nyatanya mereka bisa survive dan menjadi kota layak huni tingkat dunia,” ucap Joga.

Lebih lanjut dia mengatakan, di sinilah perlunya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan terobosan-terobosan agar kapasitas kotanya mampu kelas dunia.

“Contoh, Pemerintah DKI berani tidak mulai sekarang melarang pertumbuhan rumah horizontal? Jadi semua bangunan harus berani vertikal,” sambung Joga.

Dengan pembangunan hunian vertikal, artinya daya tampung lahan perkotaan semakin optimal.

Selain soal hunian, Pemprov DKI Jakarta dinilai juga harus meningkatkan jaringan transportasi massal serta infrastruktur jalan.

“Tidak ada jalan lain. Dalam RT/RW Jakarta sudah menjelaskan solusinya ada dua. Satu, mengembangkan kawasan terpadu. Kedua, mendorong permukiman 20 tahun ke depan menuju hunian vertikal,” terang Joga.

Jika pemerintah provinsi DKI Jakarta bisa konsisten dengan rencana tata ruang wilayah seperti itu, Joga yakin pendatang baru yang berduyun-duyun memasuki Jakarta tidak akan menjadi masalah.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Musisi Ardhito Pramono Direhabilitasi di RSKO Cibubur Mulai Hari Ini

Musisi Ardhito Pramono Direhabilitasi di RSKO Cibubur Mulai Hari Ini

Megapolitan
RSUI Maksimalkan Pemberian Vaksin Booster hingga 1.000 Dosis Per Hari

RSUI Maksimalkan Pemberian Vaksin Booster hingga 1.000 Dosis Per Hari

Megapolitan
Proses Belajar di SMPN 85 Pondok Labu Tetap Berjalan meski Ada Temuan Kasus Covid-19

Proses Belajar di SMPN 85 Pondok Labu Tetap Berjalan meski Ada Temuan Kasus Covid-19

Megapolitan
RSKO Cibubur Terima Ardhito Pramono sebagai Pasien Rehabilitasi

RSKO Cibubur Terima Ardhito Pramono sebagai Pasien Rehabilitasi

Megapolitan
Asrama Haji Kota Bekasi Siap Tampung Jemaah Umrah untuk Karantina

Asrama Haji Kota Bekasi Siap Tampung Jemaah Umrah untuk Karantina

Megapolitan
Saat Anak-anak Main Banjir di Jurumudi, Asyik Cari Ikan untuk Dipelihara Tanpa Pedulikan Bau Tak Sedap

Saat Anak-anak Main Banjir di Jurumudi, Asyik Cari Ikan untuk Dipelihara Tanpa Pedulikan Bau Tak Sedap

Megapolitan
Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Tahap I Capai 99 Persen

Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Tahap I Capai 99 Persen

Megapolitan
Seorang Siswa SMPN 85 Jakarta Positif Covid-19, 30 Teman Sekelasnya Dites PCR

Seorang Siswa SMPN 85 Jakarta Positif Covid-19, 30 Teman Sekelasnya Dites PCR

Megapolitan
37 Pasien Covid-19 yang Jalani Isoman di Krukut Sembuh, Kasus Baru Bertambah 26

37 Pasien Covid-19 yang Jalani Isoman di Krukut Sembuh, Kasus Baru Bertambah 26

Megapolitan
Penerbitan dan Perpanjangan Pelat Nomor RF Diperketat, Wajib Rekomendasi dari Propam hingga Dirjen

Penerbitan dan Perpanjangan Pelat Nomor RF Diperketat, Wajib Rekomendasi dari Propam hingga Dirjen

Megapolitan
Saat Teriakan hingga Bunyi Peluit Gagal Selamatkan Mahasiswi UI dari Sambaran KRL di Pondok Cina

Saat Teriakan hingga Bunyi Peluit Gagal Selamatkan Mahasiswi UI dari Sambaran KRL di Pondok Cina

Megapolitan
Klaster SMAN 4 Jakarta, 5 Siswa yang Terpapar Covid-19 Tak Alami Gejala Apa Pun

Klaster SMAN 4 Jakarta, 5 Siswa yang Terpapar Covid-19 Tak Alami Gejala Apa Pun

Megapolitan
5.000 Lansia Telah Divaksin Booster di RSUI Depok

5.000 Lansia Telah Divaksin Booster di RSUI Depok

Megapolitan
Cerita Warga Korban Banjir di Jurumudi, Dapat Bantuan 2 Bungkus Makanan untuk 5 Orang

Cerita Warga Korban Banjir di Jurumudi, Dapat Bantuan 2 Bungkus Makanan untuk 5 Orang

Megapolitan
Lengkap! Ini Daftar Lokasi dan Jadwal Vaksinasi Booster di Jakarta

Lengkap! Ini Daftar Lokasi dan Jadwal Vaksinasi Booster di Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.