Sistem Daring Dongkrak Penerimaan Pajak Restoran DKI Tahun 2015

Kompas.com - 29/12/2015, 18:52 WIB
Kepala Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta Agus Bambang Setyowidodo


Andri Donnal PuteraKepala Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta Agus Bambang Setyowidodo
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan sistem online pada operasional Dinas Pelayanan Pajak melalui kerja sama dengan BRI sejak tahun 2013.

Pihak BRI mengumpulkan data transaksi tiap wajib pajak, khususnya wajib pajak restoran, lalu menyetor data tersebut ke Dinas Pelayanan Pajak setiap bulannya.

"Kami sudah pakai sistem BRI dari tahun 2013. Sampai sekarang, sistem online itu mendorong penerimaan pajak. Meskipun tidak signifikan, tetapi menjaga konsistensi," kata Kepala Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta Agus Bambang Setyowidodo kepada pewarta, Selasa (29/12/2015).

Selain sistem online yang dijalankan oleh BRI, Dinas Pelayanan Pajak juga mencanangkan sistem online milik mereka sendiri, yaitu dengan perangkat POS (Point of Sale) yang diperkenalkan bagi wajib pajak restoran, siang tadi.

Bedanya, POS memungkinkan Dinas Pelayanan Pajak mendapatkan data transaksi yang lebih detil ketimbang data dari BRI.

Ada pun target penerimaan pajak restoran DKI Jakarta tahun 2015 adalah Rp 2,1 triliun. Sedangkan, realisasi penerimaan pajaknya hingga 29 Desember 2015 atau hari ini adalah Rp 2,2 triliun lebih, dengan persentase sebesar 104 persen.

Berkaca pada realisasi penerimaan pajak tahun ini yang melebihi target, Agus yakin, tahun depan, penerimaan pajak restoran juga akan meningkat lagi. Terlebih, pihaknya sudah siap mendistribusikan 5.555 unit perangkat POS untuk masing-masing satu wajib pajak restoran, awal tahun depan.

Wajib pajak restoran akan menerima POS maksimal bulan Februari 2016.

"Total wajib pajak restoran di Jakarta ada 11.000 lebih. Hampir 5.000 wajib pajak sudah pakai sistem BRI, sisanya yang akan pakai POS tahun depan," tutur Agus.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Raih Anugerah Pemda Informatif 3 Kali Berturut-turut

Pemprov DKI Raih Anugerah Pemda Informatif 3 Kali Berturut-turut

Megapolitan
Pemasangan Spanduk dan Baliho Liar Umumnya Terjadi di Akhir Pekan

Pemasangan Spanduk dan Baliho Liar Umumnya Terjadi di Akhir Pekan

Megapolitan
11 Anggota TNI Divonis Bersalah karena Aniaya Warga hingga Tewas

11 Anggota TNI Divonis Bersalah karena Aniaya Warga hingga Tewas

Megapolitan
Pura-pura Hendak Beli Pulsa, 2 Pria Rampok Minimarket di Bekasi

Pura-pura Hendak Beli Pulsa, 2 Pria Rampok Minimarket di Bekasi

Megapolitan
Normalisasi Saluran Air di Jalan Panjang Ditargetkan Rampung Desember

Normalisasi Saluran Air di Jalan Panjang Ditargetkan Rampung Desember

Megapolitan
Video Perampokan Minimarket di Bekasi Viral, Pelaku Ancam Karyawan dengan Celurit

Video Perampokan Minimarket di Bekasi Viral, Pelaku Ancam Karyawan dengan Celurit

Megapolitan
Polisi: Begal yang Tewaskan Tukang Ojek Beberapa Kali Lakukan Tindak Kejahatan

Polisi: Begal yang Tewaskan Tukang Ojek Beberapa Kali Lakukan Tindak Kejahatan

Megapolitan
Dibujuk Pacar, Perempuan yang Coba Bunuh Diri di Apartemen Akhirnya Selamat

Dibujuk Pacar, Perempuan yang Coba Bunuh Diri di Apartemen Akhirnya Selamat

Megapolitan
Lukai Polisi Saat Ditangkap, Begal di Jakarta Utara Tewas Ditembak

Lukai Polisi Saat Ditangkap, Begal di Jakarta Utara Tewas Ditembak

Megapolitan
Polisi Tangkap Komplotan Bajing Loncat, Modus Saat Terjadi Macet

Polisi Tangkap Komplotan Bajing Loncat, Modus Saat Terjadi Macet

Megapolitan
'Jangan Ada Kriminalisasi Guru Jika Siswa Tertular Covid-19 karena KBM Tatap Muka...'

"Jangan Ada Kriminalisasi Guru Jika Siswa Tertular Covid-19 karena KBM Tatap Muka..."

Megapolitan
UPDATE 25 November: Bertambah 38, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Jadi 2.438

UPDATE 25 November: Bertambah 38, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Jadi 2.438

Megapolitan
UPDATE 25 November: Bertambah 1.273, Total Ada 130.461 Kasus Covid-19 di Jakarta

UPDATE 25 November: Bertambah 1.273, Total Ada 130.461 Kasus Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Kepulauan Seribu Punya Pembangkit Listrik Surya Hybrid Terbesar di DKI Jakarta

Kepulauan Seribu Punya Pembangkit Listrik Surya Hybrid Terbesar di DKI Jakarta

Megapolitan
Kisah Adi, Berbisnis Modifikasi Sepeda Listrik hingga Raup Omzet Rp 400 Juta

Kisah Adi, Berbisnis Modifikasi Sepeda Listrik hingga Raup Omzet Rp 400 Juta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X