Tahun Depan, Metromini "Zombie" Dilarang Beroperasi - Kompas.com

Tahun Depan, Metromini "Zombie" Dilarang Beroperasi

Kompas.com - 27/12/2015, 15:46 WIB
Andri Donnal Putera Penampakan armada bus metromini yang diamankan Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta dan ditampung sementara di Komplek Terminal Bus Rawa Buaya, Jakarta Barat, Selasa (22/12/2015).
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dishubtrans DKI Andri Yansyah mengatakan, pihaknya akan memaksa pemilik metromini untuk bergabung dengan Pemerintah Provinsi DKI.

Mulai tahun depan, tidak ada lagi alasan metromini zombie, atau yang kondisinya buruk, beroperasi, bahkan membahayakan warga Jakarta.

"Kalau mereka tidak mau, ya kami tangkap. Ini saja sudah hampir 300 unit sejak 7 Desember lalu," kata Andri Yansyah saat dihubungi, Minggu (27/12/2015).

Andri telah mengajak diskusi pemilik metromini untuk merevitalisasi angkutan umum dengan cara bergabung ke Koperasi Angkutan Jakarta (Kopaja).


Dia mengatakan, pekan depan, metromini dapat bekerja sama dengan Kopaja yang telah bergabung ke Pemerintah Provinsi DKI.

"Baru jurusan yang di wilayah Jakarta Timur saja saya dengar. Semua sudah jelas dan tertuang dalam perjanjian kerja sama," ujarnya.

Selain mengubah sistem setoran untuk menghilangkan budaya "ngetem", revitalisasi merupakan bagian dari perbaikan rute dan peremajaan bus.

"Penentuan tarif rupiah per kilometer itu dilakukan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), semua dihitung dari baut kecil, ban dalam sampai perbaikan mesin."

"Jadi tidak mungkin harga dan perawatan bus lebih besar ketimbang pendapatan rupah per kilometer," kata dia.


EditorAna Shofiana Syatiri

Terkini Lainnya

Ada Pembongkaran Konstruksi Stasiun MRT, Lajur Jalan Sudirman Dikurangi

Ada Pembongkaran Konstruksi Stasiun MRT, Lajur Jalan Sudirman Dikurangi

Megapolitan
Jenazah Penambang yang Hilang di India Ditemukan setelah 36 Hari

Jenazah Penambang yang Hilang di India Ditemukan setelah 36 Hari

Internasional
KPAI Minta Dinas Pendidikan Periksa Sekolah di Jakbar yang Jadi Gudang Narkoba

KPAI Minta Dinas Pendidikan Periksa Sekolah di Jakbar yang Jadi Gudang Narkoba

Megapolitan
Jelang Pensiun, Gubernur Soekarwo Beri Remunerasi ke Jajaran ASN Jatim

Jelang Pensiun, Gubernur Soekarwo Beri Remunerasi ke Jajaran ASN Jatim

Regional
Mulai 1 Februari 2019, Bus AKAP dan AKDP Pindah ke Terminal Cikampek

Mulai 1 Februari 2019, Bus AKAP dan AKDP Pindah ke Terminal Cikampek

Regional
Akomodasi Tingginya Sampah di Bekasi, Pemkot Perluas TPSA Sumur Batu

Akomodasi Tingginya Sampah di Bekasi, Pemkot Perluas TPSA Sumur Batu

Megapolitan
Seperti Ini Pola Pengamanan Polisi pada Debat Pertama Pilpres

Seperti Ini Pola Pengamanan Polisi pada Debat Pertama Pilpres

Nasional
Populasi Makin Menua, Norwegia Butuh Banyak Kelahiran Bayi

Populasi Makin Menua, Norwegia Butuh Banyak Kelahiran Bayi

Internasional
Nobar Debat Capres di Surabaya, Timses Jokowi Sewa Gedung, Timses Prabowo Bakar Ikan

Nobar Debat Capres di Surabaya, Timses Jokowi Sewa Gedung, Timses Prabowo Bakar Ikan

Regional
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Angin Puting Beliung di Sulsel

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Angin Puting Beliung di Sulsel

Regional
Dinas LH DKI Gandeng Polisi Cari Pembuang Limbah di Marunda

Dinas LH DKI Gandeng Polisi Cari Pembuang Limbah di Marunda

Megapolitan
Pasca-bentrokan dengan Pedagang, Satpol PP Amankan Tanah Abang Bersama Polisi

Pasca-bentrokan dengan Pedagang, Satpol PP Amankan Tanah Abang Bersama Polisi

Megapolitan
Sosok Ira Koesno, Kontroversi Era Reformasi hingga Debat Perdana dalam Sejarah

Sosok Ira Koesno, Kontroversi Era Reformasi hingga Debat Perdana dalam Sejarah

Nasional
Asistennya Ditangkap karena Narkoba, Ivan Gunawan Jalani Tes Urine

Asistennya Ditangkap karena Narkoba, Ivan Gunawan Jalani Tes Urine

Megapolitan
Tim Prabowo-Sandiaga Nilai Hasil Survei Jokowi Tak Sejalan dengan Kenyataan

Tim Prabowo-Sandiaga Nilai Hasil Survei Jokowi Tak Sejalan dengan Kenyataan

Nasional

Close Ads X