Alasan Ahok Tiadakan Panggung Tahun Baru di Jalan Sudirman-Thamrin

Kompas.com - 29/12/2015, 11:26 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyapa ribuan warga di kawasan Bundaran HI saat pergelaran Jakarta Night Festival, Rabu (31/12/2014) KOMPAS.com/Alsadad RudiGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyapa ribuan warga di kawasan Bundaran HI saat pergelaran Jakarta Night Festival, Rabu (31/12/2014)
|
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meniadakan panggung hiburan pada malam pergantian tahun ini.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama beralasan karena di sepanjang Jalan MH Thamrin masih ada proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT). 

"Ya sementara karena kami mau bangun MRT. Saya takut ada apa apa, ada lubang begitu dalam dan begitu banyak, nanti masalah lagi," kata Basuki, di Balai Kota, Selasa (29/12/2015).

Begitu pembangunan MRT rampung, lanjut dia, Pemprov DKI akan membongkar jalur lambat di sana. Selain itu, Pemprov DKI juga akan memperlebar trotoar hingga 10 meter.

Tak hanya itu, di sepanjang jalan tersebut, gedung perkantoran wajib memasang reklame Light Emitting Diode (LED). Sehingga pusat kota Jakarta menjadi semarak.

"Jadi betul-betul sepanjang Monas-Bundaran HI ada trotoar lebar untuk warga jalan-jalan," kata Basuki. 

Basuki mengatakan perayaan pergantian tahun diserahkan ke masing-masing pemerintah kota dan Ancol. Meski panggung hiburan ditiadakan, Basuki tetap menyelenggarakan Car Free Night.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jalanan di sepanjang Jalan MH Thamrin akan dibuka dan kendaraan bermotor tidak boleh melintas.

"Kami tidak fokus untuk buat acara tahun baru lah. Biar aja nanti jalanan dibuka, orang lewat tanpa kendaraan dan bebas orang jalan di sana. Kami enggak mau orang kebut-kebutan atau bikin macet," kata Basuki.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Sidak Pelaksanaan PPKM Mikro di Cempaka Putih

Jokowi Sidak Pelaksanaan PPKM Mikro di Cempaka Putih

Megapolitan
RSUD di Jakpus Terkenda Lahan untuk Dirikan Tenda Darurat Penangan Pasien Covid-19

RSUD di Jakpus Terkenda Lahan untuk Dirikan Tenda Darurat Penangan Pasien Covid-19

Megapolitan
35 Orang Positif Covid-19, Satu RT di Jagakarsa Jaksel Di-lockdown

35 Orang Positif Covid-19, Satu RT di Jagakarsa Jaksel Di-lockdown

Megapolitan
Sempat Diamankan Polisi, Kuasa Hukum Rizieq Shihab Kini Sudah Dipulangkan

Sempat Diamankan Polisi, Kuasa Hukum Rizieq Shihab Kini Sudah Dipulangkan

Megapolitan
RSUP Sitanala Tangerang Targetkan Vaksin 1.800 Orang hingga Juli 2021

RSUP Sitanala Tangerang Targetkan Vaksin 1.800 Orang hingga Juli 2021

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Sisa Satu Tempat Tidur ICU di RS Rujukan Wilayah Tangsel

Kasus Covid-19 Melonjak, Sisa Satu Tempat Tidur ICU di RS Rujukan Wilayah Tangsel

Megapolitan
Covid-19 Melonjak, MUI Imbau Umat Islam Tak Kumpul-kumpul Pengajian

Covid-19 Melonjak, MUI Imbau Umat Islam Tak Kumpul-kumpul Pengajian

Megapolitan
Klaster Petogogan Jaksel, Bayi 14 Bulan Ikut Terpapar Covid-19

Klaster Petogogan Jaksel, Bayi 14 Bulan Ikut Terpapar Covid-19

Megapolitan
Truk Muatan Galon Air Mineral Terguling di Jalan TB Simatupang

Truk Muatan Galon Air Mineral Terguling di Jalan TB Simatupang

Megapolitan
Bersiap Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19, RSUP Sitanala Tangerang Dirikan Tenda Darurat

Bersiap Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19, RSUP Sitanala Tangerang Dirikan Tenda Darurat

Megapolitan
Soal Video Ambulans Tertahan, Sudin Jakut Klaim Bukan karena Utamakan Rombongan Pejabat

Soal Video Ambulans Tertahan, Sudin Jakut Klaim Bukan karena Utamakan Rombongan Pejabat

Megapolitan
Dinkes DKI: Hasil Swab Antigen Negatif Belum Tentu Bebas Covid-19

Dinkes DKI: Hasil Swab Antigen Negatif Belum Tentu Bebas Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Naik, Anggota DPRD DKI: Tenaga Kesehatan Sudah Kelelahan

Kasus Covid-19 Terus Naik, Anggota DPRD DKI: Tenaga Kesehatan Sudah Kelelahan

Megapolitan
Video Viral Nakes Hamil di Bekasi Meninggal Dunia karena Covid-19

Video Viral Nakes Hamil di Bekasi Meninggal Dunia karena Covid-19

Megapolitan
Polisi Sekat 2 Titik Masuk Kawasan Alam Sutera karena Berpotensi Timbulkan Kerumunan

Polisi Sekat 2 Titik Masuk Kawasan Alam Sutera karena Berpotensi Timbulkan Kerumunan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X