Ahok Minta Pengangguran di Rusun Melamar Jadi PPSU

Kompas.com - 23/12/2015, 11:56 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Ika Lestari Aji, Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardhana, Ketua Penggerak TP PKK DKI Veronica Tan, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK DKI Happy Djarot Saiful, dan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) DKI Dien Emmawati saat meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Rusun Pulogebang, di Jakarta Timur, Rabu (23/12/2015). KOMPAS.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Ika Lestari Aji, Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardhana, Ketua Penggerak TP PKK DKI Veronica Tan, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK DKI Happy Djarot Saiful, dan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) DKI Dien Emmawati saat meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Rusun Pulogebang, di Jakarta Timur, Rabu (23/12/2015).
|
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meminta para penghuni rusun yang tidak memiliki pekerjaan untuk melamar sebagai petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) kelurahan.

Sebab, penghuni rusun sudah memenuhi syarat untuk menjadi PPSU, yakni memiliki identitas KTP DKI. 

"Saya ingin yang tinggal di rusun dan tidak punya kerjaan diutamakan direkrut menjadi PPSU atau pegawai pemerintah dengan kontrak. Jadi, tidak ada lagi pengangguran," kata Basuki saat meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Rusun Pulogebang, Rabu (23/12/2015). 

PPSU akan dibayar sebesar nilai upah minimum provinsi (UMP). Jika mengacu pada nilai UMP 2016, PPSU dibayar sekitar Rp 3,1 juta per bulan.

PPSU bertugas untuk menjaga agar lingkungan tetap bersih, seperti menyapu jalanan, membersihkan area dari sampah, dan membersihkan sungai. 

Pada kesempatan itu, Basuki juga meminta pengembang yang tergabung dalam Realestat Indonesia (REI) DKI Jakarta untuk membangun banyak rusun.

Dengan cara tersebut, dia melanjutkan, tidak ada lagi warga Jakarta yang tinggal di permukiman kumuh.

Selain itu, Basuki menawarkan kepada warga yang memiliki lahan seluas 100 meter persegi untuk menjualnya kepada Pemprov DKI.

"Tanah itu akan kami bangun apartemen 16 lantai, dan kami akan ganti tanah Bapak-Ibu 150 meter (persegi). Kami berikan 5 unit apartemen untuk Bapak-Ibu dan sertifikat hak milik. Sisanya tetap punya kami, namanya juga bisnis," kata Basuki.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kontroversi Pernyataan Sekda DKI soal Banjir Dinikmati, Dinilai Tak Punya Empati hingga Tutupi Kesalahan Anies

Kontroversi Pernyataan Sekda DKI soal Banjir Dinikmati, Dinilai Tak Punya Empati hingga Tutupi Kesalahan Anies

Megapolitan
Demo Ojek Online di DPR, Menolak Pembatasan Jalan hingga Sweeping Pengemudi

Demo Ojek Online di DPR, Menolak Pembatasan Jalan hingga Sweeping Pengemudi

Megapolitan
Kronologi Perampokan Toko Emas di Pasar Pecah Kulit, Mengasak 4 Kg Emas hingga Tembak Petugas Sampah

Kronologi Perampokan Toko Emas di Pasar Pecah Kulit, Mengasak 4 Kg Emas hingga Tembak Petugas Sampah

Megapolitan
BMKG: Sabtu Pagi, Jakarta Hujan Lokal

BMKG: Sabtu Pagi, Jakarta Hujan Lokal

Megapolitan
Kerugian Toko Emas Tamansari akibat Disatroni Maling Belum Dapat Pastikan

Kerugian Toko Emas Tamansari akibat Disatroni Maling Belum Dapat Pastikan

Megapolitan
Soal Banjir Dinikmati, PSI DKI Nilai Pernyataan Sekda Menyakiti Hati Masyarakat

Soal Banjir Dinikmati, PSI DKI Nilai Pernyataan Sekda Menyakiti Hati Masyarakat

Megapolitan
Lurah Pastikan Suplai Logistik Pengungsi Banjir Cipinang Melayu Memadai

Lurah Pastikan Suplai Logistik Pengungsi Banjir Cipinang Melayu Memadai

Megapolitan
Polisi Kejar Perampok Bersenjata yang Satroni Toko Emas di Pasar Pecak Kulit

Polisi Kejar Perampok Bersenjata yang Satroni Toko Emas di Pasar Pecak Kulit

Megapolitan
Revitalisasi Monas dan Formula E, Ombudsman: Pejabat yang Rusak Cagar Budaya Bisa Dipidana

Revitalisasi Monas dan Formula E, Ombudsman: Pejabat yang Rusak Cagar Budaya Bisa Dipidana

Megapolitan
Banjir Makin Tinggi, Warga Cipinang Melayu Kembali Penuhi Posko Pengungsian

Banjir Makin Tinggi, Warga Cipinang Melayu Kembali Penuhi Posko Pengungsian

Megapolitan
Masker Ilegal di Cakung Didistribusikan ke Rumah Sakit

Masker Ilegal di Cakung Didistribusikan ke Rumah Sakit

Megapolitan
Ombudsman Minta Revitalisasi Monas dan Sirkuit Formula E Dimoratorium

Ombudsman Minta Revitalisasi Monas dan Sirkuit Formula E Dimoratorium

Megapolitan
Banjir Lagi di Cipinang Melayu, Warga Mulai Mengungsi

Banjir Lagi di Cipinang Melayu, Warga Mulai Mengungsi

Megapolitan
Saudi Larang Umrah Sementara, 48 Jemaah Asal Bekasi Batal Berangkat

Saudi Larang Umrah Sementara, 48 Jemaah Asal Bekasi Batal Berangkat

Megapolitan
Drainase Buruk hingga Persoalan Mandeknya Normalisasi Bakal Jadi Prioritas Pansus Banjir Jakarta

Drainase Buruk hingga Persoalan Mandeknya Normalisasi Bakal Jadi Prioritas Pansus Banjir Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X