Kompas.com - 08/01/2016, 11:18 WIB
Dua Bus Kota Terintegrasi Bus Transjakarta (BKTB) yang terparkir di Halte Fresh Market Pantai Indah Kapuk, Jakarta pada Senin (4/1/2016) Dian Ardiahanni/Kompas.comDua Bus Kota Terintegrasi Bus Transjakarta (BKTB) yang terparkir di Halte Fresh Market Pantai Indah Kapuk, Jakarta pada Senin (4/1/2016)
|
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memprioritaskan tiga kota mitra sebagai perluasan rute transjakarta. 

"Kami utamakan (perluasan rute transjakarta) ke Tangerang, Bekasi, dan Depok dulu," kata Basuki di Balai Kota, Jumat (8/1/2016).

Setelah itu, barulah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperpanjang rute transjakarta hingga Bogor dan Cianjur.

Intinya, Basuki menginginkan warga mulai meninggalkan kendaraan pribadi mereka. Kemudian, warga-warga yang tinggal di kota mitra lebih memilih menggunakan transjakarta menuju tempat kerjanya di Jakarta.

"Kami pengin orang yang naik kendaraan pribadi merasa naik bus lebih murah, lebih aman, lebih nyaman. Itu saja. Kalau enggak kan, 3 juta kendaraan masuk Jakarta tiap pagi," kata Basuki. 

Bus transjakarta yang bertarif Rp 3.500 ini nantinya akan melayani wilayah lain, bahkan sampai Cianjur, Jawa Barat.

Keputusan itu tertuang dalam penandatanganan kerja sama yang dilakukan antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Badan Kerja Sama Pembangunan (BKSP) Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi-Cianjur (Jabodetabekjur), Rabu (6/1/2016) lalu. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah menyatakan kesiapannya untuk memberikan public service obligation (PSO) untuk pelayanan hingga ke daerah.

Meski demikian, semua transportasi itu tetap di bawah kendali PT Transjakarta.

"Apalagi BKSP ini berfungsi mempermudah segala birokrasi. Yang terpenting kebutuhan masyarakat bisa terlayani dengan baik," kata Andri.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Sebut Tengah Cari Skema Dana Sarana dan Prasarana LRT Fase 2A

Anies Sebut Tengah Cari Skema Dana Sarana dan Prasarana LRT Fase 2A

Megapolitan
UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 39 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 39 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Hujan Lebat di Bogor, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga

Hujan Lebat di Bogor, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga

Megapolitan
Gagalkan Sejumlah Tawuran, Polisi: Kami Patroli Benar-benar Sampai Pagi

Gagalkan Sejumlah Tawuran, Polisi: Kami Patroli Benar-benar Sampai Pagi

Megapolitan
PPKM Kota Bogor Turun ke Level 2, Bima Arya Bersyukur

PPKM Kota Bogor Turun ke Level 2, Bima Arya Bersyukur

Megapolitan
UPDATE 19 Oktober: Tambah 9 Kasus Covid-19 di Tangsel, 105 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 19 Oktober: Tambah 9 Kasus Covid-19 di Tangsel, 105 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Dishub Kota Tangerang: Jumlah Penumpang Angkot Tak Sampai 50 Persen

Dishub Kota Tangerang: Jumlah Penumpang Angkot Tak Sampai 50 Persen

Megapolitan
Taman Kota di Bogor Belum Dibuka meski Status PPKM Sudah Level 2

Taman Kota di Bogor Belum Dibuka meski Status PPKM Sudah Level 2

Megapolitan
Polisi Usut 11 Perusahaan Pinjol Diduga Ilegal di Jakbar

Polisi Usut 11 Perusahaan Pinjol Diduga Ilegal di Jakbar

Megapolitan
Tawuran Sering Direncanakan Lewat Medsos, Polisi Akan Identifikasi Akun

Tawuran Sering Direncanakan Lewat Medsos, Polisi Akan Identifikasi Akun

Megapolitan
Tak Ada Pasien Covid-19 Tiga Hari Terakhir, Tempat Isoman Wisma Makara UI Ditutup

Tak Ada Pasien Covid-19 Tiga Hari Terakhir, Tempat Isoman Wisma Makara UI Ditutup

Megapolitan
Satgas: Satu Siswa SMPN 10 Depok Positif Covid-19 Terpapar dari Keluarga

Satgas: Satu Siswa SMPN 10 Depok Positif Covid-19 Terpapar dari Keluarga

Megapolitan
Tak Lagi Khusus Pasien Covid-19, RSU Serpong Utara Kini Buka Layanan Kesehatan Umum

Tak Lagi Khusus Pasien Covid-19, RSU Serpong Utara Kini Buka Layanan Kesehatan Umum

Megapolitan
Perempuan Korban Tabrak Lari di Tol Sedyatmo Sebelumnya Diduga Depresi

Perempuan Korban Tabrak Lari di Tol Sedyatmo Sebelumnya Diduga Depresi

Megapolitan
PPKM Level 2, Kapasitas Penumpang Angkutan Umum di Kota Tangerang Boleh 100 Persen

PPKM Level 2, Kapasitas Penumpang Angkutan Umum di Kota Tangerang Boleh 100 Persen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.