Kompas.com - 28/09/2015, 19:14 WIB
Muhammad Prio Santoso (24) yang terdakwa pembunuhan Deudeuh Alfi Sahrin disidang di PN Jakarta Selatan, Senin (21/9/2015). KOMPAS.COM/ALDO FENALOSAMuhammad Prio Santoso (24) yang terdakwa pembunuhan Deudeuh Alfi Sahrin disidang di PN Jakarta Selatan, Senin (21/9/2015).
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Muhammad Prio Santoso (24), terdakwa pembunuh Deudeuh Alfi Sahrin, tengah disidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Ia mengaku membunuh lantaran diejek bau badan oleh Alfi.

Rupanya, permasalahan bau badan pelanggan kerap dialami oleh wanita itu. Sebelum tewas, Alfi pernah membahasnya dengan teman kosnya, Vali.

Vali yang dihadirkan sebagai saksi di persidangan mengungkapkan bahwa Alfi pernah curhat kepadanya perkara bau badan pelanggan. Alfi mengaku terganggu dan bertanya bagaimana mengatasinya.

Alfi sendiri selalu meminta pelanggannya untuk mandi terlebih dulu sebelum berhubungan dengannya. Namun, ada pula sebagian pelanggan yang tetap mengalami problem bau badan.

"Dia bilang, 'Gue bingung orang sudah mandi, tetapi badannya masih bau, harus diapain ya?'" kata Vali di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (28/9/2015). (Baca: Sambil Menangis, Pembunuh Alfi Minta Maaf di Persidangan)

Menurut Vali, karena nada bicara Alfi bercanda, ia pun menanggapinya dengan bercanda pula. Ia menjawab pelanggan seperti itu harus diberikan kembang tujuh rupa. Namun, Vali mengaku tidak tahu pelanggan yang dimaksud Alfi adalah Prio tau bukan.

Sebagai informasi, pembunuhan itu terjadi saat kencan kedua Prio dan Alfi. Prio membunuh Alfi di kamar kos wanita itu pada 10 April 2015 lalu.

Ia mencekik leher Alfi dan mengikatnya dengan kabel listrik. Mulut Alfi pun disumpal kaus kaki. Prio juga mengambil barang-barang berharga milik Alfi, yakni laptop, sejumlah ponsel, dan uang tunai.

Prio didakwa dengan pasal berlapis oleh jaksa penuntut dalam kasus pembunuhan Alfi. Prio tak hanya didakwa melakukan pembunuhan, tetapi juga merampas barang-barang berharga milik Alfi, dakwaan primer, dengan sengaja merampas nyawa orang lain, yang diikuti, disertai, atau didahului suatu perbuatan pidana dengan maksud mempermudah pelaksanaannya.

Karena perbuatannya yang menghilangkan nyawa dan merampas barang secara melawan hukum, Prio diancam hukuman pidana dalam Pasal 339 KUHP, 338 KUHP, dan Pasal 365 ayat 1 juncto ayat 3 KUHP.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disdik DKI Klaim Uji Coba Sekolah Tatap Muka Berjalan Lancar

Disdik DKI Klaim Uji Coba Sekolah Tatap Muka Berjalan Lancar

Megapolitan
Masjid Agung Al Jihad di Ciputat Berawal dari Surau

Masjid Agung Al Jihad di Ciputat Berawal dari Surau

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Kasus KDRT Serpong, Istri Dipaksa Pompa ASI oleh Suami hingga Dianiaya

[POPULER JABODETABEK] Kasus KDRT Serpong, Istri Dipaksa Pompa ASI oleh Suami hingga Dianiaya

Megapolitan
Rantai Sepeda Motor Terkunci, Pemotor Tabrak Tiang Listrik di Cipete

Rantai Sepeda Motor Terkunci, Pemotor Tabrak Tiang Listrik di Cipete

Megapolitan
Sidang Kasus Rizieq Dilanjutkan Hari Ini, Jaksa Akan Hadirkan 5 Saksi

Sidang Kasus Rizieq Dilanjutkan Hari Ini, Jaksa Akan Hadirkan 5 Saksi

Megapolitan
Masih Ada 594 Kasus Aktif Covid-19 di Kabupaten Bekasi

Masih Ada 594 Kasus Aktif Covid-19 di Kabupaten Bekasi

Megapolitan
Trotoar Margonda Depok Akan Diperlebar, di Atasnya Ada Jalur Sepeda

Trotoar Margonda Depok Akan Diperlebar, di Atasnya Ada Jalur Sepeda

Megapolitan
[Update 21 April]: Kasus Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 21 Pasien

[Update 21 April]: Kasus Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 21 Pasien

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia di RS UI Kini Dibuka untuk Umum, Tak Hanya Warga Depok

Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia di RS UI Kini Dibuka untuk Umum, Tak Hanya Warga Depok

Megapolitan
Mudik Dilarang, Pemkot Bekasi Godok Ketentuan SIKM

Mudik Dilarang, Pemkot Bekasi Godok Ketentuan SIKM

Megapolitan
Relief dari Sultan Ageng Tirtayasa hingga Makam Sepupu Imam Masjidil Haram di Masjid Jami Kalipasir

Relief dari Sultan Ageng Tirtayasa hingga Makam Sepupu Imam Masjidil Haram di Masjid Jami Kalipasir

Megapolitan
Artis Rio Reifan 4 Kali Ditangkap karena Narkoba dan Belum Pernah Direhabilitasi

Artis Rio Reifan 4 Kali Ditangkap karena Narkoba dan Belum Pernah Direhabilitasi

Megapolitan
Depok Catat 155 Kasus Baru Covid-19, 2 Pasien Meninggal Dunia

Depok Catat 155 Kasus Baru Covid-19, 2 Pasien Meninggal Dunia

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini

Megapolitan
Masjid Kalipasir Tangerang dan Cerita soal Pilar Pemberian Sunan Kalijaga

Masjid Kalipasir Tangerang dan Cerita soal Pilar Pemberian Sunan Kalijaga

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X