Ketua DPRD: Kalau Anggaran "Diakal-akalin", Kita Enggak Mau Kok...

Kompas.com - 11/08/2015, 08:49 WIB
Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi saat menyelenggarakan acara buka puasa bersama, di rumah dinas Ketua DPRD, di Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Rabu (24/6/2015) malam. Kompas.com/Kurnia Sari AzizaKetua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi saat menyelenggarakan acara buka puasa bersama, di rumah dinas Ketua DPRD, di Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Rabu (24/6/2015) malam.
Penulis Jessi Carina
|
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi merasa senang dengan pemaparan yang dilakukan Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri Reydonnyzar Moenek kemarin.

Prasetio mengatakan sepakat dengan ucapan Donny (sapaan Reydonnyzar) yang meminta Pemerintah Provinsi DKI dan DPRD saling bekerja sama membahas anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

"Kalau kita melihat pandangan yang diberikan Dirjen Keuangan, kita harus bisa kerja sama, yang penting tidak ada keegoan. Ayo kita bahas bersama agar DKI Jakarta menjadi Ibu Kota negara yang baik. Itu saja. Kalau anggaran diakal-akalin, kita enggak mau kok. Saya juga sebagai Ketua DPRD enggak mau," ujar Prasetio di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/8/2015).

Prasetio mengaku tidak mau terburu-buru memprediksi akhir perjalanan APBD 2016 nanti, apakah menggunakan pergub atau perda. Meski demikian, ada proses yang harus dijalani agar APBD 2016 bisa menggunakan perda. Otoritas eksekutif dengan legislatif harus sama-sama dihargai.

Prasetio menitikberatkan pada pokok pikiran yang merupakan hasil reses DPRD DKI. Dia mengatakan, Pemprov DKI harus memahami otoritas DPRD DKI dalam hal itu.

Prasetio tidak ingin ada polemik dalam APBD yang diakibatkan pokok pikiran (pokir) DPRD. Jika ada pokir DPRD, Pemprov DKI tinggal memeriksa daftar kegiatan yang dihasilkan dari musrenbang yang sudah dilakukan Pemprov saja.

Jika pokir DPRD sudah tertampung dalam hasil musrenbang itu, tidak ada lagi yang harus dikhawatirkan.

"Bukannya apa-apa, keributan antara eksekutif dan legislatif siapa yang rugi? Masyarakat kan. Tidak ada pembangunan nantinya, apakah mau begini terus kan enggak nantinya. Saya juga enggak mau sebagai Ketua DPRD," ujar Prasetio.

Prasetio juga akan mengimbau kepada anggota Dewan lain agar bersabar jika menemukan polemik dalam proses pembahasan APBD. Dia ingin DPRD dan Pemprov DKI sama-sama menahan diri dan berkepala dingin jika ditemukan masalah dalam proses ini.

Begitu pun kepada Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama. Dia berharap Ahok (sapaan Basuki) bisa berhati-hati dalam menyikapi dinamika yang terjadi saat proses pembahasan nanti.

"Coba kita meyakinkan teman-teman DPRD, saya juga minta kepada Pak Gubernur supaya ya hati-hati dalam melakukan penyampaian, kalau ini bisa sama-sama dilakukan, sebetulnya tidak ada masalah dalam prosesnya nanti," ujar Prasetio.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fraksi PKS Minta Perda Penanganan Covid-19 Memuat Standardisasi Kegiatan Selama PSBB

Fraksi PKS Minta Perda Penanganan Covid-19 Memuat Standardisasi Kegiatan Selama PSBB

Megapolitan
PSBB Bogor, Depok, Bekasi Diperpajang sampai 27 Oktober, Belum Singgung soal Pengetatan

PSBB Bogor, Depok, Bekasi Diperpajang sampai 27 Oktober, Belum Singgung soal Pengetatan

Megapolitan
Pandemi Covid-19, Acara Ziarah dan Tabur Bunga di Makam Ade Irma Suryani Ditiadakan

Pandemi Covid-19, Acara Ziarah dan Tabur Bunga di Makam Ade Irma Suryani Ditiadakan

Megapolitan
Mengenang Ahmad Yani, Jenderal yang Dibunuh dalam Peristiwa G30S

Mengenang Ahmad Yani, Jenderal yang Dibunuh dalam Peristiwa G30S

Megapolitan
Jelang Hari Kesaktian Pancasila, Bendera Setengah Tiang Dikibarkan di Kantor Wali Kota Jaksel

Jelang Hari Kesaktian Pancasila, Bendera Setengah Tiang Dikibarkan di Kantor Wali Kota Jaksel

Megapolitan
Cegah Kerumunan, Pemprov DKI Akan Dirikan Banyak Tenda Pengungsian jika Terjadi Banjir

Cegah Kerumunan, Pemprov DKI Akan Dirikan Banyak Tenda Pengungsian jika Terjadi Banjir

Megapolitan
Depok Curhat, Pemprov Jabar Minim Intervensi saat Kasus Covid-19 Melonjak di Bodebek

Depok Curhat, Pemprov Jabar Minim Intervensi saat Kasus Covid-19 Melonjak di Bodebek

Megapolitan
Pemilik Bimbel Jualan Pepes Ikan demi 400 Pengajarnya yang Dirumahkan

Pemilik Bimbel Jualan Pepes Ikan demi 400 Pengajarnya yang Dirumahkan

Megapolitan
Dokter yang Jadi Tersangka Praktik Aborsi Ilegal di Raden Saleh Meninggal

Dokter yang Jadi Tersangka Praktik Aborsi Ilegal di Raden Saleh Meninggal

Megapolitan
Walkot Sebut Satu Hotel di Bekasi Sudah Disetujui BNPB Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Walkot Sebut Satu Hotel di Bekasi Sudah Disetujui BNPB Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Megapolitan
5 Wilayah Jakarta Catat Kasus Kematian akibat Covid-19 Lebih dari 100 Orang, Ini Sebarannya

5 Wilayah Jakarta Catat Kasus Kematian akibat Covid-19 Lebih dari 100 Orang, Ini Sebarannya

Megapolitan
Sebelumnya Rp 32 Miliar, KPU Akan Koreksi Batas Maksimal Dana Kampanye Paslon Pilkada Tangsel

Sebelumnya Rp 32 Miliar, KPU Akan Koreksi Batas Maksimal Dana Kampanye Paslon Pilkada Tangsel

Megapolitan
Ridwan Kamil Mau Tinjau Langsung Penanganan Covid-19 Bodebek, Depok: Selama Ini Kami Tunggu-tunggu

Ridwan Kamil Mau Tinjau Langsung Penanganan Covid-19 Bodebek, Depok: Selama Ini Kami Tunggu-tunggu

Megapolitan
Benyamin-Pilar Setor Rp 526 Juta sebagai Dana Awal Kampanye Pilkada Tangsel

Benyamin-Pilar Setor Rp 526 Juta sebagai Dana Awal Kampanye Pilkada Tangsel

Megapolitan
Ridwan Kamil Akan Berkantor di Depok, Gugus Tugas Covid-19 Mengaku Belum Diberi Tahu

Ridwan Kamil Akan Berkantor di Depok, Gugus Tugas Covid-19 Mengaku Belum Diberi Tahu

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X